SUARABANDUNGBARAT - Malam pertama, saat yang penuh dengan kebahagiaan dan ketegangan bagi pasangan pengantin baru.
Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu di mana suami dan istri pertama kali berbagi intim bersama.
Namun, tahukah kamu bahwa setelah malam pertama, terjadi perubahan pada tubuh wanita?
Dokter Saddam Ismail, melalui sumbernya di YouTube, mengungkapkan beberapa perubahan fisiologis yang dapat terjadi pada tubuh wanita setelah malam pertama.
1. Elastisitas Miss V
Salah satu perubahan yang paling nyata adalah perubahan elastisitas pada organ kewanitaan, yang sering disebut "Miss V." Setelah berhubungan seksual, Miss V bisa terasa menebal dan membengkak. Ini adalah respons fisiologis tubuh terhadap aktivitas seksual baru. Meskipun ini mungkin mengejutkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kondisi ini akan kembali normal seiring waktu.
2. Perubahan pada Payudara
Aktivitas seksual juga dapat memengaruhi payudara wanita. Selama hubungan seksual, pasokan darah ke payudara meningkat, membuatnya terasa lebih kencang. Payudara juga bisa terasa lebih besar sementara. Ini juga merupakan reaksi tubuh yang normal terhadap rangsangan seksual. Seperti perubahan pada Miss V, payudara akan kembali ke kondisi semula setelah beberapa waktu.
3. Perubahan pada Puting Payudara
Puting payudara juga akan mengalami perubahan. Mereka akan menjadi lebih keras, menonjol, dan lebih sensitif selama hubungan seksual. Ini adalah respons fisiologis alami dan menambah sensasi kesenangan selama aktivitas seksual.
4. Perubahan pada Klitoris
Klitoris, organ yang sangat sensitif pada wanita, akan mengalami perubahan selama hubungan seksual. Klitoris akan membesar dan menjadi lebih sensitif selama rangsangan. Ini akan membantu wanita mencapai klimaks atau orgasme. Perubahan ini juga sementara dan akan kembali normal setelah beberapa saat.
5. Produksi Hormon Bahagia
Setelah berhubungan seksual, tubuh wanita akan meningkatkan produksi hormon bahagia, seperti serotonin dan oksitosin. Hormon serotonin membantu menciptakan perasaan bahagia, sementara oksitosin sering disebut sebagai hormon cinta. Ini menjelaskan mengapa wanita sering merasa lebih bahagia dan mencintai pasangannya setelah malam pertama.(*)
Baca Juga: Apakah Bahaya Minum Obat yang Sudah Kadaluarsa? Ini Kata Dokter Saddam Ismail