Mekare-Kare juga diiringi oleh permainan gamelan yang ditabuh dengan tempo yang cepat dan sorakan peserta lain yang memberi semangat.
Setelah tradisi Mekare-Kare selesai, para peserta yang berpartisipasi akan makan bersama dengan sajian menu ayam betutu dan olahan khas lainnya tanpa rasa dendam atau marah.
Waktu Pelaksanaan Mekare-kare
Upacara ini biasanya akan diadakan pada awal Juni setiap tahunnya. Tradisi perang pandan atau Mekare-kare ini bertepatan pada upacara Ngusaba Kapat atau Sasih Sembah di depan halaman Bale Agung.
Tradisi ini diadakan selama dua hari berturut-turut dan biasanya dimulai mulai pukul 2 sore. Saat tradisi diadakan, para masyarakat setempat akan memakai pakaian adat khas Tenganan yaitu kain Tenun Gringsing.
Untuk pria hanya boleh menggunakan Kamen atau sarung dengan Saput sebagai selendang dan tidak lupa memakai ikat kepala atau udeng, para peserta yang mengikuti tradisi ini juga tidak boleh mengenakan pakaian bagian atas dan diharuskan bertelanjang dada.