53 Persen Penduduk Indonesia Bermukim di Perkotaan

Adhitya Himawan

Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:39 WIB
53 Persen Penduduk Indonesia Bermukim di Perkotaan
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam konferensi UN Habitat III di Ekuador, Senin (17/10/2016). [Dok Kementerian PUPR]

Delegasi Indonesia hadir dalam konferensi UN Habitat III terkait permukiman dan perkotaan yang dimulai kemarin, Senin (17/10/2016) di Quito, Ibukota Ekuador, hingga (20/10/2016).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Basuki Hadimuljono yang menjadi pimpinan delegasi Indonesia mengatakan tantangan pembangunan permukiman dan perkotaan saat ini dan ke depan di Indonesia akan semakin berat mengingat tingkat dan laju urbanisasi yang tinggi. “Saat ini tidak kurang dari 53 persen penduduk Indonesia bermukim di kawasan perkotaan, sedangkan kawasan perdesaan terus mengalami perkembangan dan sebagian telah beralih menjadi kota,” kata Menteri Basuki di Quito, Senin (17/10/2016).

Menteri Basuki menambahkan kehadiran delegasi Indonesia di Quito dalam rangka mengawal draft New Urban Agenda (NUA) atau Agenda Baru Perkotaan. Indonesia berperan aktif sejak awal perumusan NUA, termasuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Preparatory Committee Meeting 3 di Surabaya tanggal 25 hingga 27 Juli 2016 lalu, yang dihadiri oleh 142 negara sebagai ajang perundingan terakhir dan menghasilkan Surabaya Draft sebelum NUA diadopsi oleh seluruh negara peserta UN Habitat Conference III di Quito saat ini.

“Dalam New Urban Agenda ini kita sadar bahwa urbanisasi adalah keniscayaan tetapi harus dikendalikan dengan perencanaan dan metoda pembiayaan pembangunan permukiman dan perkotaan berkelanjutan secara sosial, ekonomi dan lingkungan di setiap kota,” jelasnya.

Indonesia berkepentingan dengan penyelenggaraan UN Habitat III ini karena NUA menentukan arah kebijakan dan program pembangunan permukiman dan perkotaan 20 tahun ke depan di Indonesia, yakni menciptakan kota yang inklusif, produktif, berdaya tahan, hijau, cerdas sesuai dengan berbagai kriteria dan konsep-konsep kota berkelanjutan.

Disamping Menteri Basuki, turut menjadi anggota delegasi Indonesia antara lain Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia (RI) untuk PBB Dian Triansyah Djani, Duta Besar RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial dan Budaya Lana Winayanti, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan Deputi Regional Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Arifin Rudiyanto.

Konferensi selama 4 hari ini diikuti setidaknya oleh 50,000 delegasi dan partisipan dari 140 negara, diantaranya 11 Presiden, ratusan Menteri dan pejabat tinggi pemerintahan, 200 Walikota dari seluruh dunia, unsur akademisi, perwakilan LSM, swasta, serta para remaja yang akan mengadopsi New Urban Agenda sebagai platform dan panduan universal yang berorientasi aksi nyata untuk pembangunan permukiman dan perkotaan 20 tahun ke depan dalam menciptakan kota yang adil dan berkelanjutan.

Sementara itu Dian Triansyah Djani mengatakan Indonesia aktif memberikan kontribusi dalam membentuk standar norma-norma baru pembangunan permukiman dan perkotaan.

“Selain itu, Indonesia pun aktif dan siap untuk membagi kisah sukses pembangunan permukiman dan perkotaan di Indonesia kepada berbagai negara lain di dunia, misalkan dalam peningkatan akses air bersih dan sanitasi, pengentasan kekumuhan dan kemiskinan perkotaan, pembangunan perumahan, dan lainnya,” terangnya.

Dalam konferensi ini, Indonesia berharap bahwa partisipasi Indonesia dapat membawa berbagai perkembangan positif dalam pembangunan permukiman dan perkotaan yang lebih berkualitas melalui berbagai skema kerjasama internasional yang memberikan keuntungan nyata bagi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jembatan di Bali Runtuh, Kementerian PUPR Terjunkan Tim

Jembatan di Bali Runtuh, Kementerian PUPR Terjunkan Tim

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:30 WIB

Tahun 2017, Proyek SPAM Umbulan Masuki Tahap Konstruksi

Tahun 2017, Proyek SPAM Umbulan Masuki Tahap Konstruksi

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:55 WIB

Rehabilitasi Waduk Kedung Ombo Menelan Dana Rp1,6 Triliun

Rehabilitasi Waduk Kedung Ombo Menelan Dana Rp1,6 Triliun

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:48 WIB

Jembatan Darurat di Pangandaran Mulai Dipasang

Jembatan Darurat di Pangandaran Mulai Dipasang

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:33 WIB

Kementerian PUPR akan Bangun Infrastruktur Buat Pariwisata

Kementerian PUPR akan Bangun Infrastruktur Buat Pariwisata

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:04 WIB

Renovasi Gelora Bung Karno Ditargetkan Kelar Oktober 2017

Renovasi Gelora Bung Karno Ditargetkan Kelar Oktober 2017

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 17:46 WIB

Balitbang PUPR Harus Jadi Terdepan untuk Bangun Infrastruktur

Balitbang PUPR Harus Jadi Terdepan untuk Bangun Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 17:03 WIB

Proses Perizinan Infrastruktur Harus Selesai Tepat Waktu

Proses Perizinan Infrastruktur Harus Selesai Tepat Waktu

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 16:45 WIB

Jalan Tol Manado-Bitung akan Rampung Pada Tahun 2019

Jalan Tol Manado-Bitung akan Rampung Pada Tahun 2019

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 13:30 WIB

Kementerian PUPR Libatkan HIPMI untuk Garap Proyek Infrastruktur

Kementerian PUPR Libatkan HIPMI untuk Garap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 11:17 WIB

Terkini

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

×