SuaraBandungBarat - Tidur adalah aktifitas untuk mengistirahatkan badan agar di esok hari dapat lebih membuat dan menambah energi manusia.
Tidur yang cukup akan membuat badan lebih sehat serta tidak mudah sakit karena tidak jarang orang mudah sakit itu disebabkan karena kurang memperhatikan tidurnya.
Rasulallah, adalah salah satu suri tauladan terbaik untuk dicontoh dalam perilaku kehidupan kita. Ia tidak pernah cacat dalam memberikan contoh kepada umatnya.
Salah satu contoh yang dapat ditiru adalah pola tidur Rasulallah, dr. Zaidul Akbar memberi penjelasan bagaimana pola tidur rasulallah di mana ia menjelaskan bahwa tidur dapat mengembalikan tenaga kepada manusia untuk dapat kembali melakukan aktifitasnya.
Kurang tidur dikhawatirkan akan memicu berbagai penyakit, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang berat.
Bahkan, dr. Zaidul Akbar memberikan keterangan salah satu pemicu kanker adalah karena adanya pemicu kurang tidur.
Untuk itu, menurutnya perlu agar kita meniru bagaimana pola tidur Rasulallah.
"Coba tanya ke orang (yang sering) gym salah satu yang disyaratkan untuk mendapat tubuh yang sehat adalah memang seperti tidurnya rasulallah" ungkap dr. Zaidul.
"Rasulallah tidur berapa waktu, umumnya rasulallah akan tidur bada isya," paparnya lanjut.
Baca Juga: Innalillahi, Nenek Rohaya yang Nikahi Pemuda Terpaut 55 Tahun Meninggal Dunia
Menurutnya tidur bada isya merupakan fase paling baik dan menurutnya rasulallah pun bangun pada pertengahan malam hingga memasuki salat subuh.
"Di antara azan dan iqamah subuh, beliau tidur sebentar tetapi bukan tidur nyenyak" ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa saat seseorang mengikuti pola tidur
rasulallah, maka insyaallah akan memperoleh manfaat yang tidak pernah
terpikirkan sebelumnya. (*)