SUARA BANDUNG BARAT - Mayoritas warga di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat terancam kehilangan mata pencaharian akibat TPA Sarimukti terbakar.
Warga Desa Sarimukti, Deden Indra (33) mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka bergantung pada keberadaan TPA Sarimukti.
"Kebanyakan warga di sini bekerja di TPA Sarimukti, bagi sebagai pemulung maupun bandar sampah, kata Deden ditemui pewarta bandungbarat.suara.com, Jumat (25/8/2023).
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa didapatkan di TPA Sarimukti dengan penghasilan yang cukup.
"Kalau penghasilan sih variatif, dari Rp80 ribu/hari, dan itu sangat membantu perekonomian masyarakat," katanya.
Deden pun berharap agar TPA Sarimukti kedepannya tidak berhenti beroperasi secara total.
Warga Terinfeksi Penyakit
Sebanyak 67 warga di sekitar lokasi kebakaran TPA Sarimukti dikabarkan terindikasi terinfeksi penyakit ISPA.
Berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Cipatat, Nuraeni dari jumlah itu terdapat dua orang harus dirujuk ke rumah sakit.
Baca Juga: Imbas TPA Sarimukti Terbakar, Warga Bandung Barat Diminta Terapkan 3R
"Jumlahnya ada 67 orang. Dari puluhan orang itu ada dua orang yang dirujuk ke RSUD Cikalong Wetan," katanya, pada Jumat (25/8/2023).
Sejauh ini, kata Nuraeni, Puskesmas Cipatat sudah memeriksa sekitar 75 orang, yang mengalami keluhan kesehatan.
"Di antaranya 27 laki-laki, dan 48 perempuan. Selain ISPA, petugas mendapati warga menderita penyakit perih mata atau konjungtivitis," katanya.
Sebagai rincian, warga mengalami konjungtivitis tersebut ada 4 orang, asma 3 orang, dermatitis kontak alergi 4 orang, dan gangguan pendengaran atau BPP 4 orang.
Keselamatan Jadi Prioritas
Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan sudah menginstruksikan OPD terkait untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak kebakaran TPA Sarimukti.