Menteri Perumahan dan Permukiman Buka Pameran Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 November 2024 | 14:55 WIB
Menteri Perumahan dan Permukiman Buka Pameran Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku
Pameran “Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku.”

Suara.com - Memperingati Hari Pahlawan Nasional, Ginting Institute yang didirikan oleh advokat korporat, keuangan, dan konsultan hukum pasar modal yang juga seorang kolektor seni Daniel Ginting bekerjasama dengan Galeri Zen 1 Jakarta menggelar pameran “Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku.”

Pameran ini dibuka oleh Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia bertepatan dengan hari pahlawan yang dikenang oleh seluruh bangsa Indonesia.

Judul pameran ini diambil dari judul sketsa berjudul sama karya S. Sudjojono yang dibuat pada 1964 dan disinyalir merupakan inspirasi bagi karya berjudul “Mengatur Siasat” yang juga dibuat pada 1964, merupakan sebuah lukisan legendaris karya seniman yang biasa disapa dengan nama Djon itu.

Seperti yang tertera pada penjelasan mengenai sketsa Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku itu, lukisan “Mengatur Siasat” merupakan sebuah karya monumental dari S. Sudjojono yang kini menjadi salah satu aset seni bangsa Indonesia yang tersimpan di Istana Kepresidenan di Bogor.

Dikuratori oleh Rizki Zaelani, pameran di Galeri Zen 1 ini menampilkan karya-karya dari Andang Iskandar, Arafura, Chusin Setiadikara, Ida Bagus Purwa, Nuraeni Hendra Gunawan, Oco Santoso, Ronald Apriyan, S. Dwi Stya Acong, Teja Astawa, Toni Antonius, dan Ugo Untoro.

Oleh Rizki, para seniman diminta untuk merespon sketsa yang kini merupakan koleksi Daniel Ginting tersebut dan menuangkan interpretasi mereka atas makna pahlawan dan tanah air dalam konteks masa kini.

Hal yang menarik untuk diamati dalam sebuah pameran yang mendudukan sebuah karya seorang seniman seperti yang dilakukan dalam pameran ini adalah beragamnya pembacaan dan gaya tutur yang muncul dalam karya-karya para seniman peserta pameran. Dengan cara baca serta pendekatan teknik yang berbeda, interpretasi atas sketsa Sudjojono tersebut menjadi terasa amat majemuk.

Selain lukisan yang sebagian besar digunakan para seniman untuk mersepon sketsa S. Sudjojono itu, terdapat pula karya fotografi yang dicetak di atas bidang aluminium yang melihat tindakan kepahlawanan dan bela negara dari perspektif lingkungan dengan menyoal sampah yang telah menjadi isu global dan penanggulangannya kini telah menjadi salah satu agenda penting berbagai negara yang bahkan juga merambah pada persoalan keamanan dan geo politik dunia.

Sementara sebuah karya instalasi video juga diketengahkan oleh Arafura Media Designyang membuat 45 interpretasi gambar digital yang dapat dialami secara interaktif oleh para pengunjung.

baca juga

“Kami ingin mengajak para pengunjung pameran untuk memahami dan mengalami secara langsung perspektif kami dalam menginterpretasi sketsa Pak Djon yang kuat sekali goresannya. Maka, kami pun mencoba menghadirkan serangkaian gambar yang akan selalu berbeda seturut posisi para pengunjung memindainya,” kata Pita Tjokronegoro, salah seorang desainer dari Arafura yang berbasis di Bandung.

Karya-karya lukisan lain yang juga cukup menarik perhatian adalah karya Chusin Setaidikara, Ronald Apriyan dan Ugo Untoro.

Dalam sambutannya sebelum meresmikan pameran, Maruarar Sirait menyampaikan apresiasinya atas gagasan penyelenggaraan pameran ini.

Menurutnya, pameran merupakan sebuah tahap penting tak hanya untuk memberi ruang bagi para seniman untuk membincangkan wacana dan pemikiran serta mendapat etalase untuk mempertemukan karya-karya mereka dengan publik pencinta seni juga para kolektor, melainkan juga sarana untuk meningkatkan apresiasi dan nilai ekonomi sebuah karya yang diciptakan oleh seorang seniman.

Berlatar profesi sebagai seorang pengusaha, Maruarar amat meyakini, ekosistem dan pasar seni yang sehat dan fair, akan berdampak baik bagi perkembangan seni rupa Indonesia.

Ia juga menyoroti tentang fakta bahwa seorang seniman cenderung berfokus pada perkembangan gagasan dan bagaimana menuangkannya dengan baik ke dalam karya dengan teknik dan pendekatan artistik yang mereka kuasai, namun kerap abai pada persoalan nilai ekonomi dari karya mereka.

Maka tak jarang, menurut Maruarar, ada seniman yang kurang beruntung dan terpaksa menjalani masa tua dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Kondisi seperti itu, menjadi alasan utama mengapa seorang seniman harus memiliki support system yang bisa mengembangkan sisi ekonominya, entah itu pasangan, keluarga atau galeri, agar seniman bisa berfokus berkarya sebebasnya, sementara valuasi karyanya pun dapat terus meningkat di pasar seni,” kata Maruarar yang terlihat sempat berbelanja beberapa karya yang disukainya seusai membuka acara.

Selain pembukaan pameran “Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku” yang mersepon karya S. Sudjono, terdapat pula sisipan acara yakni peresmian Yayasan Nuraeni Hendra Gunawan yang digagas pendiriannya oleh Daniel Ginting sebagai bentuk penghargaan atas karya-karya Hendra yang cukup banyak dikoleksinya.

Pendirian Yayasan tersebut, menurut Daniel juga merupakan sebuah upaya untuk membangun ekosistem yang dapat memberikan dukungan terhadap perkembangan kekaryaan sekaligus juga menjadi mitra untuk bertukar pikiran perihal soal-soal keuangan.

Lebih dari dua dekade menjadi kolektor seni, Daniel Ginting dan istrinya Quoriena telah memiliki pengalaman panjang dari interaksinya dengan para pemangku dunia seni rupa Indonesia mulai dari para seniman, kurator dan pengamat, para pemilik galeri serta sesame kolektor.

Dalam perjalanan panjang tersebut, baik Daniel maupun Quoriena menemukan banyak pengetahuan yang mengasah kematangan mereka membaca dan menilai berbagai dinamika yang terjadi dalam dunia seni rupa Indonesia.

Pengalaman-pengalaman tersebut menggerakkan mereka untuk juga menyumbang pemikiran dan dukungan yang lebih nyata dalam laku filantropi seperti yang salah satunya mereka tuangkan dalam pendiran yayasan seni.

Sebuah upaya yang diharapkan dapat memberi ruang berkembang lebih lapang dagi para seniman yang tengah berjuang menapaki perjalanan mereka meretas peluang dalam peta seni tak hanya di Indonesia tapi juga dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Pemerintahan Prabowo Sediakan Rumah Murah Buat Rakyat

Strategi Pemerintahan Prabowo Sediakan Rumah Murah Buat Rakyat

Bisnis | Sabtu, 09 November 2024 | 10:52 WIB

Pemerintah Usul Tenor KPR Bisa Selama 30 Tahun

Pemerintah Usul Tenor KPR Bisa Selama 30 Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 14:33 WIB

Tingkat Kepuasan Erick Thohir Sebagai Ketum PSSI Capai 94 Persen, Maruarar Sirait: Pantas!

Tingkat Kepuasan Erick Thohir Sebagai Ketum PSSI Capai 94 Persen, Maruarar Sirait: Pantas!

Bola | Selasa, 05 November 2024 | 19:07 WIB

Terkini

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:47 WIB

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:46 WIB

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Listyo Sigit Serahkan Tongkat Komando Polri kepada Suyudi

Listyo Sigit Serahkan Tongkat Komando Polri kepada Suyudi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×