Minat Petani Turun, Produksi Kedelai Indonesia Terus Menurun dalam 5 Tahun

M Nurhadi

Jum'at, 09 September 2022 | 17:30 WIB
Minat Petani Turun, Produksi Kedelai Indonesia Terus Menurun dalam 5 Tahun
Pekerja memproduksi tahu dan tempe berbahan dasar kedelai di kawasan Duren Tiga Raya, Jakarta selatan, Jumat (18/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Perbaikan kualitas kedelai, menurut penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), bisa meningkatkan daya saing kedelai lokal yang selama ini masih kalah pamor dari kedelai impor.

“Peningkatan kualitas kedelai lokal akan membantu meningkatkan daya saingnya, yang pada pada akhirnya akan berdampak pada penyerapan. Kualitas yang lebih baik akan membuka peluang kedelai lokal untuk bersaing dengan kedelai impor, yang selama ini memang mendominasi kebutuhan nasional,” kata peneliti CIPS Azizah Fauzi, Jumat (9/9/2022).

Menurut dia, ada beberapa masalah dalam pengelolaan kedelai di tanah air. Yang pertama adalah merosotnya produksi kedelai lokal setiap tahunnya.

Berdasarkan data USDA, Indonesia menghasilkan 580.000 ton kedelai di tahun 2015 dan merosot 18 persen menjadi hanya 475.000 ton pada tahun 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun CIPS melalui Food Monitor, penurunan ini berbanding terbalik dengan jumlah total konsumsi nasional pada 2020 yang meningkat sebesar 15 persen mencapai 3.283.000 juta ton dari total konsumsi 2015 yang berjumlah 2.854.000 juta ton.

Beberapa penyebab penurunan jumlah produksi adalah penurunan luas lahan pertanian kedelai hingga masih digunakannya cara konvensional dalam penanaman dan pembudidayaan yang menyebabkan mandeknya peningkatan kuantitas produksi. 

Luas panen kedelai dari tahun 2015 hingga 2021 juga menurun sebesar 20,45 persen, dari 440.000 hektar menjadi 350.000 hektar.

Penyebab lainnya menurunnya produksi, kata Azizah, adalah minimnya modernisasi pertanian kedelai yang menyebabkan rendahnya produktivitas. Selain penurunan luas lahan panen kedelai, rendahnya minat petani untuk menanam kedelai juga menjadi kendala.

Kedelai hingga saat ini masih dianggap sebagai tanaman penyeling karena dianggap kurang menguntungkan dibandingkan dengan tanaman pangan lain, seperti jagung dan padi. Petani kedelai di Indonesia dihadapkan pada kenyataan bahwa ongkos produksi tidak sebanding dengan harga jualnya.

baca juga

“Inkonsistensi ini menyebabkan input pertanian yang digunakan belum tentu bekerja dengan maksimal sehingga kedelai yang ditanam tidak menghasilkan panen sebagaimana yang diharapkan,” tambah Azizah.

Selain minat dan keuntungan yang rendah, petani kedelai juga dihadapkan pada tantangan iklim. Iklim tropis di Indonesia secara umum tidak terlalu cocok untuk kedelai yang hanya tumbuh subur di daerah sub-tropis seperti di Amerika Serikat yang merupakan salah satu produsen terbesar dan eksportir utama kedelai ke Indonesia.

Para pemangku kepentingan terutama pemerintah, kata Azizah, perlu memperhatikan tantangan pada rentannya rantai pasok kedelai impor, serta perbaikan kuantitas dan kualitas produksi kedelai lokal. Dia menyarankan agar fokus utama pemerintah untuk mempercepat proses revitalisasi dan penguatan rantai pasok kedelai dalam negeri.

Azizah juga merekomendasikan pemerintah untuk fokus pada kebutuhan konsumen dengan memastikan ketersediaan stok kedelai di pasar.

Di saat yang bersamaan, lanjut dia, pemerintah perlu menjalankan program intensifikasi yang tidak membutuhkan lahan tanam tambahan, dengan memastikan akses petani kedelai kepada input pertanian, adopsi teknologi pertanian dan memperbaiki cara tanam yang disesuaikan dengan karakteristik lahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Natto, Makanan Viral yang Dapat Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Natto, Makanan Viral yang Dapat Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Your Say | Jum'at, 09 September 2022 | 16:50 WIB

Curhatan Petani Ngaku Tak Diperbolehkan Beli BBM Bersubsidi: Harus Bagaimana Ini?

Curhatan Petani Ngaku Tak Diperbolehkan Beli BBM Bersubsidi: Harus Bagaimana Ini?

Hits | Jum'at, 09 September 2022 | 09:50 WIB

Pranoto Mongso, Kalender Petani yang Diyakini Masih Relevan Menjawab Perubahan Musim

Pranoto Mongso, Kalender Petani yang Diyakini Masih Relevan Menjawab Perubahan Musim

Jawa Tengah | Jum'at, 09 September 2022 | 09:25 WIB

Harga BBM Bersubsidi Naik, Petani di Pandeglang Minta HPP Gabah Dinaikkan

Harga BBM Bersubsidi Naik, Petani di Pandeglang Minta HPP Gabah Dinaikkan

Banten | Kamis, 08 September 2022 | 15:09 WIB

Efek Harga BBM Mahal, Sopir Enrekang-Makassar Banting Setir Jadi Petani Bawang

Efek Harga BBM Mahal, Sopir Enrekang-Makassar Banting Setir Jadi Petani Bawang

Sulsel | Kamis, 08 September 2022 | 13:24 WIB

Terus Meningkat, Luas Tanam Kebun Sawit Swadaya di Kalbar Capai 534.767 Hektare

Terus Meningkat, Luas Tanam Kebun Sawit Swadaya di Kalbar Capai 534.767 Hektare

Kalbar | Kamis, 08 September 2022 | 05:55 WIB

Terkini

Bocoran iPhone Air 2 Terbaru: Layar 120Hz, Kamera Ganda 48MP, dan Chipset 2nm

Bocoran iPhone Air 2 Terbaru: Layar 120Hz, Kamera Ganda 48MP, dan Chipset 2nm

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam Lewat Pipa WNTS-Pemping

Perkuat Ketahanan Energi, PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam Lewat Pipa WNTS-Pemping

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Apa Manfaat Lip Mask Madame Gie? Ini 5 Fungsi dan Kandungannya

Apa Manfaat Lip Mask Madame Gie? Ini 5 Fungsi dan Kandungannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Ivar Jenner Sudah Gatal Ingin Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Tandang

Ivar Jenner Sudah Gatal Ingin Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Tandang

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Joane Win hingga Maudy Koesnaedi Hidupkan Kisah Perjuangan Njonja Ati Soetji di Panggung Teater

Joane Win hingga Maudy Koesnaedi Hidupkan Kisah Perjuangan Njonja Ati Soetji di Panggung Teater

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×