SUARA BANDUNG BARAT - Mitos atau fakta, kegemukan membuat seseorang sulit mendapatkan keturunan karena mengganggu seksualitas?
Kegemukan atau obesitas merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kelebihan berat badan yang disebabkan karena lemak tubuh berlebihan.
Jika obesitas terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan mengalami berbagai resiko kesehatan.
Terjadinya obesitas biasanya dikarenakan kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada yang dibakar oleh gerak tubuh.
Maka dari itu, lemak dalam tubuh akan terus bertambah hingga mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Lantas, benarkan obesitas berdampak buruk bagi kesuburan dan mengganggu seksualitas seseorang?
Seperti yang dikutip bandungbarat.suara.com dari Instagram @grahawish, Dokter Boyke melarang gemuk jika ingin cepat punya anak.
"Jangan gemuk kalo Anda menginginkan cepat punya anak," kata Dokter Boyke.
Dengan kata lain, kegemukan memang berpengaruh terhadap kesuburan hingga menghambat seseorang untuk cepat memiliki keturunan.
Menurut Dokter Boyke berdasarkan pasien-pasien yang ditanganinya, terdapat beberapa kasus ketidakpuasan pasangan yang diakibatkan oleh kegemukan.
"Ada kaitan gak kegemukan dengan seksualitas? ya, beberapa kasus-kasus yang kita tangani, kegemukan mengakibatkan ketidakpuasan dari pasangan," jelasnya.
Maka dari itu, sudah sepatutnya setiap orang menjaga berat badan ideal agar kesehatan tubuh hingga kesehatan di ranjang tetap terjaga.
Bahkan Dokter Boyke menyebut jika beberapa kasus mengeluhkan posisi dan variasi saat berhubungan badan yang terasa sulit karena kegemukan.
"Beberapa mengatakan bahwa posisi dan variasi dari orang-orang gemuk menjadi lebih terbatas, aktivitas seksual juga menjadi lebih sulit dilakukan orang-orang gemuk," imbuhnya.(*)