Bicara soal Bahasa Bali, tidak lepas dari anggah-ungguh basa atau tingkatan dalam berbicara, mulai dari yang kasar hingga paling halus.
Di bali memang masih mengenal pabinayan linggih (perbedaan kedudukan), sehingga harus berbicara dengan bahasa halus kepada orang yang derajatnya lebih tinggi maupun dihormati.
6 tingkatan bicara Bahasa Bali
1. Basa Kasar
Basa Kasar ini merupakan bahasa dengan nilai rasa yang kasar dan digunakan ketika sedang mencaci-maki ataupun bertengkar. Basa kasar ini digunakan untuk mengumpat dan dapat menyinggung perasaan orang lain.
2. Basa Andap
Dalam Bahasa Bali, andap atau endep dapat berarti rendah. Karenanya, basa andap ini dinilai memiliki nilai rasa yang rendah, namun tidak serendah basa kasar. Basa Andap bukanlah bahasa yang kasar, namun juga bukan bahasa dalam tingkatan menengah maupun halus. Basa andap ini yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari oleh masyarakat Bali.
3. Basa Madia
Dalam Bahasa Bali, madia artinya tengah. Jadi, basa madia ini tingkatannya berada di antara basa andap dan basa alus.
Dilma praktiknya, basa madia juga banyak ditemukan dalam pergaulan di masyarakat. Contoh saja seperti penggunaan kata sampun (sudah), inggih (ya), nenten (tidak) yang termasuk dalam basa alus kemudian berubah menjadi ampun, nggih, ten dalam basa madia.
4. Basa Alus Mider
Dalam Bahasa Bali, basa alus dibagi menjadi tiga, yaitu alus mider, alus sor, dan alus singgih. Basa alus mider adalah jenis bahasa halus yang sering dipakai dalam rapat, maupun berhadapan dengan orang banyak. Jikalau kita berposisi sebagai pembicara dalam suatu acara, maka bahasa yang cocok digunakan adalah alus mider.
5. Basa Alus Sor
Sor dalam bahasa Bali berarti bawah. Dalam artiannya, basa alus sor adalah bahasa halus yang digunakan untuk ngesorang rage (merendahkan diri) ke orang yang dihormati atau punya derajat lebih tinggi.
6. Basa Alus Singgih