Bahana TCW: Di Tengah Ketidakpastian Global, Penerimaan Negara Catatkan Kinerja Menggembirakan

Iwan Supriyatna

Senin, 04 April 2022 | 15:03 WIB
Bahana TCW: Di Tengah Ketidakpastian Global, Penerimaan Negara Catatkan Kinerja Menggembirakan
Ilustrasi uang, pembukuan keuangan. (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia dipandang mengalami tekanan akibat kondisi ekternal yang masih dalam posisi kurang stabil yang dipicu oleh krisis Rusia-Ukrania, kebijakan tapering yang dilakukan The Fed serta melonjaknya harga sejumlah komoditas.

Asumsi yang mendasari ini adalah melemahnya sejumlah indikator makro seperti nilai tukar Rupiah, pergerakan IHSG maupun inflasi. Bahkan ada sebagian pihak yang mempertanyakan kemampuan fiskal dan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam menahan gejolak ekonomi yang tengah terjadi ini.

Di luar hal tersebut, ada kabar gembira yang luput dari perhatian banyak pemerhati ekonomi. Berdasarkan data yang dilansir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 malah menunjukkan kinerja yang positif selama periode Januari-Februari 2022.

Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat mengatakan, berdasarkan data yang dikeluarkan Kemenkeu, selama 2 bulan pertama 2022 ini, penerimaan negara mencapai Rp302,4 Triliun atau tumbuh sebesar 37,7% (YoY).

"Penerimaan negara ini berarti 17% dari target penerimaan tahunan yang sebesar Rp1743 triliun. Tentu saja ini sebuah prestasi besar di tengah kondisi ekonomi dunia yang dinamis ini dan patut diapresiasi. Secara porsi, salah satu kontributor terbesar dalam penerimaan negara adalah pajak dengan nilai mencapai Rp119,4 Triliun,” kata Budi ditulis Senin (4/4/2022).

Di sisi pengeluaran, kenaikan komoditas, terutama energi, dikhawatirkan akan membebani keuangan negara, khususnya dalam hal peningkatan kenaikan subsidi. Kenaikan harga komoditas ternyata tidak serta merta menjadi risiko untuk postur fiskal Pemerintah jika disertai oleh kenaikan pendapatan negara.

“Kenaikan harga komoditas tidak selalu membawa dampak buruk bagi keuangan negara. Sebagai contoh, pada tahun 2021, minyak sawit, batu bara, dan logam dasar menyumbang 38% dari ekspor Indonesia dan menyumbang surplus perdagangan yang lebih besar 4x lipat dari defisit perdagangan minyak. Hal ini turut menyumbang pendapatan negara khususnya pada komponen Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berpotensi mengalami pertambahan sebesar Rp8,5 T per bulannya akibat kenaikan harga komoditas. Pada 2 bulan pertama 2022 ini saja, perolehan PPh Migas telah mencapai 28,6% dari target tahunan. PPh Migas ini dikutip dari arus keluar masuk migas,” terang Budi.

Kenaikan harga komoditas yang masih berlanjut diperkirakan dapat memperbaiki postur fiskal Indonesia. Hal ini akan berdampak baik pada proyeksi defisit APBN yang berpotensi menipis.

“Sejak APBN 2022 disahkan pada tahun lalu, komponen belanja pemerintah tercatat hampir tidak tumbuh di tahun ini. Dengan kata lain, mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 adalah sektor swasta, bukan lagi belanja pemerintah. Hal ini kami perkirakan sudah priced-in di pasar saham.” Budi menambahkan.

baca juga

“Pasar saham justru sedang menikmati dampak positif kenaikan harga komoditias global, serta sektor turunannya yakni big ticket items seperti properti dan otomotif. Dan menurut kami, ini merupakan tanda yang bagus karena sektor swasta mulai bergerak kembali,” ujarnya.

Sementara itu pendapatan negara yang tumbuh positif ditopang oleh harga komoditas sepanjang tahun 2021, menyebabkan bertambahnya kelebihan pendanaan atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang dapat digunakan untuk mendanai kebutuhan tambahan yang mendesak. Selain itu, tercatat akumulasi Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir tahun 2021 sebesar Rp333 T.

Angka ini jauh melebihi rata-rata SAL tahun-tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp100 T. Hal ini juga berarti sehatnya pengelolaan keuangan negara.

Dengan masih berlanjutnya harga komoditas yang tinggi, realisasi APBN di bulan Januari 2022 mengalami surplus, dan menyumbang SILPA sebesar Rp25,9 triliun.

Buffer fiskal ini diyakini menjadi salah satu komponen yang dapat digunakan Pemerintah dalam mengendalikan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia jika kondisi mendesak.

“Kami melihat posisi inflasi masih dapat terkendali dan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan konservatif sebesar 5,2% masih mungkin dicapai,” katanya.

“Dengan melihat posisi APBN ini, dapat dikatakan bahwa APBN kita sudah berjalan on track dan Pemerintah akan mampu membuat kebijakan guna merespon perkembangan situasi saat ini. Kami melihat pemerintah memiliki dana yang sangat cukup untuk melakukan intervensi apabila diperlukan. Jadi kami optimistis dengan kemampuan Pemerintah Indonesia dalam merespon kondisi saat ini,” tutup Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Tahan Krisis Ekonomi Kian Memburuk, Satu Per Satu Menteri Di Sri Lanka Mengundurkan Diri

Tak Tahan Krisis Ekonomi Kian Memburuk, Satu Per Satu Menteri Di Sri Lanka Mengundurkan Diri

News | Senin, 04 April 2022 | 12:07 WIB

Wali Kota Bobby Nasution Mampu Bikin Ekonomi Kreatif dan Startup di Medan Berkembang

Wali Kota Bobby Nasution Mampu Bikin Ekonomi Kreatif dan Startup di Medan Berkembang

Sumut | Senin, 04 April 2022 | 13:05 WIB

Sandiaga Uno: Kolaborasi Baznas, Universitas Al-Azhar, Pelaku UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Nasional

Sandiaga Uno: Kolaborasi Baznas, Universitas Al-Azhar, Pelaku UMKM Dorong Kebangkitan Ekonomi Nasional

Bisnis | Minggu, 03 April 2022 | 15:01 WIB

Terkini

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Targer 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

5 Rekomendasi Dompet Pria Lokal untuk Solusi Kado Ulang Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:46 WIB

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Diskon Tiket Masuk ARTSUBS 2026 Khusus Pengguna BRImo

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 12:45 WIB

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

8 Rekomendasi Parfum Pucelle dan Gatsby Terbaik di Minimarket untuk Harian

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Bukan Sekadar Flu, Kenali Tanda Bahaya Influenza A yang Bisa Berujung Rawat Inap di RS

Health | Rabu, 30 September 2026 | 12:44 WIB

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Hentikan Plastik ke Laut Saja Tak Cukup, Sampah Lama Bisa Berubah Jadi Mikroplastik

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:43 WIB

6 Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Running, Cek Harga dan Teknologinya

6 Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Running, Cek Harga dan Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:42 WIB

×