Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Sony Subrata Dorong Implementasi AI Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Iwan Supriyatna

Selasa, 04 Februari 2025 | 13:22 WIB
Sony Subrata Dorong Implementasi AI Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Ilustrasi Artificial Intelligence.

Suara.com - Artificial Intelligence (AI) terus berkembang pesat di berbagai sektor, membawa perubahan signifikan bagi dunia kerja, industri, dan kehidupan sehari-hari.

Namun, di Indonesia, teknologi ini masih sering disalahpahami dan dipandang sebagai ancaman yang berpotensi menghilangkan banyak pekerjaan. Kekhawatiran ini sebenarnya bukan hal baru—ketika internet pertama kali hadir, banyak pihak juga merasa khawatir akan dampaknya terhadap tenaga kerja.

Menurut Sony Subrata, seorang pemerhati pemanfaatan AI dan pendiri AI3 (Artificial Intelligence Implementation Initiative), AI bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dipahami dan dimanfaatkan dengan strategi yang tepat.

"AI sering kali dipersepsikan sebagai ancaman, terutama terkait potensi hilangnya jutaan pekerjaan. Namun, pandangan ini sering kali muncul karena kurangnya pemahaman terhadap dinamika teknologi. Ketika internet pertama kali hadir, kekhawatiran serupa juga muncul. Pada akhirnya, meskipun ada sektor yang terdampak negatif, banyak pula sektor yang mengalami pertumbuhan pesat. Hal yang sama akan terjadi dengan AI. Tantangannya bukan menolaknya, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi transformasi ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin," ujar Sony Subrata, ditulis Selasa (4/2/2024).

Salah satu tantangan besar dalam implementasi AI di Indonesia adalah regulasi. Regulasi yang tidak jelas atau terlalu ketat bisa menjadi penghambat inovasi.

Namun, regulasi yang terlalu longgar juga dapat membuka celah penyalahgunaan AI, seperti pembuatan deepfake, disinformasi, dan kejahatan siber berbasis AI.

Sony Subrata menegaskan bahwa pemerintah harus menyeimbangkan regulasi dengan kebijakan yang mendukung inovasi AI.

"Regulasi AI di Indonesia memang penting untuk mencegah penyalahgunaannya, misalnya dalam pembuatan deepfake, penyebaran disinformasi, atau aktivitas kriminal berbasis AI lainnya. Namun, regulasi ini tidak boleh hanya bersifat restriktif. Pemerintah juga harus menciptakan kebijakan yang mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, manufaktur, pertanian, hingga layanan publik," kata Sony.

Sebagai contoh, AI dapat membantu mendeteksi penyakit lebih awal di sektor kesehatan, mengoptimalkan rantai pasokan di industri manufaktur, serta meningkatkan efisiensi layanan pemerintahan.

baca juga

Namun, tanpa regulasi yang tepat, inovasi-inovasi ini bisa terhambat oleh ketidakjelasan hukum dan ketakutan akan konsekuensi regulasi yang belum pasti.

Banyak orang masih menganggap AI sebagai sekadar tren teknologi yang akan berlalu. Padahal, AI telah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern, mulai dari asisten virtual, analisis big data, hingga otomatisasi industri.

Sony Subrata menekankan bahwa semakin lama Indonesia menunda adopsi AI, semakin besar kesenjangan dengan negara lain yang sudah lebih dulu mengimplementasikan teknologi ini secara luas.

"Kita tidak boleh hanya sekadar membicarakan AI, kita harus mulai menerapkannya. Semakin lama kita menunda adopsi AI, semakin besar kesenjangan kita dengan negara lain. Teknologi ini bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak. Indonesia harus lebih cepat dan lebih berani dalam mengadopsi AI, dan kita memiliki semua potensi untuk melakukannya," tegas Sony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pratikno Minta Pegawai Kemenko PMK Manfaatkan AI Agar Bekerja Lebih Cepat

Pratikno Minta Pegawai Kemenko PMK Manfaatkan AI Agar Bekerja Lebih Cepat

News | Senin, 03 Februari 2025 | 21:10 WIB

Targetkan Pimpin Kapasitas Besar, LG Rilis Mesin Cuci Top Loading Baru dengan Teknologi AI

Targetkan Pimpin Kapasitas Besar, LG Rilis Mesin Cuci Top Loading Baru dengan Teknologi AI

Tekno | Senin, 03 Februari 2025 | 17:39 WIB

Saingi ChatGPT dan DeepSeek, India Siap Kembangkan Model AI Terbaru

Saingi ChatGPT dan DeepSeek, India Siap Kembangkan Model AI Terbaru

Tekno | Minggu, 02 Februari 2025 | 19:52 WIB

Terkini

Sebagian Limit BRI Kartu Kredit Kini Bisa Dipindahkan ke Rekening lewat BRImo, Begini Caranya

Sebagian Limit BRI Kartu Kredit Kini Bisa Dipindahkan ke Rekening lewat BRImo, Begini Caranya

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Review Film Handsome Guys: Kisah Apes Dua Sahabat di Dalam Kabin Hutan Tua!

Review Film Handsome Guys: Kisah Apes Dua Sahabat di Dalam Kabin Hutan Tua!

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Balik ke Rp2,7 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Balik ke Rp2,7 Juta per Gram

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:57 WIB

Kok Bisa Ratusan Ton Udang Asing 'Nyelonong' Masuk ke Indonesia?

Kok Bisa Ratusan Ton Udang Asing 'Nyelonong' Masuk ke Indonesia?

Sulsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Undangan Diantar Langsung ke Sumber Solo, Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Tahunan MPR

Undangan Diantar Langsung ke Sumber Solo, Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Tahunan MPR

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Curhat Pilu Santri Kediri di Balik Tembok Pesantren: Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis

Curhat Pilu Santri Kediri di Balik Tembok Pesantren: Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:52 WIB

Sering Tak Disadari, Seberapa Besar Jejak Karbon di Balik Kebiasaan Scrolling TikTok?

Sering Tak Disadari, Seberapa Besar Jejak Karbon di Balik Kebiasaan Scrolling TikTok?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Tour de Les dan Perjuangan Bli Nyoman Mengubah Sepinya Bali Utara

Tour de Les dan Perjuangan Bli Nyoman Mengubah Sepinya Bali Utara

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba

Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:48 WIB

4 Rekomendasi Tablet Layar Anti Silau 2026: Bebas Pantulan Cahaya, Mata Tak Cepat Lelah

4 Rekomendasi Tablet Layar Anti Silau 2026: Bebas Pantulan Cahaya, Mata Tak Cepat Lelah

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:48 WIB

×