Harta Karun Lombok Ditaksir Bernilai Triliunan Dikembalikan ke Indonesia

Suara Bestie

Selasa, 11 Juli 2023 | 15:50 WIB
Harta Karun Lombok Ditaksir Bernilai Triliunan Dikembalikan ke Indonesia
Wisatawan melintas dekat benda bersejarah di ruang pameran Museum Negeri NTB, Kota Mataram

Guru Besar Bidang Sejarah dan Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof Jamaluddin menyarankan harta karun Lombok yang dulu dirampas Belanda dan kini dikembalikan ke Indonesia agar disimpan di Museum Jakarta.

"Mungkin kita bisa amankan barang tersebut, tetapi saya ragu generasi setelah kita bisa mengamankan barang itu, sehingga dari perspektif keamanan, jauh lebih aman disimpan di Museum Jakarta," ujarnya di Mataram, Selasa 11 Juli 2023.

Hal itu disampaikan Prof Jamaluddin menanggapi adanya keinginan masyarakat NTB agar harta karun Lombok itu disimpan di daerah.

Ia mengaku bukan tidak ingin melihat harta karun Lombok itu di simpan di Museum NTB. Namun, menurut dia, jauh lebih aman jika barang-barang tersebut disimpan di Jakarta.

"Bukan karena tidak ingin barang itu ada di Lombok, tetapi saya hafal museum itu kayak apa. Naskah yang ada di sana (Museum NTB, red) banyak yang tidak terurus. Bahkan, ada yang tidak bisa kami temukan," ujarnya.

Disinggung terkait berapa nilai dari harta karun Lombok tersebut jika ditaksir dalam rupiah, Jamaluddin mengatakan sudah pasti nilainya fantastis.

"Kalau kaitannya dengan nilai, ini luar biasa. Jangankan ini emas, permata, kalau kita berbicara nilai uang, jadi keramik saja, di pasar gelap, keramik yang sudah umur di atas 100 tahun, itu ratusan juta harganya. Apalagi ini barang yang banyak terbuat dari emas dan perak. Itu bisa triliunan rupiah nilai barangnya," kata Jamaluddin.

"Kenapa bisa mahal, karena nilai kesejarahannya. Kalau sudah ratusan tahun, harganya bisa miliaran hingga triliunan rupiah. Contoh saja uang bolong, itu peninggalan abad 16, bisa laku ratusan juta," katanya.

Meskipun dari sisi harga pasti tinggi, menurut dia, jauh lebih penting dari barang-barang tersebut bisa dipakai sebagai objek penelitian.

baca juga

"Jadi, sesungguhnya ini kan artefak, kalau dalam kajian arkeologi namanya artefak. Artefak ini bisa menjadi lahan kajian untuk menulis sejarah. Kita bisa merekonstruksi. Dari misalnya teknologi kerajinan. Jadi, kalau dulu di kalangan masyarakat Sasak itu ada kelompok pengrajin," katanya.

Selanjutnya dari tipologi perhiasan, benda itu bisa dijelaskan bagaimana teknologinya, kaitannya dengan motif, sehingga itu semua bisa dikaji. Sejak kapan orang-orang ini mengenal tradisi tersebut, itu bisa dilacak semua sehingga apa yang dikembalikan Belanda akan menjadi kajian yang sangat menarik.

Oleh karena itu, kajian ilmiah dan riset dalam merekonstruksi peradaban orang Lombok ini akan memberikan kontribusi yang luar biasa.

"Dana riset kita ini kan tidak seberapa. Riset kita di kampus ini, tidak bisa kita sampai Belanda. Namun, sekarang barang itu yang datang, sehingga sangat mungkin kita melakukan riset sejarah pada masa kejayaan kerajaan tersebut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil Windah Basudara, YouTuber yang Ikut Galang Dana untuk Kurnia Meiga

Profil Windah Basudara, YouTuber yang Ikut Galang Dana untuk Kurnia Meiga

Bola | Selasa, 11 Juli 2023 | 15:49 WIB

Kemenyan, Komoditas Prioritas Tapanuli Hadapi Tantangan Krisis

Kemenyan, Komoditas Prioritas Tapanuli Hadapi Tantangan Krisis

Sumut | Selasa, 11 Juli 2023 | 15:28 WIB

Mangkrak Lama, Pasar Cinde Butuh Rekonstruksi Gubernur Herman Deru

Mangkrak Lama, Pasar Cinde Butuh Rekonstruksi Gubernur Herman Deru

Sumsel | Selasa, 11 Juli 2023 | 15:11 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×