SuaraBandungBarat - Masturbasi atau onani barangkali sering dilakukan sebagian orang baik laki-laki maupun perempuan.
Aktifitas seksual ini dinilai cukup wajar karena terjadi dari adanya hasrat dan gairah seorang manusia biasa.
Tetapi, banyak tulisan yang telah mengulas bahaya melakukan aktifitas 'menyimpang' seksual ini.
Meskipun begitu, menurut Dr. dr. Dicky Moch. Rizal, M.Kes, Sp.And, AIFM dalam podcast di kanal YouTube Dokter 24 menerangkan bahwa melakukan aktifitas ini tidak terlalu bermasalah bagi kesehatan.
"Tetapi, yang masalah itu adalah pertama ialah insight dia sendiri, atau yang melatarbelakangi dia melakukan onani itu apa," terangnya sebagaimana kami kutip pada Minggu (10/9/2023).
Jika ternyata ia melakukan aktifitas seksual tersebut dan muncul rasa berdosa karena ada sisi religiusitasnya maka ia akan mengalami gangguan stres.
"Kalau dari sisi latarbelakangnya itu karena didorong oleh pornogarfi pasti itu bermasalah," lanjut keterangan dr. Dicky.
"Dan jangan lupa juga orang-orang yang (mengalami gangguan kecemasan) stres kadang larinya ke masturbasi juga," tambahnya.
Menurutnya, ketika seseorang melakukan masturbasi saat stres dan gangguan kecemasan lainnya maka dopaminnya akan bertambah sehingga menghilangkan gangguan kecemasan atau stres tersebut.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Amazon Original di Prime Video, Thriller hingga Politik
Kesimpulan dari dr. Dicky dalam podcast tersebut menyebut bahwa melakukan masturbasi dalam taraf normal tidak akan membahayakan kesehatan bagi si penikmatnya.
Tetapi, jika dilakukan secara berlebihan maka akan menyebabkan kecanduan. Dan hal ini yang akan membahayakan kesehatannya. (*)