Jelang Debat, TPN Ganjar-Mahfud: Ganjar Jangan Dikambinghitamkan Proyek Semen

M Nurhadi

Minggu, 21 Januari 2024 | 12:10 WIB
Jelang Debat, TPN Ganjar-Mahfud: Ganjar Jangan Dikambinghitamkan Proyek Semen
Grup musik kenamaan Indonesia, Slank menyatakan dukungan terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD untuk Pilpres 2024 di Studio Potlot, Kalibata Jakarta Selatan, Sabtu (20/1/2024). (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyampaikan bahwa izin pendirian pabrik semen Rembang atau kasus Kendeng telah diberikan sebelum Ganjar menjabat sebagai gubernur. Oleh karena itu, secara efektif, Ganjar hanya melanjutkan izin yang telah ada.

TPN memproyeksikan bahwa permasalahan Kendeng (Semen Rembang) akan dijadikan alat untuk menyerang citra Ganjar Pranowo dalam debat cawapres malam ini.

"Saat Ganjar menjadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) malah pasang badan untuk membela warga yang terdampak pembangunan pabrik semen di Rembang itu," ujar Deputi Kanal Media TPN Karaniya Dharmasaputra, Minggu (21/1/2024).

Menurut dia, Ganjar adalah individu yang sangat memperhatikan isu lingkungan, bahkan pernah menolak memberikan izin untuk kegiatan pertambangan dan pendirian pabrik semen lainnya di Jawa Tengah.

Ia lantas memberikan contoh tentang penolakan pendirian pabrik semen di Sukolilo Pati, yang dianggap dapat merusak lingkungan karena melibatkan penggundulan hutan di wilayah pegunungan Kendeng, serta penambangan di Bukit Kapur Gombong.

Pada saat itu, Ganjar menolak memberikan persetujuan untuk pembangunan pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang telah memiliki izin di Sukolilo, Pati.

Karaniya menjelaskan bahwa Ganjar bersikeras menolak karena masalah di wilayah pegunungan Kendeng, terutama di Kudus dan Pati, sudah sangat serius, dan alasan lainnya adalah karena persediaan semen dianggap masih mencukupi.

"Pak Ganjar sangat peduli lingkungan. Buktinya sudah berulang kali menolak izin pendirian sejumlah pabrik lain dan kegiatan pertambangan di Jawa Tengah karena tidak memenuhi persyaratan dan merugikan warga,” ujarnya dikutip dari Antara.

Sementara itu mengenai pabrik semen Rembang, Karaniya melanjutkan, hal itu merupakan putusan pengadilan dan izin pembangunan pabrik itu juga telah memenuhi permintaan tokoh setempat yaitu almarhum Kyai Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

baca juga

Tujuan pendirian pabrik itu tidak lain agar warga sekitar dapat menerima manfaat dari kekayaan alam di daerahnya, serta tidak dikeruk dan dibawa keluar untuk diolah ke pabrik semen lain. Maka dari itu, Ganjar meneruskan cita-cita Mbah Moen untuk mensejahterakan warga setempat.

"Kebijakan Pak Ganjar saat itu adalah untuk menjamin desa dan rakyatnya mendapat manfaat. Karena tidak adil rasanya, ada investasi masuk namun rakyat tetap miskin,” kata dia.

Ganjar juga menginisiasi saham untuk rakyat setempat melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Menurut Karaniya, bila kasus ini masih dijadikan senjata di debat cawapres, maka kebenaran sudah diketahui masyarakat bahwa Ganjar selalu memihak pada kepentingan rakyat.

"Karena itu jangan Pak Ganjar dikambinghitamkan," tandas dia.

Dalam kasus semen Rembang, pemilik pabrik adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Semen Indonesia (SI) yang sudah mendapat izin pabrik sebelum Ganjar menjabat gubernur.

Belakangan, warga yang menolak pembangunan pabrik semen itu menang gugatan kasasi di Mahkamah Agung (MA) dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang dianggap bermasalah. Tetapi, MA tidak pernah menerbitkan perintah penutupan pabrik sebagaimana yang digugat warga penolak.

Akhirnya, Amdal diperbaiki dan Gubernur Jateng menerbitkan izin baru dengan sejumlah kesepakatan yaitu Ganjar mengawal hak masyarakat, salah satunya meminta saham untuk BUMDes di empat desa yang terdampak adanya pabrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Dan Pendukung Siapkan Surprise Saat Debat Cawapres Malam Ini, Apa Itu?

Gibran Dan Pendukung Siapkan Surprise Saat Debat Cawapres Malam Ini, Apa Itu?

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 11:03 WIB

Jelang Debat Cawapres, TPN Jelaskan Posisi Ganjar Di Kasus Kendeng: Beliau Cuma Meneruskan

Jelang Debat Cawapres, TPN Jelaskan Posisi Ganjar Di Kasus Kendeng: Beliau Cuma Meneruskan

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 10:16 WIB

Kampanye Ganjar-Mahfud Diramaikan Artis Ternama, Ribuan Simpatisan Padati Lapangan Puputan Renon

Kampanye Ganjar-Mahfud Diramaikan Artis Ternama, Ribuan Simpatisan Padati Lapangan Puputan Renon

News | Minggu, 21 Januari 2024 | 09:54 WIB

Slank Dapat Restu Bunda Iffet Dukung Ganjar-Mahfud: Sudah Lama Pengin Jadiin Pak Ganjar Presiden

Slank Dapat Restu Bunda Iffet Dukung Ganjar-Mahfud: Sudah Lama Pengin Jadiin Pak Ganjar Presiden

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 09:16 WIB

Hari Ini Debat Cawapres, TKN: Kelebihan Gibran saat Debat Jadi Senjata Andalan

Hari Ini Debat Cawapres, TKN: Kelebihan Gibran saat Debat Jadi Senjata Andalan

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 06:40 WIB

Usai Bimbim dkk Deklarasi di Potlot, Slankers Siap Menangkan Ganjar-Mahfud: Pilihan Paling Tepat

Usai Bimbim dkk Deklarasi di Potlot, Slankers Siap Menangkan Ganjar-Mahfud: Pilihan Paling Tepat

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 01:55 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×