Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

25 Perusahaan Beraset Jumbo Antre IPO di BEI

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 17 Maret 2025 | 13:34 WIB
25 Perusahaan Beraset Jumbo Antre IPO di BEI
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Suara.com - Pasar modal Indonesia bersiap menyambut gelombang besar penawaran umum perdana (IPO) dari perusahaan-perusahaan raksasa.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 25 perusahaan dengan aset skala besar, atau di atas Rp250 miliar, tengah mengantre untuk melantai di bursa.

"Ini adalah sinyal positif bagi pasar modal kita," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Fenomena ini tentu menjadi kabar gembira bagi investor dan pelaku pasar modal. Menurut Nyoman, kehadiran perusahaan-perusahaan besar ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar, serta memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi para investor.

"Minat perusahaan-perusahaan besar untuk IPO menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi pasar modal Indonesia." tambah Nyoman.

Dari total 26 perusahaan yang berada dalam pipeline IPO, 25 di antaranya merupakan perusahaan beraset skala besar. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan mapan yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui pendanaan publik.

Kehadiran perusahaan-perusahaan raksasa ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar BEI, serta memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi para investor. Selain itu, IPO dari perusahaan-perusahaan besar juga dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dari 26 perusahaan itu, dari sisi sektor, terdapat sebanyak enam perusahaan sektor barang konsumen primer, empat perusahaan sektor industri, dan empat perusahaan sektor kesehatan.

Lalu, tiga perusahaan sektor energi, tiga perusahaan sektor barang baku, dua perusahaan sektor transportasi dan logistik, serta satu perusahaan sektor keuangan.

baca juga

Kemudian, satu perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor barang konsumen non primer, dan satu perusahaan sektor teknologi.

Sampai 14 Maret 2025, telah tercatat sepuluh perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, dengan dana dihimpun mencapai Rp3,88 triliun.

Dalam periode sama, telah diterbitkan sebanyak 23 emisi dari 18 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp27,9 triliun.

Di sisi lain, terdapat 31 emisi dari 25 penerbit EBUS yang sedang berada dalam antrean (pipeline) untuk menerbitkan emisi EBUS.

Sementara itu, untuk aksi rights issue, 14 Maret 2025, telah terdapat dua perusahaan yang telah melakukan aksi rights issue dengan total nilai Rp470 miliar.

Dalam antrian, terdapat sebanyak empat perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue di pasar modal Indonesia, yang terdiri dari dua perusahaan sektor barang baku, satu perusahaan sektor energi, serta satu perusahaan sektor kesehatan.

Kehadiran perusahaan-perusahaan raksasa ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar BEI, serta memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi para investor.

Selain itu, IPO dari perusahaan-perusahaan besar juga dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dengan banyaknya perusahaan besar yang siap melantai di BEI, pasar modal Indonesia diprediksi akan semakin ramai dan menarik dalam beberapa waktu ke depan. Para investor pun diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meraih keuntungan yang optimal.

Meskipun BEI belum merilis rincian sektor perusahaan-perusahaan yang akan IPO, dapat diprediksi bahwa sektor-sektor yang sedang berkembang pesat di Indonesia, seperti teknologi, energi terbarukan, dan konsumen, akan mendominasi.

Asal tahu saja, ada beberapa faktor yang mendorong perusahaan-perusahaan besar ini untuk melantai di bursa. Pertama, IPO dapat menjadi sumber pendanaan yang efektif untuk ekspansi bisnis, investasi, atau pembayaran utang. Kedua, IPO dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi perusahaan di mata publik. Ketiga, IPO dapat memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk merealisasikan keuntungan investasi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Siap Guncang Pasar Modal, Diversifikasi Aset Jadi Fokus Utama

Danantara Siap Guncang Pasar Modal, Diversifikasi Aset Jadi Fokus Utama

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 09:05 WIB

BCA Bagikan Dividen Rp250 per Saham dan Catatkan 14.740 Kantong Darah sejak 2016

BCA Bagikan Dividen Rp250 per Saham dan Catatkan 14.740 Kantong Darah sejak 2016

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 08:43 WIB

26 Perusahaan Daftar IPO IHSG, Mayoritas Punya Aset Jumbo!

26 Perusahaan Daftar IPO IHSG, Mayoritas Punya Aset Jumbo!

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 08:10 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×