SuaraBandungBarat - Virus Nipah sedang ramai diperbincangkan, terutama setelah memakan korban jiwa di Karala, India beberapa waktu yang lalu.
Beramai-ramai negara-negara dunia pun mulai meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kembali pandemi sebagaimana terjadi dua tahun silam.
Pada 1999 lalu, virus Nipah pernah menggemparkan Malaysia dan membayang-bayangi ketakutan karena angka kematian yang dipicunya meningkat cukup tinggi.
Lebih mengerikan, sampai saat ini virus Nipah belum ditemukan antibody-nya atau vaksin untuk virus ini belum tercipta.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut jika virus Nipah termasuk dalam virus zoonosis atau virus yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar sesama manusia.
Virus ini nantinya akan mengalami gejala yang bervariasi dan tanpa gejala, infeksi pada saluran napas akut (ISPA) ringan sampai berat.
Gejala yang dialami oleh si penderita seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah serta nyeri tenggorokan.
Dalam beberapa kasus yang berat, si penderita akan mengalami pneumonia atipikal atau gangguan pada saluran pernapasan berat sampai dengan kejang-kejang.
Baca Juga: Apakah Malam Ini 21 September 2023 Malam Jumat Kliwon? Hati-hati, Hari Keramat!
Demikianlah informasi tentang gejala yang bakal dan umum dialami oleh seorang yang terkena virus Nipah. Usahakan jika anda mengalami hal-hal di atas untuk segara mendatangi rumah sakit terdekat dan melakukan pemeriksaan. (*)