Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Nilai Impor RI Sepanjang September 2022 Ambles, Besi dan Baja Pemicunya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 17 Oktober 2022 | 12:10 WIB
Nilai Impor RI Sepanjang September 2022 Ambles, Besi dan Baja Pemicunya
Ilustrasi baja. (Tatalogam Group).

Suara.com - Senasib dengan nilai ekspor, sepanjang bulan September 2022 nilai impor Indonesia mengalami penurunan sebesar 10,58 persen dibandingkan bulan Agustus 2022 menjadi USD19,81 miliar.

Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai impor ini meningkat sebesar 22,01 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan penurunan nilai impor ini disebabkan karena menurutnya kegiatan ekspor baik migas dan nonmigas.

"Impor migas September 2022 senilai USD3,43 miliar, turun 7,44 persen dibanding Agustus 2022 atau naik 83,53 persen dibanding September 2021. Sementara impor nonmigas September 2022 senilai USD16,38 miliar, turun 11,21 persen dibanding Agustus 2022 atau naik 14,02 persen dibanding September 2021," papar Setianto dalam konferensi pers virtualnya, Senin (17/10/2022).

Lebih lanjut Setianto menambahkan bahwa penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar September 2022 dibanding Agustus 2022 adalah besi dan baja senilai USD342,2 juta (25,57 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah logam mulia dan perhiasan/permata senilai USD182,5 juta (50,37 persen).

Dilihat dari tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2022 adalah Tiongkok senilai USD50,29 miliar (33,88 persen), Jepang senilai USD12,65 miliar (8,52 persen), dan Thailand senilai USD8,52 miliar (5,74 persen).

Sementara impor nonmigas dari ASEAN senilai USD25,37 miliar (17,09 persen) dan Uni Eropa senilai USS8,40 miliar (5,66 persen).

Sedangkan berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–September 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi senilai USD496,3 juta (3,52 persen), bahan baku/penolong senilai USD33.340,7 juta (31,72 persen), dan barang modal senilai USD6.433,1 juta (32,17 persen).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data BPS: Ekspor September 2022 Melemah 10,99 Persen

Data BPS: Ekspor September 2022 Melemah 10,99 Persen

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 12:06 WIB

Bisnis Potensial dari Tanaman Hias Buka Peluang Ekspor Impor Indonesia

Bisnis Potensial dari Tanaman Hias Buka Peluang Ekspor Impor Indonesia

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 02:13 WIB

BPS Lampung Jamin Kerahasiaan Data Penduduk pada Pendataan Regsosek 2022

BPS Lampung Jamin Kerahasiaan Data Penduduk pada Pendataan Regsosek 2022

Lampung | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 08:56 WIB

Terkini

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:44 WIB

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:22 WIB

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:01 WIB

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:06 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

×