Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Akhirnya, Ada Kereta Api di Sulawesi

Doddy Rosadi

Selasa, 12 Agustus 2014 | 19:46 WIB
Akhirnya, Ada Kereta Api di Sulawesi
Ilustrasi: Kereta api. (Antara/Siswowidodo)

Suara.com - Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) melakukan groundbreaking proyek Kereta Api (KA) Makassar–Parepare senilai Rp 6,4 triliun. Proyek ini merupakan Jalan KA Trans Sulawesi Tahap I sepanjang 144 km. Juga merupakan bagian awal dari pengembangan Perkeretaapian Trans Sulawesi yang ditargetkan sepanjang 2.000 km, dari Makassar ke Manado.

Proyek itu juga menjadi upaya nyata percepatan dan perluasan pembangunan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia, khususnya pembangunan infrastruktur perekeretaapian.

Hal itu dikatakan oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung saat melakukan groundbreaking proyek KA Makassar–Parepare, di Barru, Sulawesi Selatan, Selasa (12/8/2014).

“Groundbreaking proyek KA Makassar–Parepare ini, merupakan langkah bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena dilakukan di luar wilayah Jawa dan Sumatera” ujar Chairul Tanjung, dalam siaran pers yagn diterima suara.com, Selasa (12/8/2014).

Selain itu, kata Chairul, KP3EI terus berupaya keras agar rencana groundbreaking dan peresmian atas proyek-proyek MP3EI terealisasi. Karena itu, KP3EI mengharapkan dapat menyumbang realisasi serempak investasi sebesar Rp 443,5 triliun periode triwulan III dan triwulan IV-2014.

“Mencermati kesungguhan dan ketetapan hati dari mereka yang hadir disini hari ini, saya yakin, kontribusi KE Sulawesi akan meningkat secara eksponensial terhadap perekonomian nasional. Demikian pula kesejahteraan masyarakat yang kita acu dengan angka 16.000 dolar Amerika di tahun 2025, bukan mustahil kita raih. Kita tidak boleh tumbuh linear. Status sebagai bangsa maju harus kita raih, dengan determinasi, langkah-langkah pasti dan dengan manfaat eksponensial,” tegas Chairul.

Chairul menjelaskan, langkah yang dimulai di Sulawesi Selatan pada Koridor Ekonomi (KE) Sulawesi ini, merupakan bagian integral dari keseluruhan mozaik KE Indonesia. Tema KE Sulawesi adalah sebagai “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas, dan Pertambangan Nasional” dengan fokus pengembangan kegiatan ekonomi utama berupa Perikanan, Kakao, Pertanian, Pangan, Nikel, dan Migas.

Namun, MP3EI secara khusus men-seksamai KE Sulawesi sebagai bagian strategis dari konektivitas domestik dan global Indonesia. Sebab, kata dia, MP3EI memiliki grand scenario planning yang juga bertumpu pada sukses pertumbuhan dinamika ekonomi dan konektifitas domestik serta global KE Sulawesi.

“Karena itu, perwujudan proyek jalur KA Makassar-Parepare sebagai bagian dari jalur KA Trans Sulawesi, akan memperkuat posisi strategis KE Sulawesi sebagai magnit Pertumbuhan Intra-Koridor maupun Inter-Koridor Indonesia,” terang Chairul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 121 Perlintasan Kereta di Jabar Tanpa Palang Pintu

121 Perlintasan Kereta di Jabar Tanpa Palang Pintu

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 06:06 WIB

Menko Perekonomian Siap Selesaikan Tugas dalam 100 Hari

Menko Perekonomian Siap Selesaikan Tugas dalam 100 Hari

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2014 | 03:17 WIB

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×