Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:50 WIB
Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan bahwa jika ada kombinasi  investasi di beberapa sektor lain seperti pariwisata, industri manufaktur, pertanian dan lain-lain, akan menghasilkan dinamika pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin cepat.

"Kita sudah punya destinasi wisata, tapi pembangunannya baru berjalan. Pariwisata akan lebih cepat menghasilkan dibandingkan infrastruktur," kata Darmin dalam keterangan resmi, Selasa (25/10/2016).

Setelah infrastruktur, langkah yang diambil pemerintah adalah deregulasi dan reform kebijakan ekonomi. Sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi. Isinya mulai dari, ease of doing business, mempermudah investor melakukan usaha, mempermudah perizinan, mendorong daya beli masyarakat sampai ke ekspor. "Sebenarnya itulah deregulasi," tutur Darmin.

Darmin menjelaskan jika seseorang memulai usaha, orang itu akan melakukan investasi terlebih dahulu. Investasi inilah yang pertama-tama dideregulasi, sehingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kini memiliki layanan perizininan satu pintu, untuk satu atau delapan izin sekaligus. "Itu ada di lapangan, silakan dicek. Artinya investor-investor sudah memanfatkan itu," ucap mantan Komisaris Utama Bank Mandiri tersebut.

Kemudian selain investasi, tentunya memulai usaha, membangun izin usaha kemudian di prosesnya ada izin membangun, AMDAL, dan sebagainya. Sampai nanti mendorong ke masyarakat berpenghasilan rendah, dan sampai kepada ekspor.

Sejauh ini pemerintah sudah mengeluarkan  paket kebijakan ekonomi jilid I hingga XIII. Pemerintah juga telah melakukan 204 deregulasi. Dari 204 deregulasi, 202 sudah keluar dan selesai. Namun Darmin mengakui ada kritik seolah pelaksanaannya  belum terlihat.

Selain itu, pemerintah membentuk task force yang besar, namanya itu satuan tugas pecepatan dan efektivitas pelaksanaan paket kebijakan ekonomi, terdiri dari banyak kementerian dan lembaga yang di dalamnya ada empat kelompok kerja yang bekerja secara aktif.

Yang pertama kelompok kerja (pokja) kampanye dan diseminasi kebijakan. Kalau Anda tanya apa saja yang dikerjakan, belum lama ini mereka berkumpul dengan banyak sekali kedutaan dan asosiasi pengusaha asing untuk memberi penjelasan kepada mereka.

Pokja kedua adalah percepatan dan penuntasan deregulasi. Nah dan hasilnya 99% sudah terselesaikan.

Kemudian Pokja ketiga adalah evaluasi dan analisa dampak. Ini semuanya adalah non pemerintahan di poka III ini. Ada orang BI, analis, pengamat. Untuk mengevaluasi bagaimana bekerjanya deregulasi itu dan bagaimana dampaknya dari waktu ke waktu, karena itu masih berjalan terus.

Kemudian pokja yang keempat adalah  penanganan dan penyelesaian kasus. Karena selalu ada kasus. Kasus itu bisa karena investornya salah paham, bisa juga pribadinya yang salah paham. Bisa juga keduanya. Kalau itu terjadi, kasusnya bisa banyak. Artinya pokja empat saya kira kewalahan betul untuk menyelesaikan kasusnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Infrastruktur Kunci Atasi Ketimpangan Antar Daerah

Infrastruktur Kunci Atasi Ketimpangan Antar Daerah

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:39 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Konsumsi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Konsumsi

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 11:48 WIB

Darmin Akui 5 Tahun Terakhir Perekonomian Dunia Sedang Sakit

Darmin Akui 5 Tahun Terakhir Perekonomian Dunia Sedang Sakit

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 11:15 WIB

Ekonomi Nasional Mengarah Pada Ketimpangan Sosial

Ekonomi Nasional Mengarah Pada Ketimpangan Sosial

DPR | Rabu, 26 Oktober 2016 | 11:08 WIB

BI Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2017 Melebihi Asumsi RAPBN 2017

BI Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2017 Melebihi Asumsi RAPBN 2017

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 06:38 WIB

Pemerintah Berupaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5 Persen

Pemerintah Berupaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5 Persen

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 06:26 WIB

Pemerintah Siapkan Infrastruktur untuk Pebisnis Startup

Pemerintah Siapkan Infrastruktur untuk Pebisnis Startup

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 18:51 WIB

Darmin: Aneh, Repo Rate Turun Bunga Kredit Bank Belum Turun Juga

Darmin: Aneh, Repo Rate Turun Bunga Kredit Bank Belum Turun Juga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:17 WIB

Kapan Bunga Kredit Perbankan Turun? Ini Jawaban Darmin

Kapan Bunga Kredit Perbankan Turun? Ini Jawaban Darmin

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:00 WIB

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:44 WIB

Terkini

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:55 WIB

×