Bahkan, Arie mengaku pernah dibayar hanya dengan nasi kotak. Namun, yang pertama dibayar pakai uang adalah Rp150 ribu itu.
Indra, Rigen, dan Ge Pamungkas mengakui, bayaran sebagai komika pemula memang sangat kecil.
Indra awalnya dibayar nasi kotak dengan majalah, Rigen dibayar pakai tiket nonton stand up comedian.
Ge Pamungkas juga mengakui. Dia malah dibayar Rp50 ribu untuk berdua. Namun, karena dibagi lagi dengan yang lain, akhirnya dia cuma dapat Rp10 ribu.
“Murah-murah bayaran kalian, ya?” tandas Arie Kriting.
“Iya, Bang Arie lumayan ya,” kata Rigen menyela.
“Tapi waktu itu ngancem?” tanya Indra disambut tawa.
Namun, Arie mengatakan, bayaran Rp150 ribu itu hanya bertahan di awal jadi komika. Yakni sekitar dua kali stand up. Setelah itu honornya sebagai komika meningkat seiring dengan ketenarannya.
Dalam tayangan di kanal Youtube Vindes, Arie Kriting mengakui bahwa pada awalnya ragu terjun ke dunia stand up comedian.
Baca Juga: Arie Kriting Akhirnya Bicara Soal Dukun Untuk Dapatkan Indah Permatasari
Setelah menjadi juara ke-3 ajang pencarian bakat komika, Suci (Stand Up Comedian Indonesia), dia sempat berpikir apakah akan terjun jadi komika atau tetap menjadi perencana wilayah dan kota, sesuai keahliannya.
Diketahui Arie Kriting adalah Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota atau biasa disebut planolog dari ITN Malang. Gaji dia sebagai planolog masih lebih besar ketimbang menjadi komika.
"Jadi (tahun) 2013 saya abis ikut kompetisi, masih bolak-balik Malang. Masih kerja. Karena saya kerja lumayan bayarannya, lebih banyak dari kerja Stand Up (Comedy) lah pada saat itu. Stand Up dibayar berapa sih waktu itu, masih ratusan ribu sebenarnya," paparnya, dalam tayangan 2 Mei 2022.
Karena ajakan komika Ernest Prakasa untuk masuk manajemennya, dan diyakinkan bahwa menekuni profesi komika dan dunia hiburan bisa untuk menopang penghidupan, Arie akhirnya nekat ke Jakarta. Tinggalkan Malang.
"Akhirnya Ernest Prakasa yang ngajak, 'udah lu masuk manajemen kita, pasti ada jalurnya untuk hidup', gitu. Ya sudah saya coba-coba tinggal di Jakarta," jelas komika asal Buton, Sulawesi Tenggara ini.
Dia menilai Ernest visioner. Bukan sekadar menjadi komika, bersama Ernest, Arie Kriting akhirnya menyelami dunia hiburan lebih luas.