Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengumumkan harga LNG industri tidak boleh mahal. [Suara.com/Yaumal Adi Asri Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menetapkan harga LNG untuk sektor industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU mulai 29 Juni 2026.
  • Kebijakan ini diambil pemerintah untuk menurunkan harga gas yang sebelumnya melonjak tinggi mencapai 20 hingga 23 dolar AS.
  • Penurunan harga gas bertujuan mengurangi beban operasional industri guna mencegah risiko terjadinya pemutusan hubungan kerja massal bagi karyawan.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga LNG untuk sektor industri sebesar 13 dolar AS per MMBTU.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi guna mengantisipasi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat melonjaknya harga LNG yang  sebelumnya sempat menyentuh angka 20 dolar AS hingga 23 dolar AS per MMBTU.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga baru tersebut mulai berlaku per hari ini Senin 29 Juni 2026. Disebunya penetapan harga berdasarkan perhitungan dan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Jadi dari 20 sampai 23 dolar AS per MMBTU sekarang diturunkan menjadi 13 dolar AS," kata Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (29/2026).

 Lonjakan harga energi dunia akibat memanasnya dinamika geopolitik global mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor industri di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini memunculkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga energi yang terjangkau, kepastian pasokan, dan keberlanjutan investasi di sektor energi. Foto ist.
Ilustrasi kilang LNG. Foto ist.

Lonjakan harga LNG industri tersebut dijelaskannya terjadi akibat tingginya ongkos distribusi. Hal ini karena mayoritas pasokan gas harus dikirim dari sejumlah wilayah di Indonesia bagian tengah dan timur.

"LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu 20 dolar ASsampai dengan 23 dolar AS per MMBTU," katanya. 

Bahlil pun menyebut keputusan pemerintah menetapkan harga LNG sebesar 13 dolar AS per MMBTU bertujuan untuk membendung gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah ini diambil menyusul tingginya tekanan beban operasional industri akibat lonjakan harga gas sebelumnya.

"Kami berpandangan memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan itu merupakan bagian daripada tanggung jawab pemerintah," pungkasnya

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×