Krisis Geopolitik Diharapkan Titik Balik Menuju Budaya Bijak Energi

Fabiola Febrinastri

Rabu, 01 April 2026 | 07:05 WIB
Krisis Geopolitik Diharapkan Titik Balik Menuju Budaya Bijak Energi
Ilustrasi BBM. (Pexels/Engin Akyurt)

Suara.com - Di tengah meningkatnya tekanan krisis energi dan perubahan iklim, satu hal menjadi semakin jelas, yakni bagaimana kita menggunakan bahan bakar minyak (BBM) hari ini untuk menentukan kualitas hidup di masa depan. Perubahan perilaku dengan mengonsumsi BBM secara bijak menjadi usaha untuk menyelamatkan masa depan dan generasi penerus negeri ini.

Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, berpendapat isu bijak menggunakan BBM seharusnya bukan lagi sekadar wacana, melainkan harus menjadi realitas yang harus dijalani. Ia mengatakan konsumsi BBM masyarakat memiliki hubungan yang sangat langsung dengan krisis iklim.

“Setiap liter BBM yang kita bakar, berarti kita menambah emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Dampaknya nyata dan kita sudah merasakannya,” ujarnya.

Cuaca ekstrem, musim yang semakin sulit diprediksi, banjir di satu wilayah dan kekeringan di wilayah lain, semua itu bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini. Dalam konteks ini, Amanda menyebut bahwa kebiasaan sehari-hari masyarakat, termasuk penggunaan BBM, menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Amanda secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kampanye penggunaan BBM secara bijak. Namun, ia mengingatkan bahwa “bijak” bukan berarti membatasi secara kaku, melainkan menggunakan energi dengan kesadaran penuh.

“Ini bukan soal melarang orang menggunakan kendaraan, tetapi bagaimana kita menggunakan energi secara efisien dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Langkah sederhana seperti mengurangi perjalanan yang tidak perlu, berbagi kendaraan, hingga beralih ke transportasi umum bisa menjadi bagian dari solusi. Menurut Amanda, perubahan besar justru lahir dari akumulasi tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.

Kondisi krisis energi global saat ini, menurut Amanda, seharusnya menjadi titik balik untuk melakukan hemat dan bijak dalam mengonsumsi BBM. Ketika harga BBM naik atau pasokan terganggu, masyarakat dipaksa untuk meninjau ulang pola konsumsi yang selama ini dianggap normal.

“Ini momentum untuk berubah. Kita tidak bisa terus mengandalkan sumber energi yang terbatas dan merusak lingkungan,” ujarnya.

baca juga

Ia melihat kampanye menggunakan BBM dengan bijak sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih luas tentang keberlanjutan. Bukan sekadar respons sesaat, tetapi awal dari perubahan gaya hidup.

Amanda juga menggarisbawahi bahwa dampak konsumsi BBM berlebih tidak berhenti pada isu lingkungan global. Dampaknya dapat merembet kepada kualitas hidup manusia. Polusi udara meningkat, risiko penyakit pernapasan bertambah, dan ekosistem semakin tertekan. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memengaruhi ketersediaan air, ketahanan pangan, hingga stabilitas ekonomi.

“Yang sering kita lupakan, generasi mendatang akan menanggung beban terbesar dari keputusan kita hari ini. Jadi mari kita mulai bersikap bijak dalam menggunakan BBM hari ini,” katanya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Santai Saja! Nilai Rupiah Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Bukan Alasan untuk Panik

Santai Saja! Nilai Rupiah Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Bukan Alasan untuk Panik

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 12:20 WIB

Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?

Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:35 WIB

WFH ASN Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penghematan BBM Jumbo

WFH ASN Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penghematan BBM Jumbo

Foto | Rabu, 01 April 2026 | 16:42 WIB

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik

Foto | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:46 WIB

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:05 WIB

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×