Profil Produsen Ban Goodyear Yang Tutup Pabrik dan PHK Karyawan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 08 Maret 2024 | 11:44 WIB
Profil Produsen Ban Goodyear Yang Tutup Pabrik dan PHK Karyawan
Produsen ban merek Goodyear memutuskan untuk menutup fasilitas pabriknya yang berada di Shah Alam, Malaysia.

Suara.com - Produsen ban merek Goodyear memutuskan untuk menutup fasilitas pabriknya yang berada di Shah Alam, Malaysia. Keputusan ini membuat sekitar 550 pekerja di pabrik itu terkena PHK.

Presiden Goodyear Asia Pasifik, Nathaniel Madaranang mengakui keputusan penutupan pabrik ini adalah hal yang berat dan sulit.

"Sebagai bagian dari program ini, Goodyear telah membuat keputusan yang sulit namun perlu untuk menutup pusat produksi di Shah Alam, Malaysia, mulai 30 Juni 2024," kata Nathaniel kepada media Malaysia Malaymail dikutip Jumat (8/3/2024).

Nathaniel mengklaim penutupan ini merupakan bagian dari program perampingan dan efisiensi perusahaan. Program perampingan ini ditargetkan akan memangkas ongkos produksi sebesar Rp15 triliun.

Pabrik Goodyear di Shah Alam mulai beroperasi pada tahun 1972. Goodyear sendiri telah hadir di Malaysia sejak tahun 1929 dan menjadi pemasok ban untuk mobil pertama di negara tersebut.

"Proses penutupan diperkirakan akan selesai pada akhir 2024," katanya.

Akibat penutupan ini akan ada 550 pegawai yang terdampak PHK. Meski demikian dirinya menegaskan pihak Goodyear akan terus berkomitmen memperhatikan dan memperlakukan para pekerja yang terdampak penutupan ini dengan baik.

"Keputusan ini tidaklah dibuat sembarangan melainkan untuk kepentingan jangka panjang konsumen dan juga perusahaan," pungkasnya.

Profil Produsen Goodyear

baca juga

Goodyear lebih dikenal sebagai perusahaan ban mobil, namun sejarahnya berawal dari penemuan penting dalam dunia karet.

Sosok penting dibalik Goodyear adalah Charles Goodyear asal Amerika Serikat yang menemukan proses vulkanisasi karet pada tahun 1839. Sebelumnya, karet memiliki sifat yang tidak ideal - lengket ketika panas dan mengeras saat dingin.

Proses vulkanisasi yang diciptakan Goodyear tidak sengaja ditemukan saat ia membersihkan campuran karet dan belerang yang kemudian terjatuh ke api. Hasilnya adalah karet yang kuat, elastis, dan tahan lama dan menjadi bahan ideal untuk ban.

Dengan penemuan ini, Goodyear membuka jalan bagi penggunaan karet secara luas. Ban menjadi lebih awet dan tahan terhadap perubahan cuaca. Perusahaan Goodyear pun didirikan untuk memproduksi ban mobil berbahan karet hasil vulkanisasi.

Perusahaan ini terus mengembangkan teknologi ban untuk meningkatkan performa, keamanan, dan efisiensi bahan bakar. Selain ban mobil, Goodyear juga memproduksi ban untuk kendaraan lain seperti sepeda motor, truk, dan pesawat terbang.

Saat ini, Goodyear adalah salah satu produsen ban terbesar di dunia. Perusahaan ini memiliki pabrik di berbagai negara dan produknya dikenal dengan kualitas dan durabilitasnya, termasuk di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik Ban Goodyear Bangkrut, Ratusan Pekerja Kena PHK

Pabrik Ban Goodyear Bangkrut, Ratusan Pekerja Kena PHK

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2024 | 07:04 WIB

Starbucks Boncos Gara-gara Aksi Boikot Israel, Segera PHK Massal Karyawan

Starbucks Boncos Gara-gara Aksi Boikot Israel, Segera PHK Massal Karyawan

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2024 | 14:40 WIB

Pekerja YouTube Music Dipecat usai Minta Naik Gaji

Pekerja YouTube Music Dipecat usai Minta Naik Gaji

Tekno | Senin, 04 Maret 2024 | 10:22 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×