Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Mentan: Impor Sapi Untuk Kebutuhan Kuartal IV 2015

Esti Utami

Jum'at, 21 Agustus 2015 | 09:00 WIB
Mentan: Impor Sapi Untuk Kebutuhan Kuartal IV 2015
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan). (Antara/Teresia May)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan mengimpor sapi bakalan untuk kebutuhan kuartal keempat 2015.

"Kita ini mengendalikan impor, apa saja bukan (hanya) daging sesuai kebutuhan, impor sesuai kebutuhan. Nah, kalau ada kebutuhan kapan saja tidak soal, tapi yang dipersiapkan oleh Pak Menteri Perdagangan adalah untuk berikutnya, kuartal berikutnya," katanya pada konferensi pers usai pertemuan tertutup dengan Asosiasi Perunggasan, Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Ia mengatakan saat ini ada persediaan sapi sebanyak 198 ribu ekor yang cukup memenuhi kebutuhan nasional 3-4 bulan ke depan. Menurutnya, sapi yang diimpor adalah sapi bakalan yang membutuhkan proses penggemukan yang kemudian dapat menghasilkan daging yang siap dijual.

"Jadi, apapun ceritanya kalau sekarang datang kita impor sapi kan pelihara tiga bulan," katanya.

Dengan demikian, daging sapi siap potong akan dapat diperoleh dalam waktu beberapa bulan pemeliharaan setelah sapi impor sampai di Tanah Air.

"Jadi kalau ini (persediaan 198 ribu ekor sapi) kan sampai 4 bulan ini atau 3 bulan berarti sampai akhir tahun kan. Nah, untuk persiapan berikutnya karena tidak bisa mengimpor hari ini, hari ini langsung dipotong. Itu bisa 3 atau 4 bulan (untuk penggemukan agar sapi siap potong)," ujarnya.

Terkait pernyataan Menteri Perdagangan untuk mengimpor sapi sebanyak 200 ribu-300 ribu ekor, ia mengatakan hal itu dilakukan untuk persiapan pemenuhan kebutuhan daging sapi di masa akan datang.

"Ya, jadi (stok sapi) untuk tahun ini kan cukup," tuturnya.

Ia tidak mengatakan kepastian jumlah sapi yang akan diimpor namun menurutnya impor dilakukan sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.

"Itu persiapan untuk berikutnya kan kalau masih kurang. Tapi itu tetap kita kaji, bukan bahwasanya 200 ribu ekor sapi belum tentu kita penuhi semua, sesuai kebutuhan dalam negeri kembali lagi," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya berusaha untuk mengendalikan impor demi kepentingan peternak dan menjaga harga sekaligus menjaga inflasi.

"Jadi mau. Kuartal satu, dua, tiga empat itu berapa kebutuhan dalam negeri itu yang menjadi perhatian kita karena kita harus kendalikan," tuturnya.

Ia mengatakan telah ada diskusi antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Perdagangan terkait impor sapi bakalan tersebut.

"Kami sudah diskusi dengan Menteri Perdagangan. Direktur Jenderal kami minta ketemu tanya Dirjen Peternakan, beliau masih berduka, nanti dengan direktur saya minta diselesaikan sesuai kebutuhan kita," katanya.

Terkait pengadaan impor sapi, ia mengatakan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan pihak swasta akan dilibatkan dalam mengimpor sapi bakalan.  Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan mengimpor 300 ribu ekor sapi untuk mengatasi kelangkaan pasokan daging sapi dan menjaga stabilitas harga komoditas ini yang sekarang melambung tinggi di beberapa daerah.

"Untuk sisa tahun ini kita mungkin bisa impor 200 ribu-300 ribu ekor. Kami sepakat dan masih menjalankan prosesnya," ujar Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

Thomas mengatakan impor ini adalah upaya pemerintah dalam memberantas ulah spekulan yang menahan pasokan sehingga komoditas menjadi melangka dan harga meninggi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%

Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:12 WIB

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:39 WIB

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:51 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

×