SuaraBandungBarat - Edukasi seksual, Melakukan foreplay merupakan salah satu yang
sangat dianjurkan dilakukan oleh pasangan suami istri ketika melakukan hubungan badan.
Foreplay dapat memberi stimulus positif bagi pasangan yang hendak melakukan hubungan intim, selain itu kegiatan ini pula merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai dan mempertahankan gairah seksual.
Meksipun, laki-laki acapkali tidak ingin lama-lama atau bahkan tidak ingin sama sekali melakukan aktifitas ini dan langsung ingin melakukan penetrasi.
Hal tersebut dapat dibilang wajar, karena selain gairah seksual laki-laki yang sudah pasti meninggi tetapi di sisi lain ada kekhawatiran jika Mr. P nya takut segera loyo jika lama melakukan foreplay sehingga menyulitkan diri ketika hendak penetrasi.
Meski demikian, tidak berarti laki-laki jangan tidak melakukan foreplay karena berikut akan diterangkan manfaat yang akan diperoleh jika seorang suami melakukan foreplay sebelum berhubungan suami istri.
Menurut dr. Haekal Anshari foreplay penting untuk laki-laki sebagai cara untuk sedikit merelakasikan rasa exciting yang berlebihan agar penetrasi tidak dilakukan terburu-buru.
Ia juga memaparkan bahwa siklus respon Masters & Jhonson, laki-laki memang lebih mudah mencapai orgasme karena fase Pleteau yang lebih singkat daripada perempuan.
Oleh sebabnya, perlu dihindari melakukan rangsangan yang berlebihan pada area penis laki-laki saat foreplay. Sehingga laki-laki tidak mudah akan mencapai kepuasan dan pihak perempuan pun dapat diperhatikan tentang titik puncak kepuasannya.
Jadi, manfaat yang dapat diperoleh oleh seorang suami saat melakukan foreplay adalah dapat lebih membuat lebih relaks saat hendak melakukan hubungan badan, selain itu dapat memberikan kesempatan kepada pasangannya untuk mencapai kepuasan hubungan intim bersama. (*)
Baca Juga: Terpilih Jadi PJ Gubernur Kalimantan Barat, Ini Profil Harrison Azroi