Dibobol Hacker Indonesia, Singapore Airlines Kehilangan Rp 1 Miliar Lebih

Senin, 10 Desember 2018 | 17:41 WIB
Dibobol Hacker Indonesia, Singapore Airlines Kehilangan Rp 1 Miliar Lebih
Singapore Airlines (Shutterstock)

Suara.com - Maskapai penerbangan Singapore Airlines baru saja mengalami hal tak menyenangkan. Pasalnya, sistem pengamanan jual beli tiket online Singapore Airlines dibobol oleh sindikat cyber Indonesia sehingga menelan kerugian hingga Rp 1 miliar lebih.

Pihak Singapore Airlines lantas melaporkan adanya tindak kejahatan spamming pembobolan situs penjualan tiket www.singaporeair.com dengan cara mengambil data pemilik kartu kredit nasabah.

Diketahui, pelaku menggunakan akun fiktif dan mendapatkan keuntungan dari penjualan tiket yang berhasil dibobol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono menerangkan pelaku pembobolan tiket online tersebut berjumlah 4 orang dan telah ditangkap.

Keempat pelaku tersebut yakni, A, H, AH, dan RM. Satu diantaranya WNA asal Filipina yang tinggal di Singapura.

Dijelaskan Argo, kasus tersebut bermula saat pihak Singapore Airlines melapor ke Polda Metro Jaya perihal adanya kerugian dari penjualan tiket online yang dijebol dari pengguna internet asal Indonesia.

"Pihak Singapore Airlines melaporkan bahwa sejak Februari 2017 menerima pemesanan lima tiket transaksi penerbangan dari agen ticket bernama Prime Ticket untuk berbagai tujuan penerbangan. Setelah dilacak oleh kepolisian Singapura, pemesanan itu dari Indonesia," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (10/12/2018).

Setelah dilakukan penyelidikan, kepolisian akhirinya mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan atau pencurian oleh sindikat hacker.

Argo mengatakan, modus para tersangka bermula dari adanya informasi tentang promo tiket pesawat 50 persen.

Selanjutnya para tersangka melakukan editing terkait promo lalu mengunggah kembali di website www.carousell.com dengan akun primeticketsg dengan promo diskon 30 persen.

Pada saat customer berminat soal harga tiket tersebut, seketika mereka membayarkan dengan cara remittance transfer ke rekening Bank Mandiri atas nama Abdul Haris.

"Namun pada saat pihak Singapore Airlines menagih pada pihak bank, dengan data yang berhasil dicuri pelaku, seluruh transaksi tersebut tidak diakui oleh pihak bank," jelasnya.

Sementara, Kanit I Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward mengatakan, biasanya para tersangka hanya menggunakan kartu kredit korbannya sebanyak satu hingga dua kali saja.

Karena biasanya para pemilik kartu kredit akan curiga ketika mendapat tagihan dari Singapore Airlines padahal tak pernah melakukan transaksi dan akan meminta bank melakukan decline terhadap kartu kredit.

"Nah di sini yang paling dirugikan adalah maskapai. Kalau pemilik kartu kredit kan sudah decline kartunya ya. Pembeli tiket juga tetap bisa berangkat karena tiket asli. Tapi saat Maskapai akan menagih pembayaran ke bank tidak bisa," kata Malvino.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI