Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tol Layang Japek Jadi Favorit, Rambu Lalin Ditambah

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 31 Desember 2019 | 19:45 WIB
Tol Layang Japek Jadi Favorit, Rambu Lalin Ditambah
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Cikopo, Jawa Barat (Jabar) pada hari Senin (30/12/2019). (Dok : PUPR).

Suara.com - Beroperasinya jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II sejak dua pekan lalu mengundang animo tinggi dari masyarakat untuk melewatinya.

Hal tersebut bahkan sempat mengakibatkan antrian kendaraan di atas jalan tol layang itu pada beberapa waktu yang lalu. Mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah segera menerapkan beberapa hal pada ruas tol tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto mengatakan, pihaknya akan meminta PT Jasa Marga selaku operator jalan tol elevated Japek II untuk memperpanjang rambu pemandu untuk memasuki ruas tol tersebut.

Upaya tersebut dibutuhkan karena berdasarkan evaluasi Korlantas Polri di lapangan, masih ada pengendara yang belum mengetahui atau mengalami kebingungan untuk memasuki jalan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut.

"Saya melalui BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) akan meminta pengelola untuk memperpanjang rambu penuntun untuk masuk ke tol elevated," ucap Sugiyartanto kala mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Cikopo, Jawa Barat (Jabar) pada hari Senin (30/12/2019).

Turut bergabung dalam peninjauan tersebut, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Kushariyanto. Selain ke Cikopo, peninjauan pelaksanaan Nataru juga ke Gadog, Nagrek dan Limbangan.

Upaya pengaturan arus lalu lintas kendaraan pada tol elevated Japek II, menurut Dirjen Bina Marga akan dilakukan dengan memperpanjang pembatas jalan pada ujung titik keluarnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Cikopo, Jawa Barat (Jabar) pada hari Senin (30/12/2019). (Dok : PUPR).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Cikopo, Jawa Barat (Jabar) pada hari Senin (30/12/2019). (Dok : PUPR).

Cara tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan maupun potensi kecelakaan ketika bertemu dengan arus kendaraan pada ruas jalan tol Japek eksisting yang berada di bawahnya. Sugiyartanto mengakui tol layang sepanjang 38 Km tersebut masih membutuhkan beberapa kelengkapan fisik.

"Untuk itu pengenaan tarif tol tidak akan dilakukan, sampai terpenuhinya aspek standar pelayanan minimum (SPM) dari jalan tol tersebut seperti penanganan sambungan atau expantion joint," sebutnya.

baca juga

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyartanto juga kembali menghimbau kendaraan yang melintasi tol layang Japek II untuk memperhatikan batas maksimal kecepatannya yaitu 80 Km per jam. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Hal senada juga diungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi, mengingat kepadatan kendaraan pada ruas tol tersebut, batas kecepatan aman diperlukan guna memberikan jarak yang cukup untuk pengereman kendaraan.

"Hal kedua saya juga akan meminta kepada Jasa Marga untuk membatasi jumlah kendaraan yang boleh melewatinya. Meskipun kita ketahui keinginan masyarakat untuk mencoba tol baru ini sangat besar," tuturnya.

Budi juga meminta kepada petugas Korlantas Polri dan Dinas Perhubungan untuk siaga dalam mengatur dan menjaga arus balik kendaraan pasca libur musim Nataru. Pihaknya memperkirakan arus balik kendaraan berlangsung pada 1-5 Januari. Menurutnya walau arus balik akan tersebar dalam rentang waktu tersebut, fokus lebih perlu diberikan pada tanggal 1 dan 5 Januari yang diprediksi menjadi puncaknya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Cikopo, Jawa Barat (Jabar) pada hari Senin (30/12/2019). (Dok : PUPR).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Cikopo, Jawa Barat (Jabar) pada hari Senin (30/12/2019). (Dok : PUPR).

Menhub mengatakan, dirinya akan menugaskan Dirjen Perhubungan Darat untuk mengevaluasi pelaksanaan mudik Nataru kali ini sebagai persiapan pelaksanaan musim mudik lebaran tahun depan.

Sementara Sugiyartanto menambahkan, meskipun kecenderungan masyarakat lebih menyukai mengunakan jalan tol, sejak sudah beroperasinya penuh tol Trans Jawa hingga Jawa Timur. Namun Ditjen Bina Marga memastikan koridor jalan nasional lainnya juga siap dimanfaatkan masyarakat. Untuk di Jawa misalnya, selain tol Trans Jawa, masih ada rute Pantai Utara, Lintas Tengah, Lintas Selatan maupun Pantai Selatan.

"Semua punya kelebihannya masing-masing, kalau jalan tol dari segi kenyamanan dan kecepatan waktu tempuh, sedangkan Pansela, walau masih ada spot-spot yang belum tersambung di Jawa Tengah dan Jawa Timur namun juga dapat digunakan dengan kelebihan keindahan pemandangan dan banyaknya daerah wisatanya," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Bawah Tanah YIA Dibuka PUPR Januari 2020

Jalan Bawah Tanah YIA Dibuka PUPR Januari 2020

Jogja | Selasa, 31 Desember 2019 | 18:38 WIB

Resmikan Bendung Kamijoro, Jokowi: Sangat Penting untuk Ketahanan Pangan

Resmikan Bendung Kamijoro, Jokowi: Sangat Penting untuk Ketahanan Pangan

Jogja | Selasa, 31 Desember 2019 | 12:57 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Revitalisasi Pasar Johar

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Revitalisasi Pasar Johar

Foto | Senin, 30 Desember 2019 | 19:00 WIB

PUPR Perbaiki Konektivitas Akses Kawasan Wisata Kepulauan Derawan

PUPR Perbaiki Konektivitas Akses Kawasan Wisata Kepulauan Derawan

Bisnis | Minggu, 29 Desember 2019 | 08:10 WIB

PUPR Jamin Konektivitas Kawasan Wisata Labuan Bajo

PUPR Jamin Konektivitas Kawasan Wisata Labuan Bajo

Bisnis | Sabtu, 28 Desember 2019 | 11:28 WIB

Jepang Bakal Kirim Ahli Banjir untuk Benahi Jakarta dan Wilayah Lainnya

Jepang Bakal Kirim Ahli Banjir untuk Benahi Jakarta dan Wilayah Lainnya

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2019 | 09:43 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×