Airlangga Dinilai Berhasil Bawa Agenda Indonesia Hingga Diterima Dunia

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 02 Juni 2022 | 05:59 WIB
Airlangga Dinilai Berhasil Bawa Agenda Indonesia Hingga Diterima Dunia
Menko Bidang Perekonomian dan KPCPEN, Airlangga Hartarto. (Dok: Kemenko Perekonomian)

Suara.com - Penerimaan hangat negara-negara Eropa, Arab Saudi dan Singapura kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartato menarik untuk dimaknai. Ketua Umum Partai Golkar yang selama ini terkesan hemat bersikap di publik, justru menunjukan kapasitasnya saat bertemu dengan para pemimpin dunia di sela-sela tugas kenegaraan mewakili Indonesia pada Forum Ekonomi Dunia (WEFAM) di Davos, Swiss.

"Penerimaan negara-negara maju di dunia kepada Indonesia saat ini adalah hal yang biasa karena Presidensi G20 Indonesia. Tapi penerimaan hangat kepada Airlangga Hartarto yang bukan seorang presiden menjadi hal yang luar biasa. Penerimaan tersebut bisa mengindikasikan bahwa dunia menerima kehadiran Airlangga sebagai pemimpin Indonesia ke depan," ujar Robi Nurhadi, pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional ditulis Kamis (2/6/2022).

Robi menilai bahwa Airlangga berhasil membawa agenda Indonesia agar diterima dunia. Seperti diketahui bahwa Indonesia mendorong adanya arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi.

"Penerimaan hangat Jerman selaku Presidensi Negara-Negara Maju G7 menjadi langkah cerdas menjembatani kepentingan negara berkembang dengan negara maju," tambah alumnus Center for History, Politic and Strategy UKM Malaysia tersebut.

"Juga penerimaan hangat Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Her Majesty Queen Maxima of the Netherlands bisa memberi dampak positif yang khusus kepada Indonesia," kata Robi Nurhadi, yang juga seorang aktivis perdamaian dunia.

"Memperluas pasar ke negara-negara Eropa, seperti Belanda, Jerman dan lainnya saat ini sangatlah tepat. Mereka sedang terdampak soal pasokan barang akibat perang Rusia-Ukraina. Nah, kalau Pak Airlangga membuka kesempatan agar barang-barang kita masuk, itu bagus buat rakyat," ujar Kepala Pusat Penelitian Pascasarjana Universitas Nasional tersebut.

"Pada 2020, ekspor kita mencapai US$3,11 miliar. Lumayan. Maka wajar apabila Belanda jadi negara tujuan ekspor terbesar ke-11 bagi Indonesia," ujar Robi Nurhadi.

Menurut Robi, Belanda tidak hanya menjadi tujuan bagi perusahaan-perusahaan besar yang mengekspor minyak kelapa sawit, produk kimia, tapi juga bagi usaha rakyat menengah seperti kopra dan produk turunannya serta produk alas kaki.

"Jadi, kalau Pak Menko mau memperluas pasar ekspor bagi barang-barang UKM dan koperasi ke Eropa seperti Belanda dan Jerman, itu memberi nilai tambah bagi masyarakat Indonesia umumnya. Dan kita perlu itu. Kita perlu UKM dan koperasi Go International," ujar Robi.

"Eropa juga sedang perlu negara tujuan investasi yang aman dari terdampak perang. Indonesia adalah negara yang tepat. Jadi bagus kalau Pak Menko Airlangga juga menarik Belanda dan Jerman untuk menambah investasinya di sini," tambah Robi Nurhadi.

Robi Nurhadi mengingatkan bahwa tidak mudah menarik investasi luar masuk ke Indonesia, tapi lebih tidak mudah untuk mempertahankan investasi tersebut bertahan dan berkembang.

"Karena itu, sebagaimana diharapkan Perdana Menteri Belanda dalam pertemuan tersebut, pastikan agar prosesnya semakin mudah dan terpercaya. Pak Airlangga kan berpengalaman di dunia usaha dan terlibat langsung dalam reformasi proses perizinan di Indonesia. Jadi, ya ia mengerti dan mungkin bisa meyakinkan pihak Belanda tersebut," ujar Robi Nurhadi.

Penerimaan Arab Saudi dan Singapura dalam rangkaian perjalanan Airlangga untuk World Economic Forum tersebut menjadi menarik dalam kaitan dengan kepentingan penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim.

"Dua negara tersebut sedang hangat dibicarakan. Singapura soal kasus deportasi Ustadz Abdul Somad dan Arab Saudi soal ibadah haji yang proses keberangkatannya sudah dimulai. Tentu, pertemuan Airlangga dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Menteri Ekonomi Arab Saudi Faisal Al-Ibrahim bisa memberi dampak positif bagi pembangunan hubungan yang lebih baik dan saling menghargai ke depan," tambah Robi Nurhadi yang pernah riset lapangan di kedua negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui PM Lee Hsien Long, Menko Airlanggga Hartarto Berharap Singapura Terus Investasi ke Indonesia

Temui PM Lee Hsien Long, Menko Airlanggga Hartarto Berharap Singapura Terus Investasi ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2022 | 17:48 WIB

Buntut Ucapan Singgung Airlangga Soal Munaslub, Politikus Golkar Minta Desmond Tak Usik Sarang Tetangga

Buntut Ucapan Singgung Airlangga Soal Munaslub, Politikus Golkar Minta Desmond Tak Usik Sarang Tetangga

News | Rabu, 01 Juni 2022 | 10:32 WIB

Pemerintah Dorong Toko Kelontong Bertransformasi Jadi Layanan Digital

Pemerintah Dorong Toko Kelontong Bertransformasi Jadi Layanan Digital

Bisnis | Senin, 30 Mei 2022 | 17:31 WIB

Terkini

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:33 WIB

Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik

Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:30 WIB

IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok

IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:20 WIB

Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi

Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:14 WIB

Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!

Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:13 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:03 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:59 WIB

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:43 WIB