SuaraBandungBarat - Manusia memiliki cara dan gaya tidur yang berbeda-beda. Jenis-jenis orang saat tidur pun beragam jumlahnya, dari mulai terlentang, telungkup, menghadap kanan atau lain semacamnya.
Sedangkan, tidur sendiri merupakan suatu kebutuhan primer manusia agar dapat beristirahat dan kembali mengisi ulang energi yang dimiliki agar kembali fresh dan dapat beraktivitas kembali tanpa tersendat apapun.
Apabila manusia kekurangan tidur, maka akan berdampak pada kesehatan tubuhnya sendiri. Selain itu, idealnya tidur manusia ada pada durasi delapan jam. Walaupun, dalam banyak kasus bukan tentang masalah durasi tetapi tentang masalah kualitasnya.
Selain itu, meskipun manusia memiliki banyak cara dan gaya tidur senyatanya ada beberapa kebiasaan tidur yang tidak disukai oleh Allah SWT dan hal tersebut dapat melahirkan dosa, karena dinilai kurang elok dan sopan.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya yang kemudian diunggah dalam kanal YouTube Al-Bahjah.
Ternyata, diketahui seseorang dalam melakukan dosa di saat terjaga dan saat tertidur. Tidur yang disebut-sebut melahirkan dosan adalah ketika seseorang tertidur dan ia belum melaksanakan salat.
Salat sendiri merupakan satu kewajiban ibadah yang paling penting di antara ibadah lainnya. Saking pentingnya salat, bahkan ciri seorang muslim adalah dinilai dari salat yang ditegakannya.
Namun, Buya Yahya juga menerangkan jika seseorang ketiduran tanpa sengaja meninggalkan dan sebelumnya ia terbiasa melaksanakan salat sebelum tidur, maka ia tidak berdosa.
Beda halnya dengan seseorang yang memiliki kebiasaan begadang hingga lupa untuk melaksanakan salat subuh, misalnya. Maka, ia akan dijatuhi hukuman dosa.
Lantas Buya Yahya pun menerangkan bahwa kebiasaan tidur seperti itu adalah perilaku yang tidak disukai oleh Allah SWT. Namun menurutnya tidur sebelum waktu salat dan
tidak menjadi kebiasaan bukanlah sesuatu yang akan mendatangkan murka
Tuhan.
"Kalau tidur sebelumnya (waktu salat) dan tidak menjadi kebiasaan (maka) itu tidak apa-apa, kalau kebiasaan maka itu kurangajar" tuturnya.
Seperti diketahui, dalam ajaran Islam salat merupakan tiang agama. Jika meninggalkannya, maka senyatanya telah merobohkan agama.
Untuk itu, kerap diberi perintah oleh siapapun agar kiranya setiap muslim jangan meninggalkan salat.
Terlebih karena tidur yang disengajakan untuk tidak melakukan salat, perilaku tersebut bakal mendatangkan ketidaksukaan Allah terhadap hambanya.
Maka, sederhananya tidur yang kemudian disukai oleh Allah SWT adalah ketika seseorang telah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang hamba Tuhan. (*)