Tiga Cara Melawan Sifat Konsumtif

Angelina Donna

Senin, 01 Agustus 2016 | 19:55 WIB
Tiga Cara Melawan Sifat Konsumtif
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Namun, manusia pun dikenal sebagai makhluk yang tidak pernah puas dan tidak akan pernah puas. Hal ini terjadi pada keseharian kita, di mana kita terus melakukan hal-hal yang bersifat konsumtif.

Sifat konsumtif itu sendiri memang sudah mengakar di setiap manusia, di mana berbelanja adalah merupakan salah satu hal yang paling sering dilakukan. Terutama untuk kaum wanita, di mana mereka percaya dengan berbelanja mereka bisa menghilangkan mood negatif pada diri mereka.

Di Amerika, masalah kebiasaan belanja yang konsumtif ini sudah mulai disadari oleh pihak mereka. Bahkan, mereka sampai membuat peringatan “Buy Nothing Day”, di mana setiap orangnya tidak diperbolehkan untuk belanja apapun dan mengharuskan mereka untuk menabungkan uang yang mereka miliki.

Di Indonesia, hal ini memang belum ada bentuk nyatanya, namun dalam artikel ini, kami akan memberikan 3 cara jitu yang bisa Anda lakukan untuk melawan sifat konsumtif tersebut.

1.Sadar akan Bahaya Sifat Konsumtif

Sifat konsumtif ternyata adalah sifat yang di dasari untuk mencari kesenangan saja. Sebagai contoh, orang-orang dengan sengaja berbelanja dengan jumlah yang sangat besar hanya untuk mencari kesenangannya saja, sedangkan barang yang ia beli sebenarnya tidak begitu penting dan juga tida begitu ia inginkan. Walaupun di satu sisi Anda akan mendapatkan kesenangan, namun di sisi lain hal ini bisa sangat berbahaya untuk kondisi keuangan Anda.

Bagi Anda yang menggunakan kartu kredit, sifat konsumtif ini bisa jadi sangat merugikan. Dengan sistem yang membebaskan Anda dari berbelanja dengan jumlah berapapun, hal ini bisa menjadi beban yang sangat berat di akhir periode nanti, di saat Anda harus membayar tunggakan tersebut.

Selain itu, sebenarnya masih banyak lagi bahaya yang bisa Anda dapatkan dari sifat konsumtif tersebut. Jadi cobalah untuk lebih sadar akan akibat-akibat yang nantinya bisa Anda dapatkan dengan memiliki sifat konsumtif tersebut.

2. Hilangkan Dilematis dan Gengsi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa banyak orang yang berbelanja dengan terlalu konsumtif, sebenarnya mereka hanya mencari kesenangan dan juga gengsi semata, bukan demi barang yang benar-benar mereka inginkan. Hal inilah yang menjadi sangat berbahaya, di mana seseorang membeli sesuatu yang melebihi dari kebutuhan dirinya sendiri. Contoh lainnya adalah sebuah keluarga yang hanya beranggotakan 1 Ayah, 1 Ibu dan 1 Anak dengan umur 12 tahun memiliki 3 buah mobil dan juga 2 buah motor. Hal ini tentu sangat menunjukan bahwa barang yang mereka miliki sudah melebihi dari kebutuhan mereka.

Gengs inilah yang biasanya menjadi penyakit awal dari sifat konsumtif. Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan gengsi-gengsi tersebut. Ingatlah di mana banyak orang yang berbelanja melebihi kebutuhan mereka, tapi di jauh sana masih banyak pula orang yang mengantri hanya untuk mendapatkan sesuap nasi dan juga harus bekerja dengan sangat keras hanya untuk mendapatkan sembako. Dengan terus melihat ke bawah, hal ini mungkin bisa menjadi salah satu pemicu hilangnya gengsi tersebut dan bahkan menghilangkan sifat konsumtif yang Anda miliki.

3. Buatlah Perencanaan Keuangan

Masih sama dengan poin-poin sebelumnya, di mana sifat konsumtif harus segera dihentikan karena hal ini bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuangan Anda di masa depan nanti. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat perencanaan keuangan. Anda harus paham betul prioritas mana saja yang sifatnya wajib bagi Anda untuk mengeluarkan uang. Biaya seperti bulanan keluarga, utang, cicilan kredit dan juga tabungan untuk pendidikan anak adalah biaya yang sifatnya wajib untuk Anda bayar.

Jadi janganlah sekali-sekali menggunakan jatah uang tersebut untuk Anda belanjakan secara konsumtif, karena sekali saja rencana keuangan tersebut Anda langgar, hal ini biasanya akan memancing pelanggaran-pelanggaran lainnya di kemudian hari. Jadi, gunakan lah uang Anda dengan bijak, dengan menggunakannya untuk kebutuhan-kebutuhan primer dan utama bagi Anda dan juga keluarga. Dengan begitu, sifat konsumtif Anda pun akan hilang pelahan-lahan secara sendirinya.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Sudah Siapkah Anda Membeli Rumah?

Waspadai Faktor Kesalahan Perencanaan Dana Pendidikan Anak

Tips Sukses Berbisnis Jasa Penitipan dan Perawatan Hewan

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Cara Kesombongan Membuat Anda tetap Miskin

7 Cara Kesombongan Membuat Anda tetap Miskin

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 19:51 WIB

Apa Saja Tahapan Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Apa Saja Tahapan Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2016 | 19:30 WIB

12 Biaya Tambahan Dalam Jual Beli Rumah

12 Biaya Tambahan Dalam Jual Beli Rumah

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 18:45 WIB

Ini 9 Biaya yang Dapat Anda Hemat di Perjalanan

Ini 9 Biaya yang Dapat Anda Hemat di Perjalanan

Bisnis | Senin, 25 Juli 2016 | 19:30 WIB

Tips Memilih Asuransi Mobil

Tips Memilih Asuransi Mobil

Otomotif | Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:16 WIB

Terkini

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Kasus Dugaan Pencurian Vincent Leocarlius Disetop, Polisi Sebut Uang Dikembalikan Lebih Rp25 Juta

Kasus Dugaan Pencurian Vincent Leocarlius Disetop, Polisi Sebut Uang Dikembalikan Lebih Rp25 Juta

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:52 WIB

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Prabowo Didukung Hampir Semua Partai di DPR, Pengamat Ingatkan Pentingnya Kontrol Publik

Prabowo Didukung Hampir Semua Partai di DPR, Pengamat Ingatkan Pentingnya Kontrol Publik

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Pangan Lokal Menjangkau Dunia, BRI Hadirkan Program Eksklusif Pangan Nusa Expo 2026

Pangan Lokal Menjangkau Dunia, BRI Hadirkan Program Eksklusif Pangan Nusa Expo 2026

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:41 WIB

Bukan Main! BRI Siapkan Reward Puluhan Juta Rupiah untuk Pelaku Usaha di TEI 2026

Bukan Main! BRI Siapkan Reward Puluhan Juta Rupiah untuk Pelaku Usaha di TEI 2026

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti

Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16 WIB

×