SUARABANDUNGBARAT - Keputihan dan rasa sakit saat berhubungan intim bisa membuat beberapa wanita khawatir apakah itu merupakan gejala dari masalah pada serviks atau leher rahim.
Dokter Julita Nainggolan, seorang spesialis obstetri dan ginekologi, memberikan penjelasan yang perlu diketahui tentang masalah ini dilansir dari tayangan Youtube DRV Channel.
Ektropion Serviks vs Erosi Serviks
Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk memahami perbedaan antara ektropion serviks dan erosi serviks. Ektropion serviks terjadi ketika lapisan dalam serviks yang disebut glandular menonjol keluar, menciptakan tampilan merah dan kadang kemerahan pada serviks.
Ini bisa terjadi karena faktor genetik atau perubahan hormonal tertentu, seperti selama masa remaja atau kehamilan. Biasanya, ini adalah kondisi normal dan tidak perlu dikhawatirkan jika tidak ada keluhan klinis.
Erosi Serviks dan Gejalanya
Sementara itu, erosi serviks adalah kondisi di mana lapisan serviks mengalami peradangan akibat infeksi atau masalah lain.
Gejala yang bisa muncul termasuk keputihan dengan bau yang tidak sedap, keputihan berwarna, sensasi terbakar, atau rasa gatal di area vagina. Beberapa wanita juga mungkin mengalami pendarahan, luka, atau nyeri panggul setelah berhubungan intim.
Pentingnya Pemeriksaan Pap Smear
Untuk mengetahui apakah ada masalah lebih serius seperti kanker serviks, pap smear adalah pemeriksaan yang dianjurkan.
Pap smear adalah metode screening untuk mendeteksi lesi pra kanker atau bahkan kanker serviks yang mungkin belum terlihat secara kasat mata. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter kandungan.
Pemeriksaan Kolposkopi dan Biopsi
Jika hasil pap smear mencurigakan, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan kolposkopi. Ini memungkinkan dokter untuk melihat serviks dengan detail menggunakan perbesaran. Jika ada yang mencurigakan, dokter dapat melakukan biopsi, di mana sampel jaringan diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk diketahui bahwa tidak semua perubahan pada serviks berarti masalah serius. Hingga 70% wanita dengan ektropion serviks atau erosi serviks sebenarnya dalam batas normal dan tidak memerlukan perawatan. (*)