Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli dikenal sebagai sosok yang selalu mengkritik pemerintahan Indonesia, terutama Joko Widodo dan Sri Mulyani.
Ia seakan merasa bahwa analisanya selalu benar.
Baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD blak-blakan mengatakan bahwa Rizal Ramli adalah sosok yang ngawur dan bodoh.
Hal ini lantaran, Rizal Ramli mulai menyenggol Mahfud MD terkait polemik pernyataan 'masuk kekuasaan menjadi iblis'.
Tudingan itu dilontarkan Mahfud di media sosial Twitternya @mahfudmd menjawab pernyataan Rizal Ramli terkait persoalan Perppu Ciptaker.
"Ternyata Rizal Ramli ini makin ngawur dan bodoh. Tunjukkan, kapan saya bilang bahwa setiap orang yang masuk kekuasaan menjadi iblis. Goblok lah pernyataan tersebut. Kapan dan di mana saya bilang begitu?. Ayo. Saya bilangnya bukan begitu lah tapi begini," cuit Mahfud
Menanggapi soal itu, Pakar mantan Alifurrahman mengatakan bahwa akhinrya ada juga yang berani melawan Rizal Ramli.
“Nah selama ini, ketika Rizal Ramli nyerang-nyerang Pak Jokowi, Sri Mulyani secara pribadi gitu ya, yang dianggap bodoh dan sebagainya, itukan nggak pernah direspon sama pak Jokowi dan Sri Mulyani,” Ujarnya.
“Nah sekarang ketemu Mahfud MD, dijawab dengan jawaban yang setimpal,” tambahnya.
Baca Juga: Megawati Menangis Ingat FX Rudi yang Dinilai Preman Hingga Jadi Wali Kota
Alifurrahman juga mengatakan bahwa meski mendapat kritikan pedas dari Mahfud, tidak ada warganet yang membela Rizal Ramli.
“Sampai sekarang itu nggak ada yang belain Rizal Ramli dikolom komentar, nggak ada yang nanyain soal adab dan sopan santun seorang pejabat juga,” ungkapnya.
“Kayaknya orang emang nungguin orang yang mau menjawab pernyataan Rizal Ramli,” sambungnya.
Menurutnya, semua orang senang dan lega lantaran akhirnya ada pejabat yang mau melawan Rizal Ramli ketika disenggol.
“Semua senang kayaknya. Akhirnya ada yang melawan Rizal Ramli. Karena Mahfud MD sudah melawan seperti ini, maka selanjutnya ini menjadi pelajaran bagi Rizal Ramli, bahwa kalo dia berani nyenggol maka akan dilawan,” tuturnya.
Sebelumnya, Mahfud menjelaskan maksud pernyataan 'malaikat akan menjadi iblis bila masuk ke sistem Indonesia' itu diucapkannya di masa lalu dalam konteks evaluasi sistem Pilkada. Sebab, menurutnya, sistem yang ada mendorong kandidat untuk melakukan tindakan korupsi.