Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Indonesia Dikabarkan Segera Gabung BRICS, Jokowi Hadiri Agenda KTT di Afrika Selatan

M Nurhadi

Kamis, 24 Agustus 2023 | 16:31 WIB
Indonesia Dikabarkan Segera Gabung BRICS, Jokowi Hadiri Agenda KTT di Afrika Selatan
Presiden Jokowi tiba di Johannesburg, Republik Afrika Selatan, Rabu (23/08/2023). (Foto: BPMI Setpres)

Suara.com - Pada awal Juni lalu, Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan selaku negara anggota BRICS mengadakan pertemuan di Afrika Selatan. Meskipun isu utama yang dibahas adalah Ukraina, media Rusia melaporkan adanya rencana ekspansi BRICS.

Setelah negara-negara anggota pendiri itu, kini kabarnya Arab Saudi, Iran, Ethiopia, Mesir, Argentina dan Uni Emirat Arab sudah diundang untuk bergabung.

Menariknya, media Rusia, TASS sempat menuliskan Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat berpotensi bergabung dengan BRICS dalam waktu dekat.

TASS menyatakan, "BRICS summit yang dijadwalkan akan berlangsung di Johannesburg pada akhir Agustus diperkirakan akan membahas proses penerimaan anggota baru dan mekanismenya. Beberapa negara yang masuk dalam daftar calon potensial termasuk Mesir, Indonesia, Iran, Argentina, Kazakhstan, Aljazair, Turki, Thailand, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab."

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menekankan bahwa negara yang ingin bergabung dengan BRICS tidak boleh memberlakukan sanksi atau mendukung sanksi anti-Rusia.

China saat ini masih menjadi BRICS yang paling berpengaruh dalam hal kekayaan ekonomi. Sementara itu, Rusia sedang menghadapi sanksi-sanksi dari negara-negara Barat, dan India sedang menghadapi konflik perbatasan dengan China.

Namun demikian, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Indonesia terkait potensi bergabung dengan BRICS. Sebelumnya, Indonesia telah menyatakan harapannya agar BRICS memperjuangkan hak-hak pembangunan dan keadilan ekonomi bagi negara-negara berkembang.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan pesan ini dalam pertemuan virtual dengan para Menteri Luar Negeri BRICS dan negara-negara mitra di Cape Town, Afrika Selatan, pada tanggal 2 Juni.

Retno mengungkapkan bahwa dunia saat ini terbagi menjadi blok-blok yang saling bersaing, dan tatanan dunia yang berbasis aturan telah terkikis karena setiap negara mengejar kepentingannya sendiri. Dia berharap bahwa BRICS memiliki potensi untuk menjadi kekuatan positif dalam memperbaiki tatanan global yang tidak sehat ini.

baca juga

Pertemuan para Menteri Luar Negeri BRICS juga dihadiri oleh 14 negara undangan lainnya, termasuk Arab Saudi, Argentina, Bangladesh, Burundi, Komoro, Gabon, Guinea-Bissau, Iran, Kazakhstan, Kuba, Mesir, Republik Demokratik Kongo, Uni Emirat Arab, dan Uruguay. Indonesia telah diundang untuk berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan BRICS di bawah kepemimpinan Afrika Selatan pada tahun ini.

Jokowi Datangi KTT BRICS

Presiden Jokowi dijadwalkan turut menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan seiring kunjungan di sejumlah negara di Afrika.

Dilansir oleh laman resmi Setkab RI, Jokowi tiba di Johannesburg pada tanggal 23 Agustus 2023 waktu setempat. Kedatangan Presiden disambut oleh pejabat tinggi Afrika Selatan serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afrika Selatan, yang juga bertanggung jawab untuk Botswana, Eswatini, dan Lesotho, yaitu Saud Purwanto Krisnawan.

Selain menghadiri KTT BRICS, Jokowi diagendakan untuk pertemuan bilateral dengan beberapa negara, termasuk Democratic Republic of Congo dan Afrika Selatan.

KTT BRICS saat ini sedang berlangsung, dengan partisipasi pemimpin negara-negara yang tergabung dalam aliansi ekonomi BRICS. 

Turut hadir Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden China, Xi Jinping, Perdana Menteri India, Narendra Modi, serta Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, hadir secara virtual.

Kunjungan Jokowi ke Afrika Selatan menjadi penutup dari perjalanan kunjungannya di Benua Afrika. Sebelumnya, beliau telah mengunjungi tiga negara lainnya, yaitu Kenya, Tanzania, dan Mozambik. Perlu dicatat bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Presiden Republik Indonesia ke negara Afrika Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Video Gibran dan Bobby Dukung Ganjar, Wali Kota Medan Malah Posting Kegiatan Bersama Jokowi

Ramai Video Gibran dan Bobby Dukung Ganjar, Wali Kota Medan Malah Posting Kegiatan Bersama Jokowi

News | Kamis, 24 Agustus 2023 | 08:45 WIB

Udara Jakarta Bikin Batuk, Megawati Minta Jokowi Pastikan IKN Tetap 'Segar'

Udara Jakarta Bikin Batuk, Megawati Minta Jokowi Pastikan IKN Tetap 'Segar'

News | Kamis, 24 Agustus 2023 | 07:58 WIB

Ribet! Mulai 1 Januari 2024 Jokowi Wajibkan Beli LPG 3 Kg Kudu Bawa KTP

Ribet! Mulai 1 Januari 2024 Jokowi Wajibkan Beli LPG 3 Kg Kudu Bawa KTP

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:32 WIB

Menilik Kedekatan Megawati dengan Putin: Ternyata Bestie Sejak 2003?

Menilik Kedekatan Megawati dengan Putin: Ternyata Bestie Sejak 2003?

News | Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:55 WIB

Momen Panembahan Al Nahyan Mengawal Presiden Jokowi Saat Main ke Mall di Medan Bikin Gemas

Momen Panembahan Al Nahyan Mengawal Presiden Jokowi Saat Main ke Mall di Medan Bikin Gemas

Lifestyle | Rabu, 23 Agustus 2023 | 18:30 WIB

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:47 WIB

Terkini

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

×