SUARABANDUNGBARAT - Gunung Ciremai, dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu gunung yang terletak di antara Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
Berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai seluas 15.000 hektar, gunung ini juga menawarkan pemandangan indah ke arah laut lepas yang membuatnya menjadi tujuan pendakian yang menarik.
Namun, di balik keindahannya, Gunung Ciremai juga menyimpan berbagai kisah mistis yang mengguncang para pendaki.
Salah satu kisah menyeramkan yang diceritakan oleh narasumber dalam video Youtube Nadia Omara adalah mengenai sosok penunggu yang katanya sering menghantui para pendaki.
Sosok ini diketahui sebagai Nyi Lingga, yang muncul dalam kawasan batu Lingga di Gunung Ciremai. Para pendaki sering mengaku melihat sosok nenek tua dengan dua ekor macan tutul yang mendampinginya.
Konon, Nyi Lingga melakukan persemediannya di batu besar tersebut untuk mendapatkan ilmu kanuragan, tetapi upaya itu berakhir tragis dan ditemani dengan hilangnya dua ekor macan tutul yang menemaninya.
Selain itu, suara gamelan misterius juga sering didengar oleh para pendaki selama pendakian. Bunyi gamelan ini konon membuat beberapa pendaki menjadi tidak fokus dan bahkan terjatuh ke jurang.
Suara gamelan yang tidak jelas asalnya ini menjadi salah satu pengalaman misterius yang membuat para pendaki merasa takut.
Namun, salah satu cerita paling menyeramkan adalah mengenai "Tanjakan Bapa Tere". Tanjakan ini dianggap sebagai tantangan berat bagi para pendaki karena kecuraman dan kemiringannya yang hampir vertikal.
Baca Juga: Cerita Horor di Gunung Merbabu: Pendaki Ini Kisahkan Pengalaman Mencekam
Konon katanya, tanjakan ini memiliki kisah mistis terkait dengan seorang anak yang dibunuh oleh bapak tirinya. Para pendaki yang melewati tanjakan ini sering merasa seperti tersiksa, seperti halnya anak tiri yang dianiaya oleh bapak tirinya.
Seorang fotografer dan jurnalis pernah mengalami pengalaman aneh ketika mendaki Gunung Ciremai.
Ketika turun dari gunung, dia mendapati temannya yang tiba-tiba berada di jalur yang salah. Yang lebih mengejutkan lagi, temannya mengaku telah mengejar fotografer tersebut padahal ia berada di depan. Terungkaplah bahwa ada sosok menyerupai temannya yang ingin menyesatkan dan menarik perhatian temannya ke jalur yang salah.
Selain itu, ada juga mitos mengenai burung jalak berwarna hitam yang dianggap sebagai penyelamat bagi para pendaki yang tersesat.
Para pendaki yang kehilangan arah di Gunung Ciremai sering kali melihat burung ini dan merasa bahwa burung tersebut membantu mereka menemukan jalan keluar dari situasi sulit.
Meskipun kisah-kisah ini dipercayai oleh banyak pendaki dan menjadi bagian dari tradisi oral di kalangan masyarakat, tidak ada bukti ilmiah yang mengkonfirmasi kebenaran cerita-cerita ini.