38 Juta Orang Jatuh Miskin Akibat Corona

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 September 2020 | 16:04 WIB
38 Juta Orang Jatuh Miskin Akibat Corona
Permukiman kumuh di kawasan Kebon Pala, Jakarta.

Suara.com - Dalam laporan ekonomi Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober 2020 menyebutkan bahwa sebanyak 38 juta penduduk dunia akan jatuh miskin akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Bank Dunia menyebut guncangan yang disebabkan oleh Covid-19 tidak hanya menekan masyarakat tetap di dalam kemiskinan, tapi juga memunculkan suatu golongan ‘masyarakat miskin baru’.

"Jumlah masyarakat yang hidup dalam kemiskinan di kawasan ini diprediksi mengalami penambahan sebanyak 38 juta orang pada tahun 2020," sebut Chief Economist East Asia and Pacific dari World Bank Aaditya Mattoo, dalam Laporan Ekonomi Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober, secara virtual, Selasa (29/8/2020).

Rinciannya kata dia sebanyak 33 juta orang yang seharusnya sudah dapat lepas dari jurang kemiskinan tidak bisa lepas dari kemiskinan akibat pandemi dan 5 juta lainnya terdorong kembali ke dalam garis kemiskinan.

Selain itu, dampak pandemi terhadap angkatan kerja dan pendapatan dirasakan besar dan tersebar luas. Angka penjualan yang dicapai oleh perusahaan di sebagian negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami penurunan sebesar 38 hingga 58 persen pada bulan April maupun Mei 2020, dibandingkan dengan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Perusahaan-perusahaan besar tampak mampu pulih lebih cepat daripada usaha berskala kecil dan menengah – dimana UKM lebih rentan terhadap krisis dan kurang begitu mampu untuk beradaptasi dengan menggunakan platform digital," paparnya.

Baik pegawai dengan gaji maupun yang bekerja bagi usaha keluarga mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.

Pemerintah negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik telah mengalokasikan rata-rata 5 persen dari nilai PDB-nya untuk meningkatkan sistem kesehatan, membantu rumah tangga menjaga konsumsinya dan membantu perusahaan menghindari kepailitan.

Akan tetapi, beberapa negara mengalami kesulitan untuk memperluas program perlindungan sosialnya yang terbatas, di mana sebelumnya mereka membelanjakan hanya kurang dari 1 persen PDB-nya.

baca juga

Bahkan dengan peningkatan pembelanjaan semacam ini, laporan ini menjumpai bahwa di beberapa negara bantuan pemerintah sejauh ini baru menjangkau kurang dari seperempat jumlah rumah tangga yang pendapatannya terpuruk, dan hanya 10-20 persen perusahaan melaporkan telah menerima bantuan sejak mulai adanya pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Minus 2 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Minus 2 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Bisnis | Selasa, 29 September 2020 | 15:35 WIB

Indeks Sumber Daya Manusia Indonesia Justru Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Indeks Sumber Daya Manusia Indonesia Justru Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis | Senin, 21 September 2020 | 15:23 WIB

Pemerintahan Jokowi Perlu Dengar Pandangan Kaum Miskin

Pemerintahan Jokowi Perlu Dengar Pandangan Kaum Miskin

News | Senin, 21 September 2020 | 13:53 WIB

Terkini

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:12 WIB

×