Karena beras yang telah terkena pengawet, zat pemutih, atau pestisida dapat merusak kemampuan air cucian beras untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Untuk itu, pilihlah beras organik yang dicuci sebelumnya dan gunakan airnya untuk menyiram tanaman.
4. Menyiram Tanaman saat Udara Lembab
Kesalahan keempat adalah menyiram tanaman hias saat udara dalam kondisi lembab, terutama selama musim hujan.
Hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jamur atau busuk akar pada tanaman, terutama jika tanaman berada di di tempat yang kurang sirkulasi udara.
5. Memberikan Air Cucian Beras Terlalu Banyak
Hindari memberikan air cucian beras dengan porsi terlalu banyak sampai tanaman terlalu jenuh karena kelebihan air yang dapat merusak akar dan tanaman secara keseluruhan.
Pastikan dalam satu kali menyiram, air cucian beras yang diberikan disesuaikan dalam porsi cukup, dengan dengan kondisi tanaman hias.
6. Menggunakan Bilasan Air Cucian Beras yang Kurang Nutrisi
Baca Juga: Cara Merawat Tanaman Hias Gantung Tanpa Ribet: Dijamin Jadi Hobi Deh
Terakhir, pastikan menggunakan air cucian beras pada bilasan pertama atau kedua karena air cucian berikutnya kandungan nutrisinya sudah berkurang.
Sehingga tidak memberikan manfaat yang diharapkan pada tanaman. Pilihlah air cucian beras yang masih kaya nutrisi.
Dengan menghindari enam kesalahan-kesalahan dalam pemanfaatan air cucian beras, tentunya dapat memastikan tanaman hias tumbuh dengan sehat dan indah.
Ingatlah untuk selalu memperhatikan kualitas air cucian beras yang digunakan dan memberikannya dengan bijak untuk hasil yang optimal. Selamat berkebun! (*)
Sumber:
Channel YouTube Alam Organik