Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengumumkan harga LNG industri tidak boleh mahal. [Suara.com/Yaumal Adi Asri Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menetapkan harga LNG untuk sektor industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU mulai 29 Juni 2026.
  • Kebijakan ini diambil pemerintah untuk menurunkan harga gas yang sebelumnya melonjak tinggi mencapai 20 hingga 23 dolar AS.
  • Penurunan harga gas bertujuan mengurangi beban operasional industri guna mencegah risiko terjadinya pemutusan hubungan kerja massal bagi karyawan.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga LNG untuk sektor industri sebesar 13 dolar AS per MMBTU.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi guna mengantisipasi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat melonjaknya harga LNG yang  sebelumnya sempat menyentuh angka 20 dolar AS hingga 23 dolar AS per MMBTU.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga baru tersebut mulai berlaku per hari ini Senin 29 Juni 2026. Disebunya penetapan harga berdasarkan perhitungan dan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Jadi dari 20 sampai 23 dolar AS per MMBTU sekarang diturunkan menjadi 13 dolar AS," kata Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (29/2026).

 Lonjakan harga energi dunia akibat memanasnya dinamika geopolitik global mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor industri di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini memunculkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga energi yang terjangkau, kepastian pasokan, dan keberlanjutan investasi di sektor energi. Foto ist.
Ilustrasi kilang LNG. Foto ist.

Lonjakan harga LNG industri tersebut dijelaskannya terjadi akibat tingginya ongkos distribusi. Hal ini karena mayoritas pasokan gas harus dikirim dari sejumlah wilayah di Indonesia bagian tengah dan timur.

"LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20 dolar ASsampai dengan 23 dolar AS per MMBTU," katanya. 

Bahlil pun menyebut keputusan pemerintah menetapkan harga LNG sebesar 13 dolar AS per MMBTU bertujuan untuk membendung gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah ini diambil menyusul tingginya tekanan beban operasional industri akibat lonjakan harga gas sebelumnya.

"Kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah," pungkasnya

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:15 WIB

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:10 WIB

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

×