Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 10 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pertumbuhan jumlah investor bukan sekadar persoalan angka. Menurutnya, kenaikan tersebut mencerminkan adanya kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia. Foto Rina-Suara.com
baca 10 detik
  • Investor pasar modal tembus 30,27 juta SID hingga Agustus 2026.
  • OJK ingatkan lonjakan investor harus dibarengi penguatan integritas.
  • Penghimpunan dana pasar modal 2026 tembus lebih dari Rp123 triliun.

Suara.com - Jumlah investor pasar modal Indonesia terus melonjak. Namun, di balik pertumbuhan yang terlihat mengesankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru mengingatkan adanya pekerjaan rumah besar yang tak boleh diabaikan: menjaga integritas pasar dan kepercayaan investor.

OJK mencatat jumlah investor pasar modal telah mencapai 30,27 juta single investor identification (SID) hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut tumbuh hampir 50 persen hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Lonjakan investor memang menjadi sinyal semakin luasnya minat masyarakat untuk masuk ke pasar modal. Tetapi, semakin banyak orang yang menitipkan uangnya di pasar saham juga berarti semakin besar risiko yang harus diantisipasi jika tata kelola, transparansi, dan penegakan aturan tidak ikut diperkuat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pertumbuhan jumlah investor bukan sekadar persoalan angka. Menurutnya, kenaikan tersebut mencerminkan adanya kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

“Angka ini mencerminkan tidak hanya sekadar angka, tidak hanya sekadar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna di balik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Friderica dalam seremoni pembukaan perdagangan dan peluncuran ETF emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Namun, kepercayaan tersebut bukan sesuatu yang otomatis bertahan hanya karena jumlah investor terus bertambah.

Justru ketika jutaan investor baru masuk, potensi masalah di pasar modal ikut semakin besar. Investor membutuhkan pasar yang transparan, likuid, memiliki tata kelola yang kuat, serta mampu memberikan perlindungan ketika terjadi pelanggaran.

Karena itu, Friderica menekankan pertumbuhan investor harus dibarengi penguatan integritas pasar modal. OJK bersama penyelenggara pasar modal terus mendorong perbaikan dari sisi likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga penegakan aturan.

Langkah tersebut menjadi semakin penting karena pasar modal Indonesia tidak hanya menjadi tempat masyarakat mencari keuntungan, tetapi juga semakin berperan sebagai sumber pendanaan perusahaan.

baca juga

“Banyak sekali perubahan, dinamika yang harus kita cermati dan juga tentu saja harapan dari investor pasar modal Indonesia bahwa penguatan integritas dan bila diperlukan enforcement terus kita kedepankan,” tegasnya.

Di tengah membanjirnya investor, aktivitas penghimpunan dana perusahaan melalui pasar modal juga terus berjalan.

OJK mencatat penghimpunan dana telah mencapai lebih dari Rp123 triliun sejak awal 2026 melalui 135 penawaran umum. Sementara itu, jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia telah menembus lebih dari 962 emiten.

Besarnya dana yang dihimpun menunjukkan semakin pentingnya pasar modal bagi dunia usaha. Namun, di sisi lain, semakin besar pula dana publik yang berputar di dalamnya.

Artinya, persoalan integritas tidak bisa dianggap sebagai urusan regulator semata. Kesalahan tata kelola, minimnya transparansi atau lemahnya penegakan aturan dapat berdampak langsung kepada jutaan investor yang kini menggantungkan harapan investasinya di pasar modal.

Terlebih, sebagian besar pertumbuhan investor dalam beberapa tahun terakhir datang dari masyarakat yang sebelumnya tidak terbiasa berinvestasi di pasar modal. Bagi kelompok investor baru tersebut, kualitas informasi dan perlindungan menjadi sangat penting agar pertumbuhan jumlah SID tidak sekadar menghasilkan angka besar tanpa diikuti pemahaman dan perlindungan yang memadai.

OJK juga mengaku terus menerima masukan dari investor global mengenai pengembangan pasar modal Indonesia.

Friderica mengatakan berbagai masukan tersebut telah ditampung dan dimasukkan ke dalam program pengembangan serta penguatan pasar modal.

“Kami juga sampaikan sering bertemu dengan investor global. Mereka menyampaikan harapan-harapan yang sudah kita take note dan kita masukkan dalam program-program pengembangan dan juga penguatan pasar modal Indonesia,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Jakarta | Minggu, 08 November 2026 | 23:43 WIB

Selat Hormuz Memanas! Tiga Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau

Selat Hormuz Memanas! Tiga Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau

News | Minggu, 08 November 2026 | 23:20 WIB

Dari Misi Water Bombing ke Kecelakaan Fatal, Ini Fakta Jatuhnya Super Puma di Sungai Barito

Dari Misi Water Bombing ke Kecelakaan Fatal, Ini Fakta Jatuhnya Super Puma di Sungai Barito

Kalbar | Minggu, 08 November 2026 | 23:04 WIB

Sempat Ditangguhkan, Binance Resmi Pulihkan Akses Penarikan Token

Sempat Ditangguhkan, Binance Resmi Pulihkan Akses Penarikan Token

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 22:52 WIB

Krisis Iklim Mengancam Lumbung Pangan Semende, Padi Memendek dan Produksi Kopi Anjlok

Krisis Iklim Mengancam Lumbung Pangan Semende, Padi Memendek dan Produksi Kopi Anjlok

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:50 WIB

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Tito Karnavian hingga Badrodin Haiti Hadir

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Tito Karnavian hingga Badrodin Haiti Hadir

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:42 WIB

Angin Kencang Robohkan Ruang Kelas SD di OKI, Siswa Tertimpa Kayu dan Terpaksa Pindah Belajar

Angin Kencang Robohkan Ruang Kelas SD di OKI, Siswa Tertimpa Kayu dan Terpaksa Pindah Belajar

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:29 WIB

Silaturahmi dengan Presiden Prabowo, Mendagri Tito Hadir Bersama 9 Mantan Kapolri Lintas Generasi

Silaturahmi dengan Presiden Prabowo, Mendagri Tito Hadir Bersama 9 Mantan Kapolri Lintas Generasi

News | Minggu, 08 November 2026 | 22:27 WIB

Obesitas Bisa Memicu Depresi, Sebaliknya Gangguan Mental Juga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Obesitas Bisa Memicu Depresi, Sebaliknya Gangguan Mental Juga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Health | Minggu, 08 November 2026 | 22:25 WIB

Kasus Narkoba Seret Aipda Polres Empat Lawang, Ditangkap saat Mobilnya Diperiksa di Lubuklinggau

Kasus Narkoba Seret Aipda Polres Empat Lawang, Ditangkap saat Mobilnya Diperiksa di Lubuklinggau

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:13 WIB

×