Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

IMF Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Corona Capai 12 Triliun Dolar AS

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 25 Juni 2020 | 08:18 WIB
IMF Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Corona Capai 12 Triliun Dolar AS
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi global di tengah meningkatnya kejatuhan ekonomi akibat COVID-19.

Output global diproyeksikan menurun sebesar 4,9 persen pada tahun 2020, 1,9 poin persentase di bawah perkiraan bulan April IMF, diikuti oleh pertumbuhan sebesar 5,4 persen pada tahun 2021, menunjukkan prospek ekonomi yang lebih suram karena pandemi terus beriak di seluruh dunia.

"Dibandingkan dengan perkiraan outlook ekonomi dunia April, kami sekarang memproyeksikan resesi yang lebih dalam pada tahun 2020 dan pemulihan yang lebih lambat pada tahun 2021," kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (25/6/2020).

Gopinath mencatat bahwa proyeksi ini menyiratkan kerugian kumulatif global selama dua tahun lebih dari 12 triliun dolar AS.

"Penurunan peringkat dari April mencerminkan hasil yang lebih buruk daripada yang diantisipasi pada paruh pertama tahun ini, sebuah harapan dari jarak sosial yang lebih persisten ke paruh kedua tahun ini, dan kerusakan pada potensi pasokan," kata Gopinath.

Pemberi pinjaman multilateral memproyeksikan penurunan jauh yang disinkronkan pada tahun 2020 untuk kedua negara maju, dan pasar negara berkembang dan negara berkembang, mencatat bahwa lebih dari 95 persen negara diproyeksikan memiliki pertumbuhan pendapatan per kapita negatif tahun ini.

Ekonomi maju diproyeksikan berkontraksi 8 persen tahun ini, 1,9 poin lebih rendah dari perkiraan pada WEO April, menurut laporan terbaru.

Ekonomi AS diperkirakan akan menyusut 8 persen, Wilayah Euro berada di jalur untuk kontrak 10,2 persen, dan ekonomi Jepang bisa turun 5,8 persen.

Sementara itu, pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang diproyeksikan menyusut 3 persen tahun ini, 2 poin persentase di bawah perkiraan WEO April, laporan menunjukkan.

baca juga

Brasil dan Meksiko diproyeksikan untuk kontrak masing-masing sebesar 9,1 dan 10,5 persen, sementara ekonomi India dapat melihat kontraksi 4,5 persen. China diperkirakan akan tumbuh sebesar 1 persen, satu-satunya ekonomi utama yang bisa melihat pertumbuhan tahun ini.

Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa pertumbuhan global diproyeksikan 5,4 persen pada 2021, yang akan membuat 2021 produk domestik bruto (PDB) sekitar 6,5 poin persentase lebih rendah daripada dalam proyeksi pra-COVID-19 yang dibuat pada Januari 2020.

"Sapuan global yang belum pernah terjadi sebelumnya dari krisis ini menghambat prospek pemulihan untuk ekonomi yang bergantung pada ekspor dan membahayakan prospek konvergensi pendapatan antara ekonomi berkembang dan maju," kata Gopinath.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Himbara Dapat Rp 30 Triliun, Erick Thohir Yakin Ekonomi Pulih

Himbara Dapat Rp 30 Triliun, Erick Thohir Yakin Ekonomi Pulih

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2020 | 17:48 WIB

Sri Mulyani Yakin 2021 Ekonomi RI Rebound Sampai 5,5 Persen

Sri Mulyani Yakin 2021 Ekonomi RI Rebound Sampai 5,5 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2020 | 08:21 WIB

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi yang Realistis

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi yang Realistis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2020 | 08:13 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

×