Persediaan AS Turun, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ririn Indriani

Jum'at, 03 Juni 2016 | 08:22 WIB
Persediaan AS Turun, Harga Minyak Dunia Melonjak
Ilustrasi harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia naik pada Kamis (Jumat pagi WIB) setelah dua hari mencatat kerugian, terangkat oleh penurunan dalam persediaan minyak mentah AS, sementara pertemuan penting OPEC meninggalkan produksi tetap tidak terkendali.

Harga turun setelah pertemuan enam bulanan (dua kali setahun) Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina berakhir, seperti yang diharapkan, tanpa kesepakatan untuk menurunkan atau membatasi produksi dalam menghadapi pasokan global yang berlimpah.

Tetapi pasar berbalik lebih tinggi, setelah Departemen Energi AS (DoE) melaporkan persediaan minyak mentah komersial negara itu turun pada pekan lalu sebesar 1,4 juta barel, meskipun pada 535,7 juta barel mereka tetap pada tingkat tertinggi secara historis.

DoE juga mengatakan ada penarikan dalam bensin dan persediaan produk minyak bumi lainnya.

Di New York, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 16 sen menjadi berakhir di 49,17 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, patokan Eropa, maju 32 sen menjadi menetap di 50,04 dolar AS per barel di perdagangan London.

"Penurunan stok (AS) membantu mendukung harga untuk sekarang -- tetapi dinamika penawaran dan permintaan tidak berubah," analis CMC Markets Michael Hewson mengatakan kepada AFP.

"Pertanyaan besarnya adalah berapa banyak lagi kenaikan potensial bisa kita lihat." Sebelumnya, OPEC mempertahankan kebijakan tidak berubah karena pemulihan moderat harga minyak meringankan tekanan untuk membatasi produksi, dengan Arab Saudi mengatakan kartel senang dengan pasar saat ini.

Menteri perminyakan baru Arab Saudi, tokoh utama OPEC, Khaled al-Falih, mengungkapkan keyakinannya bahwa pemulihan harga akan terus berlanjut. "Semua orang sangat puas dengan pasar. Pasar sedang melakukan penyeimbangan kembali seperti yang kita bicarakan," kata dia.

Pada pertemuan Desember, OPEC mempertahankan target produksi kelompoknya 30 juta barel per hari, yang dalam berbagai kasus banyak dilanggar. Produksi OPEC saat ini diperkirakan mencapai 32 juta barel per hari, kira-kira sepertiga dari produksi minyak dunia.

Andy Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan pasar bernafas "lega" setelah Arab Saudi "menunjukkan tidak akan membanjiri pasar dengan jumlah tambahan minyak." Itu, dikombinasikan dengan menurunnya persediaan minyak mentah dan produk-produk minyak AS, "membantu menstabilkan pasar minyak hari ini dan pulih dari kerugian awal," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Turun

Harga Minyak Turun

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2016 | 06:37 WIB

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Pertalite Rp300 per Liter

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Pertalite Rp300 per Liter

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 14:02 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Dalam Enam Pekan Terakhir

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Dalam Enam Pekan Terakhir

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 02:49 WIB

Terkini

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:20 WIB

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Kesan Pertama Pemain Bangladesh Kali Pertama Injak Kaki di Jakarta, Takjub dengan Hal Ini

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 17:17 WIB

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

Komnas HAM Usul Yusril atau Mendagri Berkantor di Jayapura 3 Bulan untuk Tangani Kekerasan Papua

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:16 WIB

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:15 WIB

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Baru 50 Menit Siswa Pulang, SMP PGRI 1 Way Jepara Ludes Terbakar: Kerugian Ratusan Juta

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:10 WIB

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:05 WIB

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

×