Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:50 WIB
Deregulasi, Cara Keluar Dari Arus Perlambatan Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan bahwa jika ada kombinasi  investasi di beberapa sektor lain seperti pariwisata, industri manufaktur, pertanian dan lain-lain, akan menghasilkan dinamika pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin cepat.

"Kita sudah punya destinasi wisata, tapi pembangunannya baru berjalan. Pariwisata akan lebih cepat menghasilkan dibandingkan infrastruktur," kata Darmin dalam keterangan resmi, Selasa (25/10/2016).

Setelah infrastruktur, langkah yang diambil pemerintah adalah deregulasi dan reform kebijakan ekonomi. Sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan 13 paket kebijakan ekonomi. Isinya mulai dari, ease of doing business, mempermudah investor melakukan usaha, mempermudah perizinan, mendorong daya beli masyarakat sampai ke ekspor. "Sebenarnya itulah deregulasi," tutur Darmin.

Darmin menjelaskan jika seseorang memulai usaha, orang itu akan melakukan investasi terlebih dahulu. Investasi inilah yang pertama-tama dideregulasi, sehingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kini memiliki layanan perizininan satu pintu, untuk satu atau delapan izin sekaligus. "Itu ada di lapangan, silakan dicek. Artinya investor-investor sudah memanfatkan itu," ucap mantan Komisaris Utama Bank Mandiri tersebut.

Kemudian selain investasi, tentunya memulai usaha, membangun izin usaha kemudian di prosesnya ada izin membangun, AMDAL, dan sebagainya. Sampai nanti mendorong ke masyarakat berpenghasilan rendah, dan sampai kepada ekspor.

Sejauh ini pemerintah sudah mengeluarkan  paket kebijakan ekonomi jilid I hingga XIII. Pemerintah juga telah melakukan 204 deregulasi. Dari 204 deregulasi, 202 sudah keluar dan selesai. Namun Darmin mengakui ada kritik seolah pelaksanaannya  belum terlihat.

Selain itu, pemerintah membentuk task force yang besar, namanya itu satuan tugas pecepatan dan efektivitas pelaksanaan paket kebijakan ekonomi, terdiri dari banyak kementerian dan lembaga yang di dalamnya ada empat kelompok kerja yang bekerja secara aktif.

Yang pertama kelompok kerja (pokja) kampanye dan diseminasi kebijakan. Kalau Anda tanya apa saja yang dikerjakan, belum lama ini mereka berkumpul dengan banyak sekali kedutaan dan asosiasi pengusaha asing untuk memberi penjelasan kepada mereka.

Pokja kedua adalah percepatan dan penuntasan deregulasi. Nah dan hasilnya 99% sudah terselesaikan.

Kemudian Pokja ketiga adalah evaluasi dan analisa dampak. Ini semuanya adalah non pemerintahan di poka III ini. Ada orang BI, analis, pengamat. Untuk mengevaluasi bagaimana bekerjanya deregulasi itu dan bagaimana dampaknya dari waktu ke waktu, karena itu masih berjalan terus.

Kemudian pokja yang keempat adalah  penanganan dan penyelesaian kasus. Karena selalu ada kasus. Kasus itu bisa karena investornya salah paham, bisa juga pribadinya yang salah paham. Bisa juga keduanya. Kalau itu terjadi, kasusnya bisa banyak. Artinya pokja empat saya kira kewalahan betul untuk menyelesaikan kasusnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Infrastruktur Kunci Atasi Ketimpangan Antar Daerah

Infrastruktur Kunci Atasi Ketimpangan Antar Daerah

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:39 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Konsumsi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Ditopang Konsumsi

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 11:48 WIB

Darmin Akui 5 Tahun Terakhir Perekonomian Dunia Sedang Sakit

Darmin Akui 5 Tahun Terakhir Perekonomian Dunia Sedang Sakit

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 11:15 WIB

Ekonomi Nasional Mengarah Pada Ketimpangan Sosial

Ekonomi Nasional Mengarah Pada Ketimpangan Sosial

DPR | Rabu, 26 Oktober 2016 | 11:08 WIB

BI Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2017 Melebihi Asumsi RAPBN 2017

BI Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2017 Melebihi Asumsi RAPBN 2017

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2016 | 06:38 WIB

Pemerintah Berupaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5 Persen

Pemerintah Berupaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5 Persen

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 06:26 WIB

Pemerintah Siapkan Infrastruktur untuk Pebisnis Startup

Pemerintah Siapkan Infrastruktur untuk Pebisnis Startup

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 18:51 WIB

Darmin: Aneh, Repo Rate Turun Bunga Kredit Bank Belum Turun Juga

Darmin: Aneh, Repo Rate Turun Bunga Kredit Bank Belum Turun Juga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:17 WIB

Kapan Bunga Kredit Perbankan Turun? Ini Jawaban Darmin

Kapan Bunga Kredit Perbankan Turun? Ini Jawaban Darmin

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:00 WIB

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Global Masih Lambat

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:44 WIB

Terkini

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:36 WIB

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:29 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:25 WIB

Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta

Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:20 WIB

Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat

Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:20 WIB

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

News | Minggu, 27 September 2026 | 11:19 WIB

Sammy Simorangkir Bawakan Lagu-Lagu Kerispatih, Pestapora 2026 Larut dalam Nostalgia

Sammy Simorangkir Bawakan Lagu-Lagu Kerispatih, Pestapora 2026 Larut dalam Nostalgia

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 11:08 WIB

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:07 WIB

×