Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Suporter: Timnas Jerman Pantas Kalah, Kalian Memalukan dan Terlalu Fokus Pada 'Pelangi'

M Nurhadi

Kamis, 24 November 2022 | 07:44 WIB
Suporter: Timnas Jerman Pantas Kalah, Kalian Memalukan dan Terlalu Fokus Pada 'Pelangi'
Kiper Jerman Manuel Neuer (Kiri) tertunduk lesu usai negaranya kalah dalam pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022). [Anne-Christine POUJOULAT / AFP]

Suara.com - Suporter mengecam para pemain Jerman yang dianggap terlalu fokus pada politik dalam laga Piala Dunia melawan Jepang pada rabu (23/11/2022).

Kritik ini ramai disampaikan di media sosial usai Timnas Jerman berfoto sambil menutup mulut sebagai protes karena diblokir dari mengenakan ban lengan One Love yang mengindikasikan keberpihakan terhadap LGBTQ dan komunitas lainnya.

Itu mengikuti pernyataan bersama dari tujuh negara Eropa, termasuk Jerman plus Inggris dan Wales, untuk membatalkan rencana mengenakan ban kapten 'OneLove' setelah ancaman sanksi olahraga dari FIFA.

Usai pernyataan sikap tersebut, Timnas Jerman jadi bulan-bulanan para fans bahkan suporter mereka sendiri karena dianggap terlalu fokus pada politik dan meremehkan sepak bola.

"Mereka pantas kalah karena terlalu fokus pada kampanye politik mereka," tulis salah satu suporter melalui media sosial yang dikutip dari Daily Mail UK.

"Jerman pantas mendapatkannya karena begitu terobsesi dengan ban lengan pelangi dan politik," sebut lainnya.

"Kenapa kalian terlalu fokus pada politik? Mainkan saja sepak bolamu. Sikap politikmu tidak ada kaitannya dengan pertandingan," ujar warganet asal Jerman.

Tidak sedikit yang menyebut Jerman terlalu ambisius dan egois memaksakan sikap politik mereka tanpa menghargai budaya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia.

"Kalian, orang Jerman pantas mendapatkan ini karena kebodohan kalian. Jangan bawa-bawa politik di sepak bola dan harga bangsa lain," ujar netizen lainnya.

baca juga

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengeluarkan pernyataan tegas mendukung timnya dan menganggap larangan ban kapten pelangi sebagai pelanggaran hak berbicara.

Fans kritik aksi politik Timnas Jerman (ist via DailyMail)
Fans kritik aksi politik Timnas Jerman (ist via DailyMail)

Dari tribun, nampak pula Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser malah mengenakan ban kapten. Dia menyembunyikannya di bawah blazer merah muda, yang dia lepas saat permainan dimulai - memperlihatkan band dan logonya yang berbentuk hati.

Faeser kemudian terlihat duduk di sebelah presiden FIFA Gianni Infantino dengan bangga memamerkan ban lengannya. 

"Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami pegang di tim nasional Jerman: keragaman dan saling menghormati," kata DFB di Twitter. 

"[Isyarat] itu bukan tentang membuat pernyataan politik - hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi tetap saja tidak demikian. Itu sebabnya pesan ini sangat penting bagi kami. Menolak kami ban kapten sama dengan menolak kami bersuara. Kami mendukung posisi kami," sebut DFB.

Hingga saat ini, FIFA telah mengancam tujuh tim Eropa dengan sanksi jika mereka mengenakan ban kapten yang melambangkan keragaman dan toleransi.

Inggris, Wales, Belgia, Belanda, Swiss, Jerman dan Denmark mengatakan pada Senin (21/11/2022) bahwa mereka mendapat tekanan dari FIFA, dan meninggalkan rencana untuk memakai simbol di negara Muslim konservatif itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejutan Tim Asia di Piala Dunia 2022, Akankah Korsel Susul Arab Saudi dan Jepang

Kejutan Tim Asia di Piala Dunia 2022, Akankah Korsel Susul Arab Saudi dan Jepang

Jatim | Kamis, 24 November 2022 | 07:34 WIB

Spanyol Hancurkan Kosta Rika 7-0, Luis Enrique: Kami Luar Biasa

Spanyol Hancurkan Kosta Rika 7-0, Luis Enrique: Kami Luar Biasa

Bola | Kamis, 24 November 2022 | 07:31 WIB

5 Ide Konten Bertema Piala Dunia yang Bisa Jadi Referensi, Mau Coba Buat?

5 Ide Konten Bertema Piala Dunia yang Bisa Jadi Referensi, Mau Coba Buat?

Your Say | Kamis, 24 November 2022 | 07:27 WIB

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2022

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2022

Surabaya | Kamis, 24 November 2022 | 07:23 WIB

Viral Fans Arab Saudi Ganggu Jurnalis Korea Selatan, Meledek Kekalahan Argentina: Messi Mana? Messi Mana?

Viral Fans Arab Saudi Ganggu Jurnalis Korea Selatan, Meledek Kekalahan Argentina: Messi Mana? Messi Mana?

Bola | Kamis, 24 November 2022 | 07:19 WIB

Prediksi Swiss vs Kamerun di Piala Dunia 2022 Malam Ini: Skor, H2H dan Susunan Pemain

Prediksi Swiss vs Kamerun di Piala Dunia 2022 Malam Ini: Skor, H2H dan Susunan Pemain

Bola | Kamis, 24 November 2022 | 07:25 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×