SUARA BANDUNG BARAT - Informasi mengenai ayam broiler yang tidak bergizi sering terdengar. Misalnya, “Jangan makan sayap ayam, soalnya disuntiknya disitu, jadi banyak obatnya”.
Dokter hewan Risky Aprillian, drh mengupas tentang hoaks ayam broiler agar memahami pangan aman.
bandungbarat.suara.com melansir dari laman akun Instagram Risky Aprillian, drh @risky.aprillian, Jumat (8/9/2023).
Peternakan ayam broiler merupakan usaha dan bisnis yang salah satu tujuannya untuk mendapatkan keuntungan. Sehingga, ayam dipanen dalam waktu yang relatif cepat dan memiliki performa yang bagus.
“Apa karena ini peternak ngasih hormon ke ayam? Tentu tidak, kalian ingat gak hukum teori persilangan mendel yang waktu sekolah diajarin?” tanya Risky.
Risky menjelaskan, ayam yang hari ini berkembang biak adalah hasil serangkaian penelitian dan kawin silang. Sehingga menghasilkan ayam broiler dengan waktu 30 hari pemeliharaan dapat memberikan performa yang baik.
“Performa yang baik gak cuma karena bibitnya, tetapi juga pemeliharaanya terutama manajemen pakan. Di peternakan, bagaimana caranya selama satu bulan penuh manajemen pakan diatur oleh peternak agar bibit yang sudah bagus memiliki performa yang semakin baik,” jelasnya.
Peternak juga memikirkan agar biaya produksi dapat ditekan. Salah satu caranya dengan menghindari penyakit.
“Sama seperti anak-anak yang lahir, ada vaksin yang harus diberikan untuk mencegah penyakit. Ayam juga sama, dari ayam menetas ada manajemen vaksin sesuai usia untuk mencegah beberapa penyakit,” papar dokter hewan Risky.
Baca Juga: Tidak Perlu ke Dokter atau Obat Kimia, Ini Cara Alami Mengobati Asam Urat, Dijamin Ampuh
Menurut Risky, video yang beredar di media sosial tentang ayam yang sedang disuntik di bagian sayap atau dada bukanlah suntik hormon, melainkan vaksin.
Lalu, informasi mengenai jangan memakan bagian sayap, leher dan brutu ayam karena banyak penyakit dan akumulasi residu dari hormon yang disuntik pada ayam tidaklah benar.
“Para ahli seperti dokter atau ahli gizi memang menyarankan untuk menghindari memakan bagian tersebut. Bukan karena tempat suntik hormon, atau banyak berkumpulnya residu hormon. Tapi, karena kandungan gizi,” katanya
Ketiga bagian tubuh ayam itu mengandung lemak yang cukup tinggi dibandingkan bagian lain. Karena itu, orang dewasa sebaiknya menghindari.
Semakin banyak makan lemak, tentu tidak baik untuk tubuh. Tetapi, bagian tersebut sangat baik untuk balita.
Tambahkan lemak hewani sebagai MPASI. Sehingga, konsumsi lemak harian para balita tercukupi.(*)