SUARA BANDUNG BARAT - Marc Marquez mengaku lebih menjagokan Jorgen Martin (Prima Pramac) dibanding Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2023.
Rider andalan tim Repsol Honda itu pun membeberkan alasannya perihal pilihannya memfavoritkan Jorge Martin untuk menjadi juara dunia MotoGP 2023.
Menurut Marc Marquez, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin sebenarnya kedua sosok pebalap yang sama-sama punya kecepatan luar biasa.
Hanya saja, kata The Baby Alien itu, Jorge Martin dinilai tidak memiliki tekanan apapun, sehingga bisa tampil lebih lepas.
Kondisi berbeda dialami Bagnaia, dengan statusnya sebagai juara dunia MotoGP 2022, dia diyakini akan memiliki beban yang besar dalam mempertahankan gelar juara musim ini.
"Bagi saya, Martin (favorit juara MotoGP 2023). Kecepatan mereka berdua (Bagnaia dan Martin) sangat dekat, keduanya memiliki kelebihan yang sangat kuat. Tapi, Martin tidak akan rugi apa-apa, berbeda dengan Bagnaia," kata Marc Marquez.
"Karena Martin tidak di tim pabrikan, dia bukan juara dunia, dan jika menang, dia menang. Jika dia berada di urutan kedua, dia akan berada di urutan kedua. Bagnaia harus menang apapun yang terjadi. Mereka berdua berada pada titik itu," sambung rider berjuluk The Baby Alien itu, seperti dilansir dari Motosan.
Memang perebutan gelar juara dunia MotoGP 2023 sekarang ini semakin ketat usai gelaran MotoGP Jepang pada pekan lalu.
Sebab Jorge Martin mampu memangkas ketertinggalannya menjadi tiga poin dari Bagnaia, yang menduduki puncak klasemen MotoGP 2023 sementara.
Persaingan ketat tersebut terjadi usai Jorge Martin sukses menyapu bersih Sprint Race dan balapan utama di Sirkuit Motegi, Jepang dengan kemenangan.
Sementara, pebalap andalan tim Ducati Lenovo hanya naik podium ketiga pada sesi Sprint, dan menjadi runner up pada balapan utama MotoGP Jepang.
Dengan enam seri dan 12 balapan tersisa di MotoGP 2023, jelas kedua pebalap tersebut memiliki kans yang sama untuk menjadi juara dunia musim ini.
Tetapi, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin memiliki misi yang berbeda. Pecco berjuang untuk mempertahankan gelarnya. Sementara Martinator berusaha untuk merebut gelar juara pertama kalinya di kelas utama. (*)