Wapres Ma'ruf Amin Harap MES Jadi Lokomotif Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Chandra Iswinarno

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 14:35 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Harap MES Jadi Lokomotif Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta memberikan sambutan secara virtual dalam Silaknas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pada Sabtu (8/10/2022). [ANTARA/BPMI Setwapres]

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bisa menjadi lokomotif untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin dengan harapan bisa membangun kekompakan dengan pemangku kepentingan lain agar dapat mempercepat perkembangan keuangan.

"MES diharapkan menjadi salah satu lokomotif untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan cepat. Diperlukan gerak yang lebih cepat dan lebih kompak dari seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah, tidak hanya di pusat, tetapi terlebih di daerah," kata Wapres Ma'ruf Amin di Jakarta, Sabtu, pada Silaturahim Nasional (Silaknas) MES secara virtual.

Pada acara tersebut hadir Gubernur Bank Indonesia (BI) selaku Ketua Dewan Pakar MES Perry Warjiyo, Wakil Ketua Dewan Pembina MES Agung Firman Sampurna, Sekretaris Jenderal MES Iggi Haruman Achsien, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Heri Gunadi, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.

"Berbagai raihan prestasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia saat ini juga diperoleh melalui kolaborasi. Kita masih ingat momen berdirinya BSI, konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Umum Syariah, pembentukan Kawasan Industri Halal dan lainnya," ungkap Wapres.

MES juga sudah ikut berperan misalnya dengan pemberdayaan dan pendampingan UMKM halal, pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren, termasuk peningkatan literasi ekonomi syariah melalui edukasi dan sosialisasi.

"Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah kini telah mengalami peningkatan, walaupun belum signifikan dan sangat perlu percepatan. Per Juni 2022 pangsa pasar keuangan syariah Indonesia menurut OJK berada pada angka 10,41 persen, meningkat dari angka 10 persen pada tahun sebelumnya," tambah Wapres.

Begitu pula literasi masyarakat Indonesia terhadap ekonomi syariah baru mencapai sekitar 20 persen, meningkat dari tahun 2019 yakni sebesar 16,28 persen.

Untuk dapat meningkatkan cakupan ekonomi syariah, Wapres menilai pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) sebagai perpanjangan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) adalah suatu keharusan.

baca juga

"Dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi sektor-sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah di daerah, seperti industri produk halal, jasa keuangan syariah, dana sosial syariah, serta bisnis dan kewirausahaan syariah, termasuk penguatan terhadap UMKM industri halal. Sampai saat ini telah terbentuk KDEKS di beberapa provinsi antara lain di NTB, Sumatra Barat, Riau, dan Sumatra Selatan," kata Wapres.

Ia berharap MES berperan aktif melakukan kemitraan dengan KDEKS dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di masing-masing wilayah.

"Harapan saya ke depan MES dapat berperan mengakselerasi ekonomi syariah yang kontributif antara lain melalui hal-hal sebagai berikut, pertama, sebagai rumah yang menaungi berbagai pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah. MES diharapkan terus mengukuhkan ekosistem kolaborasi agar senantiasa kondusif bagi terbangunnya kepercayaan dan tanggung jawab bersama," tambah Wapres.

Kedua, mempertajam sinergi industri keuangan syariah dan industri produk halal. Pelaku usaha di bidang makanan dan minuman, fesyen, pariwisata ramah muslim, maupun sektor halal lainnya memerlukan kontribusi keuangan syariah sebagai penyokong pembiayaan yang akan turut menentukan keberlangsungan usaha.

"Ketiga, kampanye literasi perlu dilakukan secara masif dan efektif menyasar setiap segmen generasi. MES diharapkan dapat ambil bagian dalam peningkatan ketersediaan SDM ahli di bidang ekonomi dan keuangan syariah," ungkap Wapres.

Keempat, MES harus mendorong literasi dan sekaligus gerakan pengumpulan wakaf, baik di pusat maupun di daerah.

"Saya berharap nantinya akan ada gerakan wakaf uang di masing-masing provinsi, misalnya gerakan wakaf uang DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, dan lain-lain," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur BI: Ekonomi Syariah Berperan Besar dalam Pemulihan Nasional

Gubernur BI: Ekonomi Syariah Berperan Besar dalam Pemulihan Nasional

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:01 WIB

Said Aqil Siroj: Ekonomi Syariah Masih Menghadapi Tantangan Berat, Harus Ada Kepedulian dari Pemerintah

Said Aqil Siroj: Ekonomi Syariah Masih Menghadapi Tantangan Berat, Harus Ada Kepedulian dari Pemerintah

News | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 00:05 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ekonomi Syariah Bisa Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Global

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ekonomi Syariah Bisa Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Global

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2022 | 17:33 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×