SUARA BANDUNG BARAT - Belakangan ini, kualitas udara di Indonesa menjadi memburuk, khususnya di Jakarta. Hal ini diduga disebabkan oleh tingginya polusi dan cuaca panas ekstrim tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Dengan kondisi ini, penggunaan AC (Air Conditioner) menjadi meningkat dan tentunya hal ini tidak baik bagi kesehatan pernafasan.
Oleh karena itu, terdapat sejumlah tanaman hias memiliki kemampuan untuk menyerap racun berbahaya dari udara atau menjadi penyaring udara.
Tanaman hias tak hanya berfungsi sebagai elemen dekorasi untuk mempercantik tanaman, tetapi juga bisa untuk membersihkan udara yang kotor.
Contoh tanaman hias yang berfungsi baik dalam menyerap polusi udara adalah lidah mertua. Lidah mertua memiliki tampilan yang khas yakni daunnya tumbuh tegak dan berbentuk layaknya pedang runcing.
Tanaman hias dengan nama ilmiah Sanseviera ini dikenal karena kemampuannya dalam membantu menghilangkan polutan udara beracun.
Uniknya, tanaman hias lidah mertua ini bisa mengubah karbondioksida (CO²) menjadi oksigen (O²) sangat baik pada malam hari.
Lidah mertua memiliki kemampuan untuk menyerap hingga 46 persen dari gas polutan yang berbahaya seperti karbon monoksida, benzene, formaldehyde, dan karbon dioksida.
Dengan bantuan sel-sel daunnya, tanaman ini mampu menyaring dan mengubah kotoran, bau, dan gas berbahaya tersebut menjadi udara yang bersih.
Baca Juga: Menghindar Ditanya Soal Kasus Pemerasan Pimpinan KPK ke Kakaknya, Adik SYL: Wallahu a'lam Bishawab
Dengan beberapa manfaat tersebut, lidah mertua menjadi pilihan yang tepat bagi para penggiat tanaman hias untuk menyerap polusi.(*)