Tingkat Kematian Ayam Petelur Kandang Bebas Baterai Terus Menurun

Iwan Supriyatna

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:18 WIB
Tingkat Kematian Ayam Petelur Kandang Bebas Baterai Terus Menurun
Ilustrasi peternakan ayam. (Antara/Seno)

Suara.com - Menurut  Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, berdasarkan analisis data komersial terbesar,  tingkat kematian ayam petelur menurun dari waktu ke waktu dalam sistem kandang bebas baterai karena adanya peningkatan pengalaman dan pengetahuan manajemen. 

Dengan menggunakan berbagai data dari 16 negara berbeda dan 176 juta ayam, studi ini membandingkan kematian ayam petelur di sistem kandang yang berbeda, kandang baterai konvensional, sistem enriched cage dan sistem bebas kandang baterai (kandang aviari ).

Hal ini mengungkapkan bahwa dalam periode satu dekade, pengalaman dalam mengelola sistem kandang baterai telah dikaitkan dengan adanya penurunan rata-rata 4-6% kematian, atau tingkat penurunan kematian yang lebih rendah daripada yang sudah dilaporkan, dibandingkan dengan sistem kandang yang sudah mencapai titik jenuh.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat kematian di populasi unggas dalam sistem bebas kandang tidak setinggi di dalam sistem kandang baterai konvensional. 

“Ketika perbandingan dibuat antara sistem dengan tingkat “kematangan” teknologi yang setara, kematian di kandang rumahan bebas kandang baterai tidak lebih tinggi dari pada sistem kandang,” ungkap Dr. Cynthia Schuck-Paim, salah satu penulis studi tersebut ditulis Selasa (27/7/2021).

Faktanya, tren yang bisa diamati dari data menunjukkan bahwa kematian dapat lebih ditekan di kandang bebas baterai jika (kualitas) manajemen dapat terus ditingkatkan dan genetika mampu dioptimalkan dalam sistem tersebut.

"Selama beberapa dekade, sistem industri kandang telah dikembangkan (secara spesifik) untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kematian individu ungggas produktif, dan wajar jika sistem housing yang baru diadopsi mengikuti jalur yang sama," ungkap penelitian tersebut, yang juga menyebutkan bahwa faktor risiko kematian di sistem bebas kandang baterai, seperti tantangan adanya patogen baru dan paparan pada luka akibat patukan unggas lain yang dapat dikelola jika produsen dapat memperoleh pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan sistem bebas kandang baterai dengan sukses.

Karena insentif keuangan, studi tersebut mengatakan, produsen telah menyesuaikan sistem kandang industri untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kematian, sambil mempertahankan standar kesejahteraan yang rendah dan terkadang menurunkannya lebih jauh.

“Studi ini penting karena mengungkapkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi angka kematian adalah pengetahuan produsen sendiri dan insentif. Oleh karena itu, jika insentifnya berupa tunjangan finansial, maka studi tersebut menunjukkan bahwa dengan pengetahuan, pengalaman dan teknologi, sistem tanpa bebas kandang baterai tidak hanya lebih efisien, tetapi juga menghadirkan alternatif yang lebih etis bagi konsumen,” ungkap Fadila, Communications and Corporate Engagement Manager Act For Farmed Animals. 

baca juga

Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja melalui koalisi AFFA,  bekerja untuk mendorong sistem pangan dan metode pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Upaya mereka telah membantu perusahaan besar seperti Autogrill, Burger King dan Pizza Marzano, yang baru-baru ini untuk mengadopsi kebijakan yang mengalihkan seluruh rantai pasok mereka ke sistem bebas kandang baterai.

Adanya perubahan sistem yang cepat dari kandang baterai menuju bebas kandang baterai adalah tren global dan lebih dari 100 perusahaan, seperti Nestlé, Unilever, Mondelez International, Restaurant Brands International dan Wyndham Hotels & Resorts juga telah ikut berkomitmen untuk berhenti memasok telur dari kandang baterai secara global.

Manfaat sistem kandang bebas baterai telah menjadi subyek dari beberapa penelitian. Menurut penelitian yang dipublikasikan di World’s Poultry Science Journal, “Ayam dalam sistem bebas kandang baterai memiliki kesehatan muskuloskeletal terbaik, penurunan insiden osteoporosis, dan lebih sedikit patah tulang yang terjadi selama depopulasi”.

Dalam kandang baterai, satu ayam menghabiskan hidup mereka dengan beberapa unggas lainnya, dalam ruang yang masing-masing lebih kecil dari selembar kertas A4. Mereka tidak dapat merentangkan sayap mereka sepenuhnya atau berjalan dengan bebas.

Dalam sistem ini, ayam juga tidak dapat melakukan beberapa perilaku paling mendasar yang padahal penting untuk kesejahteraannya, seperti bersarang, bertelur, dan mandi debu.

Mereka harus berdiri di atas kawat logam, yang biasanya menyebabkan kaki mereka terluka, dan osteoporosis karena kurangnya gerakan, yang dapat menyebabkan patah tulang yang menyakitkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ya Ampun! Peternak Ayam di Banyumas Divonis Hukuman Penjara, Ini Kasusnya

Ya Ampun! Peternak Ayam di Banyumas Divonis Hukuman Penjara, Ini Kasusnya

Jawa Tengah | Rabu, 17 Maret 2021 | 18:18 WIB

Diperas Oknum Polisi Rp90 Juta, Peternak Ayam Petelur di Banyumas Demo

Diperas Oknum Polisi Rp90 Juta, Peternak Ayam Petelur di Banyumas Demo

Jawa Tengah | Selasa, 26 Januari 2021 | 14:19 WIB

Saat Akan Buat Seblak, Risa Kaget Temukan Telur Bertuliskan Lafaz Allah

Saat Akan Buat Seblak, Risa Kaget Temukan Telur Bertuliskan Lafaz Allah

Jatim | Kamis, 28 November 2019 | 21:51 WIB

Terkini

Debut di Porprov Jateng 2026, Tamara Galuh Langsung Sumbang Perak untuk Solo

Debut di Porprov Jateng 2026, Tamara Galuh Langsung Sumbang Perak untuk Solo

Surakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Dari Diskon MCU hingga Genomics, Intip Keuntungan Healthcare Privilege BRI dan Prodia

Dari Diskon MCU hingga Genomics, Intip Keuntungan Healthcare Privilege BRI dan Prodia

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Nikmati Keistimewaan Layanan Kesehatan, BRI Private dan Prioritas Tawarkan Beragam Benefit

Nikmati Keistimewaan Layanan Kesehatan, BRI Private dan Prioritas Tawarkan Beragam Benefit

Jabar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:52 WIB

BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics

BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga

Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Jaga Kesehatan Diri dan Keluarga, BRI Tawarkan Privilege Eksklusif bagi Nasabah

Jaga Kesehatan Diri dan Keluarga, BRI Tawarkan Privilege Eksklusif bagi Nasabah

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Ikut Padamkan Karhutla, Zaskia Adya Mecca Syok Petugas Temukan Botol Pertalite Dekat Sutet

Ikut Padamkan Karhutla, Zaskia Adya Mecca Syok Petugas Temukan Botol Pertalite Dekat Sutet

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:39 WIB

Indeks Kripto CFX10 Naik Tipis, BNB Menguat 2,3 Persen

Indeks Kripto CFX10 Naik Tipis, BNB Menguat 2,3 Persen

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:39 WIB

Kejati Jabar Ungkap Dugaan Modus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Appraisal Ditambah 15 Persen

Kejati Jabar Ungkap Dugaan Modus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Appraisal Ditambah 15 Persen

Jabar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Reklasifikasi MSCI Ancam Pasar Modal RI, Pemerintah Diminta Waspadai Geopolitik Global

Reklasifikasi MSCI Ancam Pasar Modal RI, Pemerintah Diminta Waspadai Geopolitik Global

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:36 WIB

×