Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah

Achmad Fauzi

Selasa, 30 Juni 2026 | 12:48 WIB
IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah
IHSG masih memerah di sesi I. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG turun 141,038 poin ke level 5.679,752 dengan nilai transaksi mencapai Rp7,48 triliun.
  • BBCA, BBRI, dan TPIA masuk jajaran top value yang melemah, sementara sektor Basic Materials turun 4,30 persen, Energy 3,31 persen, dan Industry 2,68 persen.
  • Di indeks LQ45, ISAT naik 0,86 persen, disusul ICBP yang menguat 0,75 persen dan INDF naik 0,38 persen, saat mayoritas saham berada di zona merah. 

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih nyaman memerah hingga akhir perdagangan sesi I Selasa, 30 Juni 2026. IHSG terkoreksi 141,03 poin atau 2,42 persen ke level 5.679.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG sempat dibuka di level 5.801, menyentuh level tertinggi 5.812, dan terendah 5.639.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,48 triliun dengan volume perdagangan 10,01 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 877.991 kali.

Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Pada kelompok Top Value, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan turun 3,38 persen ke level 5.725.

Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melemah 2,11 persen ke 2.780, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 3,22 persen ke 1.655.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
IHSG masih memerah di sesi I. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Sementara itu, saham dengan volume transaksi terbesar ditempati PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 3,55 persen, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) yang anjlok 11,11 persen, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang melemah 6,67 persen.

Di indeks LQ45, saham PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi top gainers setelah naik 0,86 persen ke level 1.755. Kemudian diikuti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang menguat 0,75 persen dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang naik 0,38 persen.

Sebaliknya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi top losers di LQ45 dengan penurunan 6,53 persen, disusul PT Dewa United Energi Tbk (DEWA) yang turun 6,49 persen, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 6,14 persen.

Dari sisi sektoral, sektor IDX Basic Materials mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,30 persen, diikuti IDX Energy yang turun 3,31 persen, serta IDX Industry yang melemah 2,68 persen.

baca juga

Data Perdagangan IHSG Sesi I:

  • IHSG: 5.679
  • Pembukaan: 5.801
  • Tertinggi: 5.812
  • Terendah: 5.639
  • Nilai transaksi: Rp7,48 triliun
  • Volume transaksi: 10,01 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 877.991 kali

Top Value:

  • BBCA: 5.725 (turun 3,38 persen)
  • BBRI: 2.780 (turun 2,11 persen)
  • TPIA: 1.655 (turun 3,22 persen)

Top Volume:

  • BUMI: 136 (turun 3,55 persen)
  • EPAC: 72 (turun 11,11 persen)
  • BNBR: 84 (turun 6,67 persen)

LQ45 Top Gainers:

  • ISAT: 1.755 (naik 0,86 persen)
  • ICBP: 6.700 (naik 0,75 persen)
  • INDF: 6.625 (naik 0,38 persen)

LQ45 Top Losers:

  • HRTA: 1.645 (turun 6,53 persen)
  • DEWA: 288 (turun 6,49 persen)
  • CUAN: 535 (turun 6,14 persen)

Sektor dengan Pelemahan Terdalam:

  • IDX Basic Materials: turun 4,30 persen
  • IDX Energy: turun 3,31 persen
  • IDX Industry: turun 2,68 persen

Nilai Tukar Rupiah:

  • Rp17.895 per dolar AS (melemah 0,34 persen)

Bursa Regional:

  • Hang Seng (Hong Kong): turun 1,19 persen
  • Nikkei 225 (Jepang): naik 1,58 persen
  • Shanghai Composite (China): naik 0,20 persen

Disclaimer: Pergerakan harga instrumen pasar modal, termasuk saham dan reksa dana, memiliki risiko fluktuasi yang tinggi serta dipengaruhi oleh sentimen ekonomi makro dan global secara dinamis. Informasi dan proyeksi harian dari sekuritas ini disediakan semata-mata sebagai referensi edukasi pasar, bukan merupakan ajakan mutlak atau jaminan kepastian keuntungan atas aktivitas investasi atau trading pribadi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini

IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:19 WIB

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:33 WIB

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:28 WIB

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:51 WIB

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:47 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

×