Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Program Serasi di Kalimantan Selatan Siap Dukung Pangan Ibu Kota Baru

Fabiola Febrinastri

Senin, 21 Oktober 2019 | 08:35 WIB
Program Serasi di Kalimantan Selatan Siap Dukung Pangan Ibu Kota Baru
Distanbun Jateng melatih penggunaan alsintan bagi petani di Cilacap, Jateng. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kalimantan Selatan (Kalsel) siap menjadi penyangga pangan ibu kota negara yang baru.  Mulai 2019, Kaltim mengatur manajemen pertanian dan  ikut dalam Program Serasi (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Perani).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman merasa optimistis dengan bergulirnya Program Serasi yang dimulai pada Masa Tanam Musim Hujan (Oktober 2019 - Maret 2020), di areal seluas 250 ribu hektare, untuk bisa meningkatkan produksi padi dari 2,15 juta ton menjadi 4 juta ton pada 2020.

"Sasaran tersebut akan bisa dicapai, karena sarana dan prasarana pendukung tahun 2019 bisa selesai, khususnya pembuatan saluran buatan persediaan air di musim kemarau," kata Syamsir, Kalsel, Kamis (17/10/2019).

Selain itu, ungkap Syamsir, lahan tidur yang sebelumnya kurang maksimal dimanfaatkan sudah mulai dibuka dengan program Luas Tambah Tanam (LTT). Program tersebut menjadi pendongkrak percepatan tanam di lahan yang tidak memungkinkan, sehingga bisa diberdayakan dalam waktu singkat.

"Sebagai daerah penyangga pangan ibu kota baru, Kalsel juga memproduksi pangan organik seluas 30 ribu hektare sampai 2020, dan akan terus ditambah luasannya," tuturnya.

Untuk mempercepat pengolahan lahan agar bisa selesai pada tahap awal, Syamsir mengatakan, pihaknya telah mengerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia juga mengusulkan lagi tambahan 50 unit ekskavator dan 284 unit traktor roda empat kepada Kementerian Pertanian (Kementan).

"Alat berat yang masih kurang perlu ditambah agar tanam pada Oktober - Maret dapat terealisasi," katanya.

Untuk kelancaran operasional di lapangan, Dinas TPH juga melatih calon operator, seperti operator combine harvester (mesin pemanen) secara bertahap. Tahap pertama untuk pemula, telah melatih 80 calon operator dari Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Tengah selama 3 hari.

Syamsir mengakui, di beberapa daerah, Program Serasi ada keterlambatan karena kekurangan alat berat seperti ekskavator. Namun petani bersama penyuluh dan perangkat lain yang terlibat seperti TNI, terus bergerak berpacu dengan waktu, mengingat pengolahan lahan harus tuntas Oktober 2019.

baca juga

Dalam Program Serasi di Kalsel, kawasan rawa yang potensial dapat ditanami dua kali setahun dengan dua jenis varietas, yakni unggul dan lokal. Indeks Pertanaman (IP) diharapkan naik dari 100 ke 200, bahkan IP 300 termasuk untuk budi daya hortikultura.

Beberapa kawasan lahan rawa yang potensial, antara lain Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah(HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Tabalong.

"Lahan rawa lebak paling luas berada di Kabupaten Tapin, HSS dan HSU yang mencapai ratusan ribu hektare, sehingga akan terus diberdayakan dengan dua pola, yakni modernisasi teknologi mekanik dan pola kearifan lokal," tutur Syamsir.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, Kementan mengucurkan anggaran Rp 600 miliar untuk Program Serasi di Kalsel. Dengan program ini, lahan rawa yang selama ini nganggur diolah dan dieffektifkan menjadi lahan pertanian.

"Anggaran yang dikucurkan sendiri sesuai dengan luasan lahan yang dikelola. Di mana setiap hektarenya dianggarkan Rp 4,3 juta," katanya.

Ia menambahkan, Kalsel memiliki lahan rawa hampir 80 persne dan merupakan potensi besar. Namun untuk mengoptimalkan potensi tersebut tidak mudah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program PKBM, Dirjen PSP Resmikan Warehouse UPJA di OKI

Program PKBM, Dirjen PSP Resmikan Warehouse UPJA di OKI

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:03 WIB

Kementan Musnahkan 59 Paket Tanpa Dokumen di Kediri

Kementan Musnahkan 59 Paket Tanpa Dokumen di Kediri

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 14:08 WIB

Hari ini, Puncak Jambore Kementan Digelar

Hari ini, Puncak Jambore Kementan Digelar

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 12:22 WIB

Kementan : Pencegahan Alih Fungsi Pertanian Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kementan : Pencegahan Alih Fungsi Pertanian Jadi Tanggung Jawab Bersama

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 08:11 WIB

Atasi Stunting, Kementan dan FAO Garap Program Obor Pangan Lestari

Atasi Stunting, Kementan dan FAO Garap Program Obor Pangan Lestari

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:15 WIB

Masyarakat Suku Dayak Minta Hak Tanah 5 Hektar Per Kepala Keluarga

Masyarakat Suku Dayak Minta Hak Tanah 5 Hektar Per Kepala Keluarga

Bisnis | Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:34 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

×