Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

25 Perusahaan Beraset Jumbo Antre IPO di BEI

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 17 Maret 2025 | 13:34 WIB
25 Perusahaan Beraset Jumbo Antre IPO di BEI
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Suara.com - Pasar modal Indonesia bersiap menyambut gelombang besar penawaran umum perdana (IPO) dari perusahaan-perusahaan raksasa.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 25 perusahaan dengan aset skala besar, atau di atas Rp250 miliar, tengah mengantre untuk melantai di bursa.

"Ini adalah sinyal positif bagi pasar modal kita," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Fenomena ini tentu menjadi kabar gembira bagi investor dan pelaku pasar modal. Menurut Nyoman, kehadiran perusahaan-perusahaan besar ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar, serta memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi para investor.

"Minat perusahaan-perusahaan besar untuk IPO menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi pasar modal Indonesia." tambah Nyoman.

Dari total 26 perusahaan yang berada dalam pipeline IPO, 25 di antaranya merupakan perusahaan beraset skala besar. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan mapan yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui pendanaan publik.

Kehadiran perusahaan-perusahaan raksasa ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar BEI, serta memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi para investor. Selain itu, IPO dari perusahaan-perusahaan besar juga dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dari 26 perusahaan itu, dari sisi sektor, terdapat sebanyak enam perusahaan sektor barang konsumen primer, empat perusahaan sektor industri, dan empat perusahaan sektor kesehatan.

Lalu, tiga perusahaan sektor energi, tiga perusahaan sektor barang baku, dua perusahaan sektor transportasi dan logistik, serta satu perusahaan sektor keuangan.

baca juga

Kemudian, satu perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor barang konsumen non primer, dan satu perusahaan sektor teknologi.

Sampai 14 Maret 2025, telah tercatat sepuluh perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, dengan dana dihimpun mencapai Rp3,88 triliun.

Dalam periode sama, telah diterbitkan sebanyak 23 emisi dari 18 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp27,9 triliun.

Di sisi lain, terdapat 31 emisi dari 25 penerbit EBUS yang sedang berada dalam antrean (pipeline) untuk menerbitkan emisi EBUS.

Sementara itu, untuk aksi rights issue, 14 Maret 2025, telah terdapat dua perusahaan yang telah melakukan aksi rights issue dengan total nilai Rp470 miliar.

Dalam antrian, terdapat sebanyak empat perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue di pasar modal Indonesia, yang terdiri dari dua perusahaan sektor barang baku, satu perusahaan sektor energi, serta satu perusahaan sektor kesehatan.

Kehadiran perusahaan-perusahaan raksasa ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kapitalisasi pasar BEI, serta memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi para investor.

Selain itu, IPO dari perusahaan-perusahaan besar juga dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dengan banyaknya perusahaan besar yang siap melantai di BEI, pasar modal Indonesia diprediksi akan semakin ramai dan menarik dalam beberapa waktu ke depan. Para investor pun diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meraih keuntungan yang optimal.

Meskipun BEI belum merilis rincian sektor perusahaan-perusahaan yang akan IPO, dapat diprediksi bahwa sektor-sektor yang sedang berkembang pesat di Indonesia, seperti teknologi, energi terbarukan, dan konsumen, akan mendominasi.

Asal tahu saja, ada beberapa faktor yang mendorong perusahaan-perusahaan besar ini untuk melantai di bursa. Pertama, IPO dapat menjadi sumber pendanaan yang efektif untuk ekspansi bisnis, investasi, atau pembayaran utang. Kedua, IPO dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi perusahaan di mata publik. Ketiga, IPO dapat memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk merealisasikan keuntungan investasi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Siap Guncang Pasar Modal, Diversifikasi Aset Jadi Fokus Utama

Danantara Siap Guncang Pasar Modal, Diversifikasi Aset Jadi Fokus Utama

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 09:05 WIB

BCA Bagikan Dividen Rp250 per Saham dan Catatkan 14.740 Kantong Darah sejak 2016

BCA Bagikan Dividen Rp250 per Saham dan Catatkan 14.740 Kantong Darah sejak 2016

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 08:43 WIB

26 Perusahaan Daftar IPO IHSG, Mayoritas Punya Aset Jumbo!

26 Perusahaan Daftar IPO IHSG, Mayoritas Punya Aset Jumbo!

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 08:10 WIB

Terkini

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:55 WIB

Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok

Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:42 WIB

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:20 WIB

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

×