- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 0,92 persen ke level 5.695 pada perdagangan Rabu, 1 Juni 2026.
- Penguatan indeks didorong oleh sektor energi dan komoditas meskipun terjadi pelemahan data ekonomi serta defisit neraca perdagangan.
- Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak konsolidasi pada kisaran 5.600 hingga 5.800 dalam jangka waktu perdagangan jangka pendek.
Suara.com - Indeks Saham Gabungan (IHSG) mengalami technical rebound pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juni 2026. IHSG ditutup menguat 51,92 poin atau 0,92 persen ke level 5.695.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pada awal perdagangan, indeks bergerak cenderung sideways menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi nasional.
Namun, pasar tetap mampu bertahan di zona positif meskipun data ekonomi yang dirilis sepanjang hari menunjukkan pelemahan.
Di antaranya, S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2026, dari 50 pada Mei 2026, yang mengindikasikan aktivitas manufaktur kembali mengalami kontraksi.
Sementara itu, tingkat inflasi tahunan meningkat menjadi 3,34 persen pada Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan 3,08 persen pada Mei 2026 dan melampaui perkiraan pasar sebesar 3,2 persen.
![Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/40172-ihsg.jpg)
Tak hanya itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar Amerika Serikat pada Mei 2026. Defisit tersebut menjadi yang pertama sejak April 2020.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga melemah sekitar 0,25 persen ke kisaran Rp17.952 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Meski demikian, penguatan saham sektor energi dan komoditas berhasil menopang pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai Stochastic RSI mulai mendekati area oversold, namun indikator MACD berpotensi membentuk death cross.
Kondisi tersebut membuat IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi pada kisaran 5.600-5.800 dalam jangka pendek.
Data Perdagangan Pasar Hari Ini
IHSG
- Ditutup di 5.695,116
- Naik 51,922 poin atau 0,92 persen
Pergerakan Indeks
- Open: 5.641
- High: 5.738
- Low: 5.607
Aktivitas Perdagangan
- Nilai transaksi: Rp10,24 triliun
- Volume: 17 miliar saham
- Frekuensi: 1.528.139 kali
Top Value
- TPIA
- BBRI
- BBCA
Top Volume
- BUMI
- BNBR
- BRMS
Top Gainers LQ45
- CUAN: naik 16,98 persen
- MBMA: naik 10,39 persen
- BRPT: naik 7,39 persen
Top Losers LQ45
- CPIN: turun 6,76 persen
- UNTR: turun 4,24 persen
- PGEO: turun 2,78 persen
Sektor Penguat
- IDX Energy: naik 2,61 persen
- IDX Basic Materials: naik 2,60 persen
- IDX Infrastructures: naik 1,38 persen
Sektor Pelemah
- IDX Transportation: turun 0,91 persen
- IDX Finance: turun 0,38 persen
- IDX Non Cyclicals: turun 0,38 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.