Ekonomi Indonesia Tahun Ini Dipastikan Tumbuh Negatif

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 19:16 WIB
Ekonomi Indonesia Tahun Ini Dipastikan Tumbuh Negatif
Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Perekonomian Indonesia pada tahun ini akan tumbuh negatif.

Hal tersebut tersebut disampaikan, setelah memasukkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang tumbuh negatif sebesar 5,32 persen.

"Kita perkirakan -1,1 hingga 0,2 persen. Artinya, bergeser ke arah negatif atau mendekati 0," kata Sri Mulyani dalam konperensi pers Nota Keuangan yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Awalnya pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia akan tumbuh dikisaran -0,4 persen sampai dengan 2,3 persen.

Sri Mulyani mengatakan, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi besar terhadap PDB Indonesia diperkirakan bakal terkontraksi cukup dalam tahun ini, pada kisaran -1,3 hingga 0 persen.

Meski begitu, dia tetap akan mendorong pertumbuhan ke arah yang lebih baik lagi.

Kuncinya, kata dia, ada di kuartal III ini, saat pemerintah akan menggenjot belanja demi menggerakkan roda perekonomian.

"Kuartal tiga diusahakan, tapi tidak hanya dari pemerintah meski memegang peran yang besar di dalam pemulihan ekonomi," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal III akan berada dalam zona negatif.

baca juga

Hal tersebut terungkap dari data yang dipaparkan Airlangga dalam acara pembukaan Rakornas Apindo yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Dalam paparan slide ke-10 tersebut terlihat bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 diprediksi akan negatif sebesar 1 persen, kuartal IV posisinya menjadi positif diangka 1,38 persen. 

Sehingga secara keseluruhan hingga akhir tahun ekonomi Indonesia secara akan negatif sebesar 0,49 persen.

"Kita di kuartal I menjadi sedikit negara yang masih alami ekonomi positif, kuartal II minus 5,32 mulai negatif. Maka perlu pompa pertumbuhan di kuartal III," ujar Airlangga.

Makanya kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembantunya di kabinet untuk bergerak cepat memacu belanja negara agar pertumbuhan ekonomi tidak masuk lebih dalam kejurang resesi.

"Bapak Presiden mendorong belanja disetiap kementerian dipacu. Karena kalau ini dipacu kita harapkan bisa masuk ke jalur positif," katanya.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 yang tumbuh negatif 5,32 persen merupakan angka pertumbuhan terendah sejak tahun 1999 atau saat Indonesia mengalami krisis moneter (krismon).

Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di kuartal II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07 persen.

"Oleh karena itu kita harus dorong belanja pemerintah ataupun spending masyarakat diberi rasa nyaman dan aman itu yang paling penting agar spending itu bisa berjalan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serapan Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Baru 22 Persen dari Rp 695 T

Serapan Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Baru 22 Persen dari Rp 695 T

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2020 | 17:08 WIB

Mampukah Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia Pada 2024?

Mampukah Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia Pada 2024?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2020 | 21:18 WIB

Ekonomi Tumbuh Negatif, Menteri Airlangga Tetap Bersyukur

Ekonomi Tumbuh Negatif, Menteri Airlangga Tetap Bersyukur

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:53 WIB

Terkini

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:47 WIB

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:46 WIB

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Listyo Sigit Serahkan Tongkat Komando Polri kepada Suyudi

Listyo Sigit Serahkan Tongkat Komando Polri kepada Suyudi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:44 WIB

7 Rekomendasi Jaket Casual Lokal Terbaik untuk Tampil Stylish Setiap Hari

7 Rekomendasi Jaket Casual Lokal Terbaik untuk Tampil Stylish Setiap Hari

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Bitcoin Cs Kompak Menghijau, Indeks Kripto CFX10 Tembus Level 1.036 Jelang Akhir Pekan

Bitcoin Cs Kompak Menghijau, Indeks Kripto CFX10 Tembus Level 1.036 Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Pertama dalam Sejarah, Pangsa Pasar Mobil BBM Anjlok di Bawah 50 Persen

Pertama dalam Sejarah, Pangsa Pasar Mobil BBM Anjlok di Bawah 50 Persen

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:40 WIB

DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar

DPRD Jabar Dorong Satgas Terpadu Karhutla, Respons Daerah Diminta Tak Menunggu Api Membesar

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Tak Cuma Trading, Begini Cara Industri Kripto Berkontribusi pada Aksi Sosial

Tak Cuma Trading, Begini Cara Industri Kripto Berkontribusi pada Aksi Sosial

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor

Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:37 WIB

×