IMF Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Corona Capai 12 Triliun Dolar AS

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 25 Juni 2020 | 08:18 WIB
IMF Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Corona Capai 12 Triliun Dolar AS
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi global di tengah meningkatnya kejatuhan ekonomi akibat COVID-19.

Output global diproyeksikan menurun sebesar 4,9 persen pada tahun 2020, 1,9 poin persentase di bawah perkiraan bulan April IMF, diikuti oleh pertumbuhan sebesar 5,4 persen pada tahun 2021, menunjukkan prospek ekonomi yang lebih suram karena pandemi terus beriak di seluruh dunia.

"Dibandingkan dengan perkiraan outlook ekonomi dunia April, kami sekarang memproyeksikan resesi yang lebih dalam pada tahun 2020 dan pemulihan yang lebih lambat pada tahun 2021," kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (25/6/2020).

Gopinath mencatat bahwa proyeksi ini menyiratkan kerugian kumulatif global selama dua tahun lebih dari 12 triliun dolar AS.

"Penurunan peringkat dari April mencerminkan hasil yang lebih buruk daripada yang diantisipasi pada paruh pertama tahun ini, sebuah harapan dari jarak sosial yang lebih persisten ke paruh kedua tahun ini, dan kerusakan pada potensi pasokan," kata Gopinath.

Pemberi pinjaman multilateral memproyeksikan penurunan jauh yang disinkronkan pada tahun 2020 untuk kedua negara maju, dan pasar negara berkembang dan negara berkembang, mencatat bahwa lebih dari 95 persen negara diproyeksikan memiliki pertumbuhan pendapatan per kapita negatif tahun ini.

Ekonomi maju diproyeksikan berkontraksi 8 persen tahun ini, 1,9 poin lebih rendah dari perkiraan pada WEO April, menurut laporan terbaru.

Ekonomi AS diperkirakan akan menyusut 8 persen, Wilayah Euro berada di jalur untuk kontrak 10,2 persen, dan ekonomi Jepang bisa turun 5,8 persen.

Sementara itu, pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang diproyeksikan menyusut 3 persen tahun ini, 2 poin persentase di bawah perkiraan WEO April, laporan menunjukkan.

Brasil dan Meksiko diproyeksikan untuk kontrak masing-masing sebesar 9,1 dan 10,5 persen, sementara ekonomi India dapat melihat kontraksi 4,5 persen. China diperkirakan akan tumbuh sebesar 1 persen, satu-satunya ekonomi utama yang bisa melihat pertumbuhan tahun ini.

Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa pertumbuhan global diproyeksikan 5,4 persen pada 2021, yang akan membuat 2021 produk domestik bruto (PDB) sekitar 6,5 poin persentase lebih rendah daripada dalam proyeksi pra-COVID-19 yang dibuat pada Januari 2020.

"Sapuan global yang belum pernah terjadi sebelumnya dari krisis ini menghambat prospek pemulihan untuk ekonomi yang bergantung pada ekspor dan membahayakan prospek konvergensi pendapatan antara ekonomi berkembang dan maju," kata Gopinath.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Himbara Dapat Rp 30 Triliun, Erick Thohir Yakin Ekonomi Pulih

Himbara Dapat Rp 30 Triliun, Erick Thohir Yakin Ekonomi Pulih

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2020 | 17:48 WIB

Sri Mulyani Yakin 2021 Ekonomi RI Rebound Sampai 5,5 Persen

Sri Mulyani Yakin 2021 Ekonomi RI Rebound Sampai 5,5 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2020 | 08:21 WIB

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi yang Realistis

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi yang Realistis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2020 | 08:13 WIB

Terkini

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 12:31 WIB

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:39 WIB

Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025

Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:35 WIB

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:06 WIB

Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik

Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:45 WIB

Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga

Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:30 WIB

Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya

Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:02 WIB

Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:57 WIB

Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983

Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:53 WIB

APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus

APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:52 WIB