Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
Ilustrasi Startup. [Freepik]
baca 10 detik
  • Spillify.io hadir sebagai alternatif pemasaran di tengah mahalnya biaya KOL.
  • Konsumen kini bisa dibayar memberi ulasan dan rekomendasi produk yang terverifikasi.
  • Startup bidik 200.000 Spillers aktif dan ekspansi ke Asia Tenggara.

Suara.com - Biaya promosi melalui key opinion leader (KOL) yang terus membengkak mendorong lahirnya model pemasaran baru di Indonesia. Startup Spillify.io resmi meluncurkan platform Brand Quest Hub yang menghubungkan langsung brand dengan konsumen melalui misi pemasaran berbasis pengalaman nyata atau Quest.

Berbeda dengan strategi pemasaran berbasis influencer, Spillify.io mengandalkan konsumen sehari-hari yang disebut Spillers untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari mengunjungi toko, mencoba produk, memberikan ulasan jujur, hingga membuat konten organik berdasarkan pengalaman mereka.

Seluruh aktivitas tersebut diverifikasi oleh platform sehingga perusahaan memperoleh data, laporan, dan konten yang dapat diukur sekaligus diaudit.

Co-founder & CEO Spillify.io, Firman Natayudha, mengatakan selama ini rekomendasi produk dari mulut ke mulut telah menjadi salah satu kekuatan pemasaran terbesar di Indonesia, namun belum pernah memiliki sistem yang mampu memberikan penghargaan kepada konsumennya.

"Selama ini, orang Indonesia merekomendasikan produk kepada teman-temannya setiap hari secara gratis. Spillify.io hadir untuk mengubah itu. Ngespill sekarang bisa dapat cuan. Untuk brand, ini bukan hanya soal efisiensi biaya. Ini soal membangun kepercayaan yang tidak bisa dibeli dengan endorsement berbayar," kata Firman dalam keterangannya.

Peluncuran Spillify.io terjadi di tengah meningkatnya biaya kerja sama dengan KOL yang disebut rata-rata mencapai Rp 150 juta untuk satu kali aktivasi pemasaran. Di sisi lain, perusahaan dinilai semakin membutuhkan strategi yang lebih efisien sekaligus mampu menghasilkan interaksi konsumen yang autentik.

Mengacu pada riset Nielsen 2025, tingkat kepercayaan konsumen terhadap rekomendasi sesama pengguna disebut tiga kali lebih tinggi dibandingkan konten promosi berbayar. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi model pemasaran berbasis pengalaman langsung konsumen.

Spillify.io memanfaatkan tren tersebut melalui sistem Quest yang menghubungkan brand dengan konsumen sekaligus melakukan proses verifikasi terhadap setiap aktivitas yang dilakukan.

Sebelum resmi diluncurkan, Spillify.io mengklaim telah memperoleh lebih dari 200 founding Spillers yang mendaftar secara organik tanpa kampanye iklan berbayar.

baca juga

Momentum tersebut semakin diperkuat setelah dua komunitas besar bergabung ke dalam ekosistem platform, yakni Mom Influencer yang membawa lebih dari 10.000 anggota serta Affiliate Muslim Indonesia dengan lebih dari 10.500 anggota.

Dengan tambahan komunitas tersebut, Spillify.io optimistis mampu melampaui target awal 1.000 founding Spillers dalam 90 hari pertama setelah peluncuran.

Perusahaan juga mengungkapkan sejumlah startup mulai menjajaki kerja sama karena menganggap model pemasaran berbasis konsumen lebih sesuai dibandingkan mengalokasikan anggaran besar untuk promosi melalui KOL.

Menurut Firman, pendekatan tersebut bukan sekadar menawarkan biaya pemasaran yang lebih efisien, tetapi juga membangun kepercayaan melalui pengalaman nyata konsumen.

"Indonesia punya jutaan konsumen yang setiap hari merekomendasikan produk kepada orang-orang terdekat mereka. Selama ini, nilai itu hilang begitu saja. Spillify.io hadir untuk mengubah itu karena kepercayaan yang dibangun sesama konsumen adalah aset marketing paling kuat yang belum pernah diformalkan," ujarnya.

Ke depan, Spillify.io menargetkan memiliki sekitar 200.000 Spillers aktif dalam tiga tahun mendatang. Indonesia akan menjadi pasar pertama sekaligus laboratorium pengembangan model bisnis sebelum perusahaan melakukan ekspansi ke Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Melalui strategi tersebut, Spillify.io berharap dapat membangun standar baru dalam industri consumer activation marketing di Asia Tenggara dengan menjadikan rekomendasi konsumen sebagai aset pemasaran yang terukur, tervalidasi, dan bernilai ekonomi bagi seluruh pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Sekolah Makin Seru, Rangkaian Acara Kreatif dan Hiburan Keluarga Hadir hingga Juli 2026

Libur Sekolah Makin Seru, Rangkaian Acara Kreatif dan Hiburan Keluarga Hadir hingga Juli 2026

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 05:05 WIB

Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:24 WIB

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:27 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×